|
Welcome To My Website Kebajikan (De 德)..Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H....Dalam era kebebasan informasi sekarang, hendaknya kita dapat lebih bijak memilah, mencerna dan memilih informasi yang akurat. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan Etika dan Moral dalam kehidupan serta meningkatkan Cinta kasih tanpa pamrih pada sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia dan menyajikan keberagaman pandangan kehidupan demi meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan. Tanpa dukungan Anda kami bukan siapa-siapa, Terima Kasih atas kunjungan Anda
Home » » Konsisten

Konsisten

Written By Kebajikan ( De 德 ) on Rabu, 31 Mei 2017 | 19.51


KEBAJIKAN ( De 德 ) -  Seorang pelari jarak jauh (maraton) memiliki kiat agar dapat berlari sejauh 42,195 km dalam rentang waktu lebih dari dua jam, tanpa berhenti.

Saat meninggalkan garis start, mereka tidak akan pernah memaksakan diri untuk berlari secepat-cepatnya, meninggalkan pelari lainnya. Jika ini tetap dipaksakan, maka hampir dapat dipastikan, pelari ini tidak akan mampu menyentuh garis finish di urutan pertama atau bahkan harus berhenti di tengah lomba karena kehabisan nafas.

Seorang pelari yang berpengalaman akan mengatur langkahnya sedemikian rupa sehingga tetap konsisten dan menstabilkan kecepatan kakinya sejak awal lomba hingga mendekati garis finish.

Mereka selalu berkonsentrasi penuh atas setiap derap langkah kakinya dan memfokuskan diri dalam mengatur nafas. Sesekali melirik ke depan dan belakang, sekedar untuk mengetahui posisinya di antara pelari lainnya.

Seorang pemenang adalah mereka yang mampu mensinkronkan semua aktifitas dalam kesatuan pikiran dan keteraturan langkah.

Sobatku yang budiman...

Saat melangkah bersama dengan orang lain, kita harus selalu fokus dengan langkah kaki sendiri. Jangan mudah terpengaruh oleh langkah orang lain.

Sama seperti pelari maraton di atas, kita boleh saja melirik orang-orang yang berada di belakang, dan boleh juga mengamati orang-orang yang persis berada di depan kita.

Namun...

Kita tidak boleh terlalu sering melirik ke belakang, sebab sebuah batu kecil di depan kita, akan mampu membuat kita tersandung, jatuh dan mengalami cedera.

Kita juga tidak boleh terpaku dan terfokus kepada mereka yang berada di depan, sebab kita dapat saja menabrak orang-orang di depan kita hingga jatuh terjerembab, jika tiba-tiba saja mereka menghentikan langkahnya.

Jadikanlah mereka yang berada di belakang dan di depan kita sebagai “teman seperjalanan" untuk melangkah bersama-sama sesuai dengan pola dan ritme langkah masing-masing,

Jangan menjadikan langkah mereka menjadi acuan. Kita sudah memiliki pola sendiri. Ritme langkah yang kita buat sendiri harus disesuaikan dengan kemampuan fisik dan keinginan hati.

Keberhasilan dalam hidup kita bukan ditentukan, terutama dari sejauh mana kita melangkah, namun dari sekuat apa konsistensi kita dalam melangkah.

Pertahankan dan konsistenlah dengan semua perbuatan baik dan perilaku positif, yang telah dan akan kita lakukan, untuk diri dan sesama umat manusia. Salam kebajikan #firmanbossini
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011 - 2018. Kebajikan (De 德) - All Rights Reserved
Template Created by Kebajikan (De 德) Published by Kebajikan ( De 德 )
Proudly powered by Blogger