|
Welcome To My Website Kebajikan (De 德)..Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H....Dalam era kebebasan informasi sekarang, hendaknya kita dapat lebih bijak memilah, mencerna dan memilih informasi yang akurat. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan Etika dan Moral dalam kehidupan serta meningkatkan Cinta kasih tanpa pamrih pada sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia dan menyajikan keberagaman pandangan kehidupan demi meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan. Tanpa dukungan Anda kami bukan siapa-siapa, Terima Kasih atas kunjungan Anda
Home » » Kapal Layar

Kapal Layar

Written By Kebajikan ( De 德 ) on Sabtu, 15 April 2017 | 12.43


KEBAJIKAN ( De 德 ) Pikiran manusia itu diibaratkan adalah nakhoda dan tubuh manusia adalah kapal layar. Sebuah kapal dibuat dengan susah payah dan penuh ketelitian agar dapat berlayar di tengah samudera, bukan hanya berdiam di atas dermaga.

Manusia tercipta untuk berlayar mengarungi samudera kehidupan, bukan hanya berdiam diri dan menunggu kehidupan ini berakhir.

Saat mengarungi samudera, kapal layar pasti akan menjumpai ombak besar maupun kecil dan mungkin saja bertemu dengan badai yang dapat menenggelamkan kapal. Di saat inilah, diperlukan keahlian dan keteguhan hati dari seorang nakhoda untuk menghadapi semua rintangan ini. 

Seorang nakhoda yang lemah dan penakut tidak akan mampu melewatinya. Sebaliknya seorang nakhoda yang tangguh dan pemberani pasti akan melaluinya dengan sempurna, sedikit terombang-ambing namun tidak sampai terseret ombak hingga menyebabkan kapal menjadi karam.

Demikian juga dengan kehidupan ini, begitu banyak rintangan dan hambatan silih berganti menerpa. Kita harus memiliki keteguhan dan kekuatan iman untuk tetap bertahan berjalan di rel kebenaran, tidak terseret dan terjerumus ke dalam perbuatan jahat,

Teruslah mengembangkan layar dan nikmatilah perjalanan kehidupan ini hingga sampai ke tujuan, hingga berakhirnya waktu yang sudah digariskan oleh Sang Pencipta.

Sobatku yang budiman...

Jangan takut terjatuh, terluka dan melakukan kesalahan, sebab setiap kejatuhan, kelukaan dan kesalahan yang pernah diperbuat, sejatinya merupakan bagian terpenting dari serangkaian proses dalam pembentukan kepribadian yang tangguh dan bermartabat.

Jangan terlalu menyesali semua kesalahan yang pernah terjadi. Jadikan sebagai bahan koreksi dan introspeksi diri. Namun jangan sampai berulang kali melakukan kesalahan yang sama.

Sesungguhnya mendung tercipta bukan sekadar membuat langit menjadi gelap, namun mendung itu hadir untuk memberi kabar gembira kehadiran sejuknya air hujan yang akan turun ke bumi.

Luka bukan hanya semata untuk membuat kita tersiksa, menderita dan menangis, namun luka itu tercipta untuk menyadarkan bahwa kita hanyalah manusia biasa yang tidak sempurna, manusia yang harus terus belajar dari pengalaman agar menjadi manusia yang kuat dan tangguh. Genggam dan jangan lepaskan apa yang sudah menjadi keyakinan hidup kita.

Indahnya kehidupan, bukan bergantung dari banyaknya harta, jabatan dan kesenangan yang mampu diraih. Namun bergantung dari cara kita untuk mensyukuri, memaknai dan menikmati apa yang sudah tersedia untuk kita. Salam kebajikan #firmanbossini
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011 - 2018. Kebajikan (De 德) - All Rights Reserved
Template Created by Kebajikan (De 德) Published by Kebajikan ( De 德 )
Proudly powered by Blogger