|
Welcome To My Website Kebajikan (De 德)......Mohon Maaf Blog ini masih dalam perbaikan....Dalam era kebebasan informasi sekarang, hendaknya kita dapat lebih bijak memilah, mencerna dan memilih informasi yang akurat. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan Etika dan Moral dalam kehidupan serta meningkatkan Cinta kasih tanpa pamrih pada sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia dan menyajikan keberagaman pandangan kehidupan demi meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan. Tanpa dukungan Anda kami bukan siapa-siapa, Terima Kasih atas kunjungan Anda

Kamis, 22 Desember 2016

Aksesoris Natal


KEBAJIKAN ( De 德 ) -  Mbah Tukri : "Mbah Wel, saya mau protes keras ke atasan anakku..."

Mbah Wel : "Ada apa gerangan yang mengganggumu..?"

Mbah Tukri : "Masak anakku disuruh mengenakan aksesoris Natal. Padahal anakku bukan beragama Kristen. Begitu pula dengan teman anakku yang beragama Buddha, diberikan pakaian sinterklas dan disuruh berlakon sebagai sinterklas, seorang kakek tambun berjanggut putih ..."

Mbah Wel : "Memangnya ada yang salah?"

Mbah Tukri : "Itu namanya pelecehan terhadap agama..."

Mbah Wel : "Dimana letak pelecehannya...?"

Mbah Tukri : "Saya takut anakku dianggap manusia murtad dan mungkin-mungkin saja bisa berubah keyakinan menjadi seorang Kristiani..."

Mbah Wel : "Mbah terlalu berlebihan... Masak dengan mengenakan aksesoris Natal serta merta dapat mengubah keyakinan seseorang? Jangan salahkan aksesoris Natal-nya mbah... Yang salah itu manusianya..."

Mbah Tukri : "Itu haram menurut fatwa MUI..."

Mbah Wel : "Fatwa MUI itu bukan hukum positif yang mengikat di negara kita. Sebagai warga negara yang baik, kita harus mengamalkan dan mematuhi apa yang tercantum dalam Pancasila, UUD '45 dan Undang-Undang beserta turunannya..."

Mbah Tukri : "Tapi saya takut anakku dilecehkan teman-temannya karena disangka sudah berpindah keyakinan..."

Mbah Wel : "Berarti yang salah itu teman-temannya yang berpikiran picik dan bersikap intoleran. Mereka tidak cocok hidup dan tinggal di negara kita yang memiliki keberagaman suku, agama dan budaya. Mbah Wel tidak boleh menjadi seorang perusak kedamaian di negeri ini..."

Mbah Tukri : "Mengapa mbah membela orang kristen padahal mbah bukan beragama Kristen?"

Mbah Wel : "Saya ini tidak membela siapa-siapa... Saya hanya membela keadilan dan menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika. Saya cinta damai dan mengharamkan sesuatu yang bersifat permusuhan..."

Mbah Tukri : "Jadi menurut mbah, apa yang dilakukan mereka yang non Kristen, dengan mengenakan aksesoris Natal itu tidak salah? Bukankah mereka dapat dianggap murtad karena mengenakan aksesoris Natal?"

Mbah Wel : "Tentunya tidak salah... Apakah dengan mengenakan koteka, kita langsung dianggap sebagai orang Papua? Apakah dengan mengenakan pakaian adat Betawi, seseorang akan dianggap orang Betawi?"

Mbah Tukri : "Upsss..."

Mbah Wel : "Kalau setuju dengan pendapatku, itu bagus. Namun jika tidak setuju, yah mohon jangan diboikot produk saya."

Mbah Tukri : "Memangnya apa produk milik mbah?"

Mbah Wel : "Facebook..."

Mbah Tukri : "Upsss.... Upsss...."  Salam kebajikan #firmanbossini