|
Welcome To My Website Kebajikan (De 德)..Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H....Dalam era kebebasan informasi sekarang, hendaknya kita dapat lebih bijak memilah, mencerna dan memilih informasi yang akurat. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan Etika dan Moral dalam kehidupan serta meningkatkan Cinta kasih tanpa pamrih pada sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia dan menyajikan keberagaman pandangan kehidupan demi meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan. Tanpa dukungan Anda kami bukan siapa-siapa, Terima Kasih atas kunjungan Anda
Home » » Ayah Ini Selalu Menggendong Anaknya Sambil Bekerja, Istrinya Telah Tiada

Ayah Ini Selalu Menggendong Anaknya Sambil Bekerja, Istrinya Telah Tiada

Written By Kebajikan ( De 德 ) on Jumat, 12 Mei 2017 | 14.28


KEBAJIKAN ( De 德 )Menjaga dan merawat anak-anak bukanlah pekerjaan yang mudah, dan tidak semua orang tua bisa mengesampingkan sementara pekerjaannya, untuk mengurus anak-anak di rumah.

Namun, masih banyak orang tua yang harus bekerja sambil merawat anaknya karena tekanan ekonomi, dan demi sesuap nasi, sesulit dan sekeras apapun tetap harus berjuang keras untuk hidup.

Baru-baru ini, beberapa foto yang diposting netizen ke media sosial menjadi viral, pasalnya di balik punggung seorang ayah yang menggendong anaknya sambil bekerja. Pada foto tersebut membuat miris orang yang melihatnya, kisah sedih dan nyata ini terjadi di sebuah lokasi konstruksi di Lang Son, Vietnam.

 

Supaya anaknya tetap terpantau olehnya saat kerja, ayah pekerja kontruksi ini sengaja menggendong anaknya di punggung. Kemudian ia mulai bekerja mengangkat material konstruksi, beban kerja yang sekilas tampak manis ini membuat orang-orang yang melihatnya pun merasa miris.

Tampak sang ayah bolak balik mengangkat karung semen. Ia bersikeras menggendong anaknya di punggung, tidak mau meletakkan di samping tempatnya kerja, karena khawatir lokasi konstruksi sangat berisiko dan takut anaknya cedera. Meskipun bebannya sudah cukup berat saat mengangkat karung semen, tapi ia bersikeras tetap bisa kerja kendati sambil menggendong anaknya di punggung.

Mungkin anda akan penasaran dimana ibunya anak itu? Mengapa bukan ibu yang merawat anaknya di rumah?

Mendengar ada yang menanyakan tentang ibu anak itu, ia hanya tersenyum hambar.

“Ibunya sudah tiada,” katanya bergetar dengan raut wajah pilu, orang-orang pun tidak bertanya lagi karena hanya akan membangkitkan kesedihannya.

Mungkin ada yang tidak setuju kerja di lokasi konstruksi sambil membawa anak, tapi seperti yang kita dengar di atas, bagaimanapun juga si ayah ini tetap harus membawa anaknya, karena menurutnya ini adalah cara yang paling aman bisa kerja sambil menjaga anaknya.

Si anak yang tidak tahu apa-apa ini mungkin tidak akan ingat dirinya bersama sang ayah banting tulang bekerja keras di bawah sinar matahari yang membakar, tapi mungkin dia bisa merasakan punggung ayah yang hangat dan kokoh, serta wujud kasih sayang ayah yang kuat ini.

 

Cinta kasih ayah bagaikan gunung, dan ayah selamanya adalah sandaran kita. Dalam benak dan kesan kita, mungkin ayah adalah sosok orang yang tidak banyak bicara, dan kurang bisa mengekspresikan gejolak atau suasana hatinya.

Terkadang malah mengajar kita dengan serius tentang logika kehidupan, ayah adalah pohon besar yang mutlak dibutuhkan dalam keluarga, ia menahan segala sesuatu yang buruk bagi kita, dan tidak peduli betapa sulitnya, ia (Ayah) akan berusaha melindungi anak-anaknya terhindar dari bahaya apapun.

Dari balik punggung ayah ini, secara sempurna menunjukkan cinta kasih terhadap anaknya, dan menyenuh hati orang-orang yang kebetulan melihatnya di lokasi konstruksi. Sosok seorang ayah yang hebat! Salam kebajikan (Sumber)
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011 - 2018. Kebajikan (De 德) - All Rights Reserved
Template Created by Kebajikan (De 德) Published by Kebajikan ( De 德 )
Proudly powered by Blogger