|
Welcome To My Website Kebajikan (De 德)..Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H....Dalam era kebebasan informasi sekarang, hendaknya kita dapat lebih bijak memilah, mencerna dan memilih informasi yang akurat. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan Etika dan Moral dalam kehidupan serta meningkatkan Cinta kasih tanpa pamrih pada sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia dan menyajikan keberagaman pandangan kehidupan demi meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan. Tanpa dukungan Anda kami bukan siapa-siapa, Terima Kasih atas kunjungan Anda
Home » » Berbalik Badan

Berbalik Badan

Written By Kebajikan ( De 德 ) on Senin, 03 April 2017 | 15.44


KEBAJIKAN (De 德) Ketika kita berusaha keras menuju ke suatu arah, memusatkan segenap perhatian dan acap kali mengabaikan yang lain. Memusatkan perhatian seperti ini adalah manifestasi dari keuletan, namun pada saat itu, tidak ada kesempatan untuk berbalik badan mungkin merupakan pilihan yang lebih baik.

Saya pernah membaca sebuah novel, peran utamanya seorang perempuan yang hidup demi membalas dendam. Rencananya telah dia susun rapi, tetapi dalam proses realisasinya setahap demi setahap rencana pembalasannya itu, telah melukai banyak orang tak berdosa.

Ketika sudah merasakan keletihan jiwa dan raga, pada akhirnya dia memutuskan akan memberikan pengampunan, saat itu ia baru menemukan perasaan yang benar-benar tenang. Dari balas dendam berubah menjadi pengampunan, itu adalah berputar atau berbalik badan yang paling tuntas.

Segala hal di dalam kehidupan ini, baik atau buruk adalah separuh-separuh. Matahari menerangi kita, tetapi sinar mentari itu meninggalkan bayangan di belakang tubuh kita, maka dari itu tidak ada penerangan yang 100% terang. Tidak peduli menggunakan kecepatan seberapa pun untuk berlari ke depan, juga tak bisa meninggalkan bayangan yang menyertai kita. Tetapi melalui cara yang sederhana sekali dengan berbalik badan, juga bisa menerangi belakang tubuh kita.

Maka dari itu, kerap kali sewaktu kita berbalik badan, itu bukan karena lemah dan takut, melainkan sebuah kecerdasan. Di waktu yang sesuai, kita memilih meninggalkannya, mungkin kita akan kehilangan sinar terang untuk sesaat, tetapi yang kita tinggalkan juga mungkin adalah bayangan tubuh yang paling indah.

Dalam kehidupan ini, jika kita bisa belajar bagaimana berbalik badan, barulah kita bisa memberikan kemurahan hati kita kepada orang lain, dan menyisakan ruangan gerak bagi diri kita, juga barulah kita bisa mendapatkan corak warna yang lebih banyak dalam kehidupan ini.
Salam kebajikan (Sumber)
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011 - 2018. Kebajikan (De 德) - All Rights Reserved
Template Created by Kebajikan (De 德) Published by Kebajikan ( De 德 )
Proudly powered by Blogger