|
Welcome To My Website Kebajikan (De 德)......KEBAJIKAN ( De 德 ) Mengucapkan Xin Nian Kuai Le (新年快乐) 2571 / 2020...Xīnnián kuàilè, zhù nǐ jiànkāng chángshòu, zhù nǐ hǎo yùn..Mohon Maaf Blog ini masih dalam perbaikan....Dalam era kebebasan informasi sekarang, hendaknya kita dapat lebih bijak memilah, mencerna dan memilih informasi yang akurat. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan Etika dan Moral dalam kehidupan serta meningkatkan Cinta kasih tanpa pamrih pada sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia dan menyajikan keberagaman pandangan kehidupan demi meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan. Tanpa dukungan Anda kami bukan siapa-siapa, Terima Kasih atas kunjungan Anda

Sabtu, 19 Maret 2011

Kitab Sejarah Dinasti Tiongkok

 

Buku sejarah dikenal ada dua macam, yaitu buku sejarah kronologis, yakni buku sejarah yang ditulis menurut susunan tahun, dan buku sejarah dinasti yang ditulis berdasarkan sejarah berbagai dinasti. Dan buku sejarah dinasti yang paling awal di Tiongkok adalah Buku Sejarah Hanshu yang ditulis pada masa Dinasti Han Timur, yakni dari tahun 25 sampai 220 Masehi.

Buku sejarah Hanshu karangan sejarawan Dinasti Han Timur, Ban Gu terutama mencatat 229 tahun sejarah Dinasti Han Barat, yakni dari tahun 206 Sebelum Masehi sampai tahun 23 Masehi. Buku sejarah ini merupakan karya sejarah paling penting pada masa Dinasti Han Timur.

Ban Gu dilahirkan pada tahun 32 Masehi dan meninggal dunia pada tahun 92 Masehi. Sedari kecil, Ban Gu memang dikenal pintar dan rajin belajar. Saat beranjak dewasa, Ban Gu mulai memiliki hobi membaca.

Pada masa itu, sejarah yang ditulis dalam Catatan Sejarah oleh Sima Qian hanya sampai pada tahun 91 Sebelum Masehi, yaitu masa kekuasaan Kaisar Hanwudi. Waktu itu, tidak sedikit sejarawan yang berniat meneruskan penulisan catatan sejarah itu. Akan tetapi, ayah Ban Gu, yaitu Ban Biao sangat tidak puas terhadap edisi lanjutan Catatan Sejarah hasil penulisan sekelompok sejarawan waktu itu.

Karena itu, Ban Biao mulai menulis catatan sejarah sebanyak enam puluh lima lembar sebagai edisi lanjutan Catatan Sejarah.

Setelah Ban Biao meninggal dunia, Ban Gu, yang waktu itu baru berusia 20 tahun-an, mulai membenahi naskah warisan sang ayah demi merangkumkan penulisan Catatan Sejarah. Siapa yang duga, bahwa hanya beberapa tahun setelah ia mulai menulis edisi lanjutan Catatan Sejarah, seseorang membawa Ban Gu ke hadapan Kaisar Hanmingdi dan menuduhnya telah "menulis sejarah negara tanpa mandat". Atas tuduhan itu, Ban Gu ditangkap dan harus meringkuk dalam penjara. Bahkan, naskah tulisannya juga disita.


Kemudian, adiknya yang bernama Ban Chao pergi ke ibu kota Luoyang untuk melakukan pembelaan. Bao Chao akhirnya berhasil meyakinkan pemerintah untuk membebaskan sang kakak. Usai pembebasan Ban Gu, Kaisar Hanmingdi sempat membaca naskah catatan sejarah Ban Gu yang ternyata membuat sang kaisar sangat menghargai kemampuannya. Kaisar kemudian mengangkat Ban Gu memegang suatu jabatan di ibu kota Luoyang untuk melanjutkan penyusunan buku sejarah. Sejak itulah, Ban Gu resmi melakukan penyusunan buku sejarah Hanshu.

Sebelum akhir hayatnya, melalui penyusunan yang cermat dan berulang kali selama 25 tahun, Ban Gu akhirnya dapat menyelesaikan sebagian besar buku sejarah Hanshu. Dan bagian yang belum diselesaikan Ban Gu diteruskan oleh adik perempuannya, Ban Zhao dan teman sekampungnya, Ma Xu.

Dalam buku sejarah Hanshu terdapat 12 episode yang mencatat riwayat kaisar-kaisar Dinasti Han Barat. 70 lembar mencatat riwayat tokoh-tokoh dan sejarah berbagai etnis dan negara. 10 lembar mencatat peraturan dan perundang-undangan, astronomi, geografi, dan aneka ragam gejala sosial. Selain itu, terdapat pula sejumlah catatan tentang bidang-bidang lainnya. Buku sejarah Hanshu diketahui memiliki 800.000 huruf Kanji dan catatan buku sejarah itu juga dikenal sangat kaya dan akurat.

Sebagai buku sejarah, Hanshu mengutamakan catatan yang lengkap mengenai suatu peristiwa sejarah, yaitu segala sesuatu dicatat dari awal sampai akhir cerita. Di zaman modern ini, buku itu telah memberikan kemudahan bagi sarjana sekarang dalam melakukan penelitian tentang sejarah Dinasti Han Barat. Sampai sekarang, sejarawan yang sedang meneliti sejarah Dinasti Han Barat selalu menjadikan buku sejarah Hanshu sebagai bahan acuan dasar.

Tidak ada komentar:
Write komentar