Welcome To My Website.......Terima Kasih atas kunjungan Anda Di Website Kebajikan ( De 德 )
|
Home » » Jangan Menunda Untuk Berbuat Kebajikan

Jangan Menunda Untuk Berbuat Kebajikan

Written By Kebajikan ( De 德 ) on Jumat, 19 Oktober 2012 | 13.16

Dalam kehidupan ini, kita tidak boleh menunda-nunda untuk berbuat kebajikan, sebab jika ingin berbuat satu perbuatan baik, juga butuh adanya jalinan jodoh. Yang terpenting adalah dapat menggenggam waktu dan kesempatan untuk segera berbuat. 

Sering dikatakan, " Memberi adalah lebih berbahagia daripada menerima ".
 
Oleh karena itu jika kita memiliki kesempatan untuk membantu orang lain, maka hal itu adalah orang yang sangat beruntung. Ada sebuah cerita berikut ini, pada musim dingin di Eropa sangat dingin sekali dan senantiasa turun salju lebat. 

Pada suatu hari penuh salju, ada seorang pemuda sedang menonton televisi dan mendengarkan musik, ayahnya berjalan ke sampingnya dan menepuk bahunya sambil berkata, “Anakku, apakah musik ini enak didengar?”

Pemuda ini menjawab, “Enak didengar!”, ayahnya berkata lagi, “Setelah mendengarkannya, berapa lamakah musik ini ada dalam ingatanmu?” Pertanyaan ini membuat pemuda ini tertegun sejenak. Ayahnya melanjutkan, “Apakah kamu mau melakukan sesuatu hal yang sulit terlupakan dan membawakan kebahagiaan seumur hidupmu?” Anaknya menjawab, “Hal apa itu yang sedemikian istimewanya ?.”

Ayahnya menunjuk pada rumah tetangga sebelah dan berkata, “Semalam turun salju sangat lebat, nenek di sebelah sebatang kara dan sepertinya sudah beberapa hari ini tidak ke luar belanja. Apakah kamu bisa membantu nenek itu untuk membersihkan salju di depan rumahnya?” 

Pemuda itu menjawab, “Kalau hanya membersihkan salju, apa susahnya?” Dia lalu mengambil sapu dan pergi ke rumah sebelah untuk membersihkan jalan di depannya. Ketika dia selesai membersihkan dan masuk kembali ke rumahnya sendiri, tak lama kemudian terlihat nenek sebelah membuka pintu rumah dan melongokkan kepalanya ke luar, begitu melihat jalan di depan rumahnya sudah tiada salju lagi, nenek itu menampilkan sebuah senyuman penuh suka cita, selanjutnya nenek itu ke luar rumah dengan hati-hati sambil membawa keranjang.

Ayahnya lalu berdiri di samping pemuda ini dan bertanya, “Apakah sudah kamu lihat? Nenek itu sudah ke luar rumah.” Pemuda ini berpaling dan memeluk ayahnya dengan senang sekali, “Ayah, terima kasih! Ayah telah membuatku tahu kalau membantu orang adalah sangat bahagia sekali.”    

Dua puluh tahun kemudian, pemuda ini juga telah memiliki anak, dia menceritakan kisah ini kepada puteranya. Hal yang diajarkan ayahnya dulu ini adalah sesuatu yang sulit terlupakan selama-lamanya. Jika sekarang dikenang kembali, maka mimik muka nenek itu ketika melihat depan rumahnya telah bersih dari salju, akan membuatnya teringat selama-lamanya bahwa setelah membantu orang dan menyaksikan sebuah senyuman penuh kepuasan batin, maka wajah itu adalah raut wajah tercantik di dunia. 

Sebetulnya, baik membina diri atau berbuat kebajikan, semuanya merupakan hal-hal biasa di dalam kehidupan sehari-hari. Asalkan kita mau setiap saat menjaga sebuah niat kebajikan, berusaha menunaikan kewajiban dalam segala hal dan tahu untuk mencengkam momen sekarang juga, maka batin kita akan terasa nyaman dan bebas dari beban pikiran, kehidupan juga akan menjadi semakin bermakna dan semakin indah. 



Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, maka anda dipersilahkan untuk mencetak dan mengedarkan semua artikel yang dipublikasikan pada Blog Kebajikan ( De 德 ) ini. Mengutip atau mengcopy artikel di Blog ini harus mencantumkan Kebajikan ( De 德 ) sebagai sumber artikel. 
Share this article :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2014. Kebajikan (De 德) - All Rights Reserved
Template Created by Kebajikan (De 德) Published by Kebajikan ( De 德 )
Proudly powered by Blogger