|
Welcome To My Website Kebajikan (De 德)..Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H....Dalam era kebebasan informasi sekarang, hendaknya kita dapat lebih bijak memilah, mencerna dan memilih informasi yang akurat. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan Etika dan Moral dalam kehidupan serta meningkatkan Cinta kasih tanpa pamrih pada sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia dan menyajikan keberagaman pandangan kehidupan demi meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan. Tanpa dukungan Anda kami bukan siapa-siapa, Terima Kasih atas kunjungan Anda
Home » » Ayah, Andai Aku Punya Kesempatan Menyelamatkan Nyawamu

Ayah, Andai Aku Punya Kesempatan Menyelamatkan Nyawamu

Written By Kebajikan ( De 德 ) on Sabtu, 15 Oktober 2016 | 12.31


KEBAJIKAN ( De 德 ) Saat orang yang paling kita cintai jatuh sakit atau menderita, pasti hati ini akan terasa pedih. Tak kuasa rasanya melihat orang yang paling berharga dalam hidup kita harus berjuang antara hidup dan mati.

Qiao Die, gadis berusia 11 tahun ini harus menghadapi kenyataan pahit. Seperti yang dilansir oleh english.sina.com, sang ayah Qiao Xin didiagnosis mengidap penyakit uremia bulan Juli lalu. Uremia merupakan penimbunan unsur air kencing dalam darah dan jaringan yang seharusnya dikeluarkan dengan akibat peracunan. Qiao Xin adalah tulang punggung keluarganya. Sayangnya, karena keterbatasan ekonomi, Qiao Xin tak bisa menjalani pengobatan dan perawatan untuk kesembuhannya.

Qiao Die dan ayahnya
Mengetahui kondisi sang ayah, Qiao Die jelas merasa sangat sedih. Gadis yang duduk di bangku kelas 6 SD ini pun sampai berharap ia bisa mendonorkan ginjalnya untuk sang ayah tercinta. Dengan begitu, ia bisa membuat ayahnya bertahan hidup.

Penyakit Qiao Die terdeteksi saat pada tanggal 18 Juli 2016 lalu ia tiba-tiba pingsan dan bengkelnya. Ia pun segera dilarikan ke rumah sakit. Dan ternyata Qiao Die didiagnosis menderita uremia.

Peran Qiao Die dalam keluarga sangatlah penting. Seperti yang dilansir oleh womenofchina.cn, ia harus memberi nafkah delapan anggota keluarga dari empat generasi. Termasuk buyut berusia 82 tahun dan anak berusia empat tahun. Pastinya butuh perjuangan yang besar ya menjalankan perannya sebagai kepala keluarga.

Qiao Die
Qiao Die mengatakan kalau hal yang paling membuatnya bisa bahagia adalah ayah yang bisa terus ada. Andai ia bisa, ia sangat berharap dapat mendonorkan ginjalnya untuk ayah tercintanya itu. Qiao Die dikenal sebagai anak yang cerdas. Di sekolah, ia merupakan murid yang meraih ranking tinggi. Dan setelah ayahnya jatuh sakit, ia ikut merawat ayahnya tersebut. Benar-benar anak yang berbakti, ya Sobat.

Kita doakan semoga Qiao Xin bisa segera sembuh dan kondisi keluarganya bisa terus membaik. Salam kebajikan (Sumber)
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011 - 2018. Kebajikan (De 德) - All Rights Reserved
Template Created by Kebajikan (De 德) Published by Kebajikan ( De 德 )
Proudly powered by Blogger