|
Welcome To My Website Kebajikan (De 德)..Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H....Dalam era kebebasan informasi sekarang, hendaknya kita dapat lebih bijak memilah, mencerna dan memilih informasi yang akurat. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan Etika dan Moral dalam kehidupan serta meningkatkan Cinta kasih tanpa pamrih pada sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia dan menyajikan keberagaman pandangan kehidupan demi meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan. Tanpa dukungan Anda kami bukan siapa-siapa, Terima Kasih atas kunjungan Anda
Home » » Xiao Nian Kuai Le (小年快乐) Tahun Baru Kecil 2569 / 2018

Xiao Nian Kuai Le (小年快乐) Tahun Baru Kecil 2569 / 2018

Written By Kebajikan ( De 德 ) on Rabu, 07 Februari 2018 | 22.05


KEBAJIKAN ( De 德 ) Xiao Nian Kuai Le (小 年 快乐) atau Selamat Tahun Baru Kecil adalah Perayaan Tahun Baru kecil Imlek yang biasanya dilakukan 7 hari menjelang Tahun Baru Imlek atau tanggal 23 bulan 12 (Cap Ji Gwee Ji Sha) dengan mengadakan sembahyang mengantar Dewa Dapur (Co Kun Kong) Dewa yang mengawasi karakter moral dari setiap rumah tangga, yang tahun ini jatuh pada tanggal 09 Februari 2018.

Ritual ini merupakan salah satu ritual sangat penting bagi etnis Tionghoa yang masih memegang teguh budaya leluhur, serta cukup meriah karena berdekatan dengan festival menyambut Tahun Baru Imlek. 

 
Ada sebuah Pepatah adat kuno mengenai tata cara persiapan untuk menyambut Tahun Baru Imlek. Pepatah itu berbunyi : "Tujuh hari sebelum Tahun Baru Imlek atau tanggal dua puluh tiga menyediakan "Tang gua" untuk Dewa Dapur; menyapu dan membersihkan rumah pada tanggal dua puluh empat, menggoreng tahu pada tanggal dua puluh lima, membeli daging, pada tanggal dua puluh enam, menyembelih ayam pada tanggal dua puluh tujuh, mengaduk tepung membuat mantou pada tanggal dua puluh delapan, mengukus mantou pada dua puluh sembilan, dan pada malam menjelang Tahun Baru Imlek, membuat "Jiaozi" untuk dijadikan hidangan dan dimakan bersama-sama serta begadang sepanjang malam dan melakukan kunjungan pada Hari Tahun Baru ".

 

Ada banyak kebiasaan yang terkait dengan menghormati Dewa Dapur dan menentukan tanggal Perayaan Dewa Dapur. Di masa lalu, Xiao Nian dirayakan  pada hari yang berbeda (misalnya, kaisar dan bangsawan akan melakukannya lebih awal dari orang biasa). Di timur laut Tiongkok, selalu di tanggal 23 bulan 12  dalam kalender Tionghoa. Penetapan tanggal festival berbeda antara penduduk Tiongkok Selatan dan Utara. Di Utara, penduduk merayakannya pada Imlek tanggal 23 bulan 12, sementara penduduk Selatan pada Imlek tanggal 24 bulan 12.

Tanggal perayaan juga berbeda berdasarkan pada profesi seseorang, Karyawan pemerintah memberikan persembahan kepada Dewa Dapur pada tanggal 23, masyarakat umum pada tanggal 24, dan masyarakat nelayan pada tanggal 25.

Masyarakat Tionghoa di Indonesia yang merayakan Song Wang pada penanggalan Imlek tanggal 24 bulan 12. Yang harus diingat bahwa, Festival ini tidak dirayakan oleh keluarga yang sedang berada dalam masa berkabung.
  

Hari itu dipercaya sebagai festival menghantarkan Dewa Dapur Zao Jun ke surga untuk melaporkan tugasnya selama setahun di bumi kepada Tian / Tuhan.

Saat itu Co Kun (Dewa Dapur) akan melapor kepada Tuhan tentang perilaku moral keluarga yang dilihatnya selama setahun, bila laporannya baik maka saat Co Kun turun ke Bumi (tanggal 4 Cia Gwe/ hari ke 4 Imlek) maka penghuni rumah akan mendapat berkah dari Tuhan, kalau laporannya buruk, maka musibah/ bencana akan melanda keluarga tersebut.

Dari sudut pandang ini, maka Dewa Dapur akan selalu mengawasi dan melindungi rumah tangga selama satu tahun. Hubungan dekat Dewa Dapur dengan Tahun Baru Imlek telah menghasilkan Festival Dewa Dapur yang disebut juga Tahun Baru Kecil. Meskipun sekarang ini sangat sedikit keluarga yang masih memberikan persembahan kepada Dewa Dapur.

