|
Welcome To My Website Kebajikan (De 德)..Happy Cap G Meh (十五暝)2569/2018....Dalam era kebebasan informasi sekarang, hendaknya kita dapat lebih bijak memilah, mencerna dan memilih informasi yang akurat. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan Etika dan Moral dalam kehidupan serta meningkatkan Cinta kasih tanpa pamrih pada sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia dan menyajikan keberagaman pandangan kehidupan demi meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan. Tanpa dukungan Anda kami bukan siapa-siapa, Terima Kasih atas kunjungan Anda
Home » » Bercerita Saat Makan Malam, Membantu Meningkatkan Minat Baca Anak

Bercerita Saat Makan Malam, Membantu Meningkatkan Minat Baca Anak

Written By Kebajikan ( De 德 ) on Minggu, 16 Oktober 2016 | 11.55


KEBAJIKAN ( De 德 ) -  Ketika masih anak-anak, saya sering membayangkan seperti seorang gadis kecil dalam cerita “Little House in the Big Woods,” menikmati salju manis yang disirami dengan sirup maple. Bahkan saya terus merecoki ibu supaya membawakan salju yang sudah kotor di pinggir jalan Manhattan itu untuk saya. Dan tentu saja, rengekan saya tidak berhasil.

Bertahun-tahun kemudian, setelah anak-anak selesai membaca cerita fantasi dan petualangan “Babar the Elephant” , saya izinkan permintaan anak-anak itu mencoba melemparkan kelapa. Setelah membersihkan lorong di bawah jendela, kemudian kelapa itu pun dilemparkan dari jendela lantai tiga.

Cara mengintegrasikan antara makanan dan membaca seperti ini ternyata efektif, tapi untungnya, masih banyak cara-cara lain yang lebih sederhana daripada melemparkan kelapa atau makan salju kotor.

Ketika sedang mengarang buku “Home for Dinner”, saya mencoba beberapa cara berikut ini yang bisa mengintegrasikan antara membaca dan makanan. Cara-cara sederhana ini bisa diterapkan, dan tidak memerlukan makanan-makanan yang lezat atau ke toko buku untuk membeli buku baru. Cukup pinjam buku dari perpustakaan dan sekotak makanan pizza, beres.

Makan malam sambil ngobrol dapat meningkatkan jumlah kosakata anak

Bagi anak-anak yang baru mulai belajar membaca, makan dan membaca itu memiliki hubungan yang sesuai secara bahasa. Biarkan anak-anak makan bersama setiap hari dengan segenap anggota keluarga, hal ini dapat membantu mereka mulai membaca lebih awal, dan dapat mengembangkan kemampuan pemahaman membaca yang lebih baik. Dari hasil studi selama bertahun-tahun tentang “Home – School Study of Language and Literacy Development” (studi pembelajaran bahasa dan pengembangan kemampuan tulis-baca di rumah), ditemukan bahwa percakapan saat makan malam itu bisa dengan cepat menghimpun kosa kata anak—bahkan jauh lebih efektif daripada anak-anak membaca dengan suara lantang (nyaring dan jelas).

Selain 3000 kata yang umum, kosakata-kosakata yang jarang digunakan itu justru kerap muncul dalam percakapan saat makan malam, dan frekuensi penggunaan kata-kata terkait adalah 10 kalinya daripada saat membaca buku cerita. Ketika orang tua membicarakan tentang pekerjaan mereka atau bercerita kejadian yang menarik tentang keluarga di meja makan, biasanya mereka menggunakan beberapa kosakata yang belum dipelajari tapi bisa dipahami anak-anak dari suasana di meja makan. Anak-anak yang menguasai banyaknya kosakata, dan memahami beberapa kosakata yang jarang ditemui dan lebih kompleks itu akan lebih mudah dipelajari mereka saat belajar membaca, karena mereka dapat memahami arti dari kata-kata dalam teks.

Dorong anak-anak untuk bercerita

Dari cerita yang didengar anak-anak, tidak hanya dapat meningkatkan kemampuan membaca dan pemahaman mereka, hal ini juga efektif bila anak-anak bercerita. Dalam sebuah studi berskala luas terhadap anak-anak TK, para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang mampu bercerita, tingkat ketrampilan membaca dan pemahaman mereka akan jauh lebih baik ketika mereka duduk di sekolah dasar dibanding dengan anak-anak lain yang kurang melatih ketrampilan bercerita mereka saat di TK.

Makan malam adalah waktu yang ideal bagi anak-anak untuk bercerita, sementara bagi orang tua sebaiknya manfaatkan kesempatan ini untuk mendorong mereka menceritakan hal-hal yang mereka sukai. Menurut peneliti, beberapa panduan yang sangat sederhana dapat membuat anak-anak belajar tentang cara bercerita yang lebih lama dan mengandung lebih banyak pesan positif yang bisa dipetik.

Anda bisa mengenang sejenak bersama anak tentang cerita yang pernah dilakukan bersama. Sebagai contoh misalnya, “Kamu masih ingat ketika kita lupa mengeluarkan brownies dari oven ?”

Coba ajukan beberapa pertanyaan terbuka, misalnya “bagaimana” dan “mengapa”, bukan berupa pertanyaan yang bisa dijawab “ya” atau “tidak/bukan” dengan singkat dan sederhana.

Di sela-sela mendengarkan anak bercerita, Anda bisa menceritakan kembali pada saat yang sesuai kisah yang diceritakannya tadi, selain itu, Anda juga bisa bersama dengannya menceritakan kisah yang ingin diceritakan itu dengan lebih lama dan ceritakan dengan baik serta mengesankan, tapi ingat, sebaiknya biarkan si anak yang berperan sebagai pencerita utama kisah yang ingin diceritakan, bukan ditentukan oleh Anda selaku orang tuanya.

Selain itu, hasil studi terkait juga menemukan, bahwa anak-anak yang telah terlatih, jumlah kosakata yang dikuasainya itu akan lebih banyak satu tahun kemudian, dan bisa bercerita tentang hal-hal yang lebih rumit. Salam kebajikan (Sumber)
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011 - 2018. Kebajikan (De 德) - All Rights Reserved
Template Created by Kebajikan (De 德) Published by Kebajikan ( De 德 )
Proudly powered by Blogger