|
Welcome To My Website Kebajikan (De 德)..Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H....Dalam era kebebasan informasi sekarang, hendaknya kita dapat lebih bijak memilah, mencerna dan memilih informasi yang akurat. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan Etika dan Moral dalam kehidupan serta meningkatkan Cinta kasih tanpa pamrih pada sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia dan menyajikan keberagaman pandangan kehidupan demi meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan. Tanpa dukungan Anda kami bukan siapa-siapa, Terima Kasih atas kunjungan Anda
Home » » Menjadi Bijak

Menjadi Bijak

Written By Kebajikan ( De 德 ) on Selasa, 14 Maret 2017 | 13.05


KEBAJIKAN ( De 德 ) Suatu ketika, seorang pemuda akan meninggalkan padepokan tempatnya menuntut ilmu dan sekaligus kampung halamannya untuk menetap di kota lain karena urusan pekerjaan. Agar dapat menikmati pekerjaan, suasana dan tempat tinggalnya yang baru, pemuda ini meminta nasehat dari sang guru, Opung Toba, seorang guru spiritual yang terkenal dengan kebijaksanaannya.

Opung Toba memberikan beberapa petuah :

"Saya mengajarmu bukan untuk menjadikan dirimu menjadi orang benar, sebab orang benar selalu melakukan segala sesuatu yang menurutnya benar. Padahal kebenaran itu adalah sesuatu yang relatif (berubah), tidak ada yang absolut (pasti). Orang benar menilai semua pendapat yang tidak sesuai dengan pandangannya adalah salah. Dia akan terbelenggu dengan kebenaran dirinya..."

"Saya mengajarmu bukan untuk menjadikan dirimu menjadi orang baik, karena orang baik cenderung mudah menerima pendapat orang lain tanpa filter (penyaring), selalu berprasangka dan berpikiran positif, bahkan terhadap orang yang ingin menipunya. Tidak jarang membiarkan dirinya dikhianati berkali-kali tanpa pernah mau mengoreksi diri dan tidak mawas diri..."

"Saya mengajarmu bukan untuk menjadikan dirimu menjadi orang pintar, sebab kepintaran itu tiada batasnya. Di atas langit masih ada langit. Orang pintar cenderung menjadi egois jika tidak dibarengi dengan kemampuan mengolah hati yang benar dan keimanan yang kuat..."

"Saya mengajarkan dirimu bukan untuk menjadi orang kaya atau terkenal. Sebab orang kaya atau terkenal cenderung menjadi manusia sombong. Selalu menganggap dirinya lebih hebat dari yang lain. Ada tenggat masa seseorang berada dalam posisi nyaman ini. Kaya dan terkenal itu tidak kekal..."

Sang Guru berkata lagi : "Namun saya mengajarmu untuk menjadi orang bijak sebab orang bijak pasti memiliki pandangan luas jauh ke depan. Orang bijak dapat melihat segala sesuatu secara objektif, dari berbagai sudut pandang yang berbeda, tidak berpikir hanya berdasarkan kebenaran dirinya sendiri. Namun mampu melihat pendapat beragam dari orang lain, bahkan dari orang yang berseberangan dengannya..."

Sobatku yang budiman...

Memang sulit menjadi orang bijak karena mereka harus memiliki kemampuan melihat dan menerawang menembus alam subjektifitas dirinya yang cenderung egois dan mau menang sendiri.

Orang bijak selalu menilai semua pemikiran secara objektif, baik sisi positif maupun negatif dari suatu pendapat. Orang bijak akan mengeluarkan statement, opini dan pendapat dengan penuh pertimbangan, berdasarkan semua sisi baik dan buruk yang mungkin muncul.

Orang bijak itu laksana neraca (timbangan) yang berupaya menyeimbangkan dirinya agar selalu adil dan tidak berpihak, tidak terjerumus ke dalam posisi like or dislike.

Kebijaksanaan itu adalah kekal dan abadi...Salam kebajikan #firmanbossini
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011 - 2018. Kebajikan (De 德) - All Rights Reserved
Template Created by Kebajikan (De 德) Published by Kebajikan ( De 德 )
Proudly powered by Blogger