|
Welcome To My Website Kebajikan (De 德)..Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H....Dalam era kebebasan informasi sekarang, hendaknya kita dapat lebih bijak memilah, mencerna dan memilih informasi yang akurat. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan Etika dan Moral dalam kehidupan serta meningkatkan Cinta kasih tanpa pamrih pada sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia dan menyajikan keberagaman pandangan kehidupan demi meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan. Tanpa dukungan Anda kami bukan siapa-siapa, Terima Kasih atas kunjungan Anda
Home » » Kebijakan Kuno untuk Tidur yang Berkualitas Bag. 1

Kebijakan Kuno untuk Tidur yang Berkualitas Bag. 1

Written By Kebajikan ( De 德 ) on Minggu, 25 Desember 2016 | 15.21


KEBAJIKAN ( De 德 ) -  Manusia menghabiskan hampir sepertiga waktu kehidupannya untuk tidur. Tidur yang berkualitas baik memainkan peran yang sangat penting dalam kehidupan yang sehat.

Apa yang terjadi saat tidur? Tubuh akan merasa relaks, mengembalikan, dan membangun kembali vitalitas tubuh selama tidur. Setelah mendapatkan tidur malam yang baik, Anda akan bangun dengan perasaan segar. Hal ini dikarenakan banyak mekanisme tubuh yang terjadi selama tidur, yang memulihkan dan membangun kembali tubuh Anda.

Misalnya, saat tidur, tubuh Anda memproduksi hormon pertumbuhan lebih banyak, yang penting dalam membakar lemak dan mengembangkan otot tanpa lemak.

Tidur juga merupakan waktu bagi tubuh untuk melakukan regulasi yang rumit dari fungsi sistem kekebalan tubuh. Studi menunjukkan, ketika orang kurang tidur atau waktu tidur mereka terbatasi dengan kronis, jumlah sel-T mereka akan menurun dan sitokin inflamasi mereka akan meningkat. Mereka menjadi rentan terhadap pilek atau flu.

Selama tidur yang lelap, otot-otot menjadi rileks dan pembuluh darah melebar, sirkulasi darah yang lebih baik meningkat, dan otak memproses informasi. Oleh karena itu, tidur bukanlah proses pasif, tapi aktif, yang menjadi bagian integral dari kehidupan manusia.

Seberapa banyak tidur?

Seberapa banyak waktu tidur itu tergantung pada usia individu. Semakin tua usia, semakin sedikit membutuhkan waktu tidur. Bayi memerlukan 14 sampai 15 jam tidur, balita membutuhkan 12 sampai 14 jam tidur, anak-anak usia sekolah membutuhkan 10 sampai 11 jam tidur, dan orang dewasa memerlukan 7 sampai 9 jam tidur.

Orang yang kronis kurang tidur, yang tidurnya berkualitas rendah secara kronis, serta wanita hamil, mungkin perlu peningkatan jumlah waktu tidur. Orang yang berusia lebih tua mungkin memiliki waktu tidur yang terganggu dan memerlukan tidur di siang hari.

Secara umum, orang dewasa yang tidur kurang dari enam jam dan lebih dari sembilan jam, mungkin memiliki umur lebih pendek.

Penelitian awal berfokus pada apa yang terjadi jika seseorang kurang tidur selama 48 sampai 96 jam. Gejalanya termasuk mengantuk, rambut rontok, mudah marah, bergolak, dan psikosis.

Saat ini, para peneliti telah mengalihkan fokusnya pada pembatasan tidur, meneliti apakah yang terjadi pada orang yang jam tidurnya kurang dari enam jam setiap malam. Beberapa orang cenderung menjadi hiperaktif dan gelisah di siang hari, sementara yang lain menjadi lelah dan mengantuk.

Para dokter bingung apakah mereka harus memberikan pasien obat perangsang mental untuk menjaga mereka tenang dan waspada. Pertanyaan lain adalah, apa yang benar-benar kehilangan dalam hal kesehatan mereka?

Waktu terbaik untuk tidur

Pedoman kebersihan tidur saat ini menyarankan orang agar pergi tidur pada waktu yang sama dan bangun pada waktu yang sama, namun sangat sedikit peneliti yang berfokus pada jam berapa orang harus pergi ke tempat tidur. Dr. Chritian Gulleminault dari Stanford University melakukan studi pendahuluan terhadap delapan pria yang menghabiskan satu minggu tidur di laboratorium.

Penelitiannya melacak perilaku dan tingkat fungsi mereka dengan simulasi mengemudi dan mengambil tes memori dan untuk tetap terjaga. Subyek diizinkan tidur selama delapan setengah jam untuk dua malam dan hanya empat jam untuk tujuh malam lainnya.

Satu kelompok mendapat tidur mulai pukul 22:30 hingga 02:30 selama tujuh malam. Kelompok lainnya mulai pukul 02:15-06:15. Seperti yang mungkin Anda duga, pembatasan tidur memengaruhi semua peserta. Hasil tes terjaga diambil sehari setelah tidur dela¬pan setengah jam sangat berbeda dengan hasil pada hari terakhir kurang tidur.

Namun hasilnya juga berbeda diantara kedua kelompok tersebut. Skor bagi kelompok tidur lebih awal pada tes terjaga secara signifikan lebih baik daripada kelompok tidur larut malam.

Kelompok pagi juga memiliki tingkat efisiensi tidur yang berkualitas (persentase waktu yang dihabiskan tidur 4 jam) dan latensi tidur (jumlah waktu yang dihabiskan untuk tertidur).

Sementara hasil ini tidak cukup untuk memberitahu kita kapan waktu terbaik untuk tidur, mereka menunjukkan bahwa tidur pada waktu yang berbeda akan menghasilkan hasil yang berbeda.  (Dr. Yang adalah seorang dokter, psikiater bersertifikat, dan ahli internasional tentang ragam klasik pengobatan tradisional Tiongkok). Salam kebajikan (Sumber)

Bersambung
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011 - 2018. Kebajikan (De 德) - All Rights Reserved
Template Created by Kebajikan (De 德) Published by Kebajikan ( De 德 )
Proudly powered by Blogger