Oleh karena itulah pada hari itu biasanya ada upacara mengatur sang Dewa Co Kun dengan altar sembahyangnya diberi sesaji lebih lengkap. Yang dipersembahkan berupa makanan kecil serba manis seperti manisan, gula-gula dan kue kue keranjang (Nian Gao), karena menurut kepercayaan jika Dewa Dapur diberi makanan yang serba manis agar kenyang, maka hanya akan melaporkan yang “manis-manis” kepada Tuhan.

Tulisan kuno menunjukkan bahwa Dewa Api, bentuk paling awal dari Dewa Dapur, digunakan jauh sebelum kompor diciptakan. Zhu Rong, Dewa Api China kuno adalah Dewa rakyat yang populer dan memiliki kuil paling banyak yang dibangun untuk menghormatinya. Batu berjajar lubang-lubang api, sebagai bentuk awal dari kompor batu bata, masih umum digunakan di antara etnis minoritas Cina, sehingga orang-orang di wilayah ini membuat persembahan kepadanya.

Ketika sebuah keluarga membuat persembahan kepada Dewa Dapur, hal itu adalah dengan harapan bahwa ia akan meminta pada Tuhan untuk melindungi rumah tangga mereka. Menurut sebuah pepatah lama, " Jika perbuatan baik dilaporkan, maka keselamatan bumi bisa dipastikan." 

Dalam salah satu tradisi yang paling khas dari Festival Musim Semi, gambar kertas Dewa Dapur dibakar waktu Tahun Baru kecil, sementara Gambar yang baru dari Dewa Dapur tidak disisipkan sampai Malam Tahun Baru Imlek atau Tahun Baru. Gambar akan dipasang dalam sebuah upacara yang dikenal sebagai "menyambut kembali Dewa Dapur." 

Menurut pepatah dari Tiongkok bagian selatan, "Pada hari kedua puluh empat ia naik ke surga;. Pada Hari Tahun Baru ia kembali ke Bumi."

Inilah tahap pertama dari seluruh rangkaian  ritual budaya menyambut Imlek atau Sin Cia.  Menurut agama Khong Hu Cu hari itu disebut juga sebagai Hari Persaudaraan (Ji Si Siang Ang atau Song Wang) dan bagi umat Khonghucu yang penghidupannya sudah mapan saat ini berkesempatan untuk memberi santunan kepada mereka yang berkekurangan.

Kebiasaan umum


Xia Nian Kuai Le
Anggota pria dalam keluarga memimpin ritual persembahan untuk Dewa Zao Jun. Sesajian dihidangkan pada altar kemudian ritual sembahyang dimulai. Anggota keluarga selanjutnya membakar gaharu, lilin, uang kertas, kuda-kudaan kertas, atau patung kertas Zao Jun. Kuda-kudaan kertas merupakan perlambang hewan kendaraan yang digunakan Dewa Dapur untuk menuju surga.

Asap yang naik menjadi simbol keberangkatan Dewa Dapur menuju langit. Keluarga juga menyalakan petasan dengan tujuan Dewa Dapur dapat segera sampai di surga. Ritual mengantar Dewa Dapur juga populer disebut Toapekong Naik.
 

Mulai hari ini dan seterusnya, secara tradisional orang-orang mulai mempersiapkan barang untuk perayaan tahun baru - meskipun, saat ini, orang biasanya memulai persiapan lebih awal. Persiapan umum termasuk stocking makanan, membeli baju baru untuk tahun baru, dan dekorasi rumah, misalnya, tergantung kuplet di kedua sisi pintu, menempel beberapa tokoh potongan kertas festival di pintu dan jendela, menggantung lentera merah di dalam dan luar rumah. 

Untuk memulai awal yang bersih pada tahun yang baru, maka setiap keluarga akan melaksanakan pembersihan besar-besaran di seluruh rumah dan halaman. Dipercaya bahwa agar para makhluk suci berangkat ke surga, seisi rumah serta manusia yang tinggal harus dibersihkan.

Selanjutnya dekorasi yang lama diturunkan untuk diganti dengan yang baru. Persiapan menyambut tahun baru (Guo Nian) dimulai dengan membeli kue-kue seperti kue keranjang (Nian Gao) dan menempelkan sajak musim semi (Chun Lian) di daun pintu atau jendela. Sajak-sajak itu umumnya berisi doa dan harapan agar pada tahun yang baru cita-cita dan permohonan dapat terkabul.

Pada sore di hari keempat, masyarakat akan menyiapkan persembahan berupa makanan untuk menyambut kedatangan
Dewa Zao Jun kembali. Kembalinya Dewa Dapur menandakan akhir dari kebebasan keluarga dari pengawasan spiritual. Salam kebajikan.
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011 - 2018. Kebajikan (De 德) - All Rights Reserved
Template Created by Kebajikan (De 德) Published by Kebajikan ( De 德 )
Proudly powered by Blogger