|
Welcome To My Website Kebajikan (De 德)......Mohon Maaf Blog ini masih dalam perbaikan....Dalam era kebebasan informasi sekarang, hendaknya kita dapat lebih bijak memilah, mencerna dan memilih informasi yang akurat. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan Etika dan Moral dalam kehidupan serta meningkatkan Cinta kasih tanpa pamrih pada sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia dan menyajikan keberagaman pandangan kehidupan demi meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan. Tanpa dukungan Anda kami bukan siapa-siapa, Terima Kasih atas kunjungan Anda

Kamis, 23 Maret 2017

Kisah Mengharukan: Kebaikan Itu Tak Memandang Kamu Siapa


KEBAJIKAN ( De 德 ) Kisah mengharukan ini terjadi pada 6 Februari 2017 lalu di Beaverton, Ontario, Kanada.

Seorang anak laki-laki 8 tahun yang ikuti ayahnya memancing dalam kondisi salju yang tebal terlihat sedang menunggu pancingannya dengan sabar.

Namun, setelah hampir berjam-jam menunggu, masih tidak terlihat tanda-tanda umpan pancingnya disambar ikan.

Sebagai anak-anak, sudah pasti dia akan merasakan bosan dan kecewa. Seorang pria tak dikenal yang duduk dekat dengannya merasakan kondisi anak tersebut dan si pria itu berniat untuk menolong si anak.

Pancingan dimakan ikan
Pria tersebut memanggil anak tersebut dan mengatakan bahwa pancingannya dimakan ikan.
Pria tersebut menambahkan, “Kali ini, kamu angkat tangkapan ikan ini.”

Anak-anak tersebut tampak begitu bersemangat menggulung senar pancing dalam usaha untuk menaikkan ikan tersebut. Dan yang sangat menggembirakan adalah, ikan tersebut tampaknya cukup besar mengingat batang pancing tersebut membengkok.

Setelah beberapa saat, anak tersebut berhasil menaikkan ikan dan benar, itu sangat besar!
Ayah si anak tersebut sangat menghargai tindakan pria yang tidak dikenal itu untuk menggembirakan hari anaknya, Meskipun berbagai kemungkinan bisa terjadi ketika seorang anak menaikkan ikan sebesar itu.

“Saya harap saya bisa mengetahui nama pria tersebut dan minum dengannya!” Katanya.

Sebenarnya, kebaikan itu merupakan satu bahasa yang tidak memerlukan pengenalan tetapi mampu untuk disebarkan kepada siapa saja. Salam kebajikan (Sumber)