|
Welcome To My Website Kebajikan (De 德)......KEBAJIKAN ( De 德 ) Mengucapkan Xin Nian Kuai Le (新年快乐) 2571 / 2020...Xīnnián kuàilè, zhù nǐ jiànkāng chángshòu, zhù nǐ hǎo yùn..Mohon Maaf Blog ini masih dalam perbaikan....Dalam era kebebasan informasi sekarang, hendaknya kita dapat lebih bijak memilah, mencerna dan memilih informasi yang akurat. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan Etika dan Moral dalam kehidupan serta meningkatkan Cinta kasih tanpa pamrih pada sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia dan menyajikan keberagaman pandangan kehidupan demi meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan. Tanpa dukungan Anda kami bukan siapa-siapa, Terima Kasih atas kunjungan Anda

Rabu, 28 Agustus 2013

Buku Pelajaran Agung ( Da Xue 大学 ) Bag. 2

 

Da Xue berasal dari salah satu buku LI Ji. Awalnya, buku ini tidak memuat bab dan ayat, namun kemudian, Zhu Xi atas perintah gurunya Zheng Zi memilah-milah buku ini : Hasil karyanya adalah buku berisi satu bab naskah kuno dan sepuluh bab uraian. 

Katanya," Bab pendahuluan berasal dari Confucius yang diturunkan kepada Zheng Zi, sedangkan bab sepuluh bab uraian berisi pandangan Zheng Zi yang dicatat oleh pengikutnya."
Uraian 1 : Mewujudkan kebajikan.

Kang Gao berkata," Raja Wen berhasil mewujudkan kebajikannya yang termasyur." Da Jia berkata," Raja Tang mengurus alam yang di terimanya dari langit." 

Di Dien berkata," Yao mampu membuat kebajikannya bersinar terus -menerus." Pernyataan-pernyataan ini memberitahukan kepada semua manusia sebaiknya manusia menunjukkan dan melakukan kebajikan yang alami seperti yang mereka terima dari langit.

Uraian 2 : Memperbaruhi Rakyat.
 
Pada baskom cuci raja tang terukir kata-kata sebagai berikut, " Perbarui dirimu hari ini, perbarui dirimu setiap hari, perbarui dirimu seterusnya."
 
Kang Gao berkata, " Perbarui rakyat."

Shi Jing berkata, " Meskipun Zhou negara kuno tetapi rakyatnya selalu diberi kehidupan baru karena pengaruh kebajikan raja Wen."

Oleh karena itu, jelaslah bahwa penguasa harus berusaha sebisanya memperbarui rakyatnya.

Uraian 3 : Tenang di dalam kebajikan yang sempurna.

Ode berkata," Rakyat senang tinggal di dalam wilayah kerajaan yang beradius 1000 mil. Kata Ode, " Ming-mang menyanyikan-nyanyian burung ketika beristirahat di semak-semak berdaun lebat yang tumbuh di sebuah bukit dan burung kecil pun tahu di mana harus beristirahat, mungkinkah ada orang yang lebih kecil dari pada burung itu ? 

Kata ode," Kebajikan Raja wen sangat besar ! Betapa mulia apa yang telah dilakukannya sehingga ia berada dalam posisi tersebut. Sebagai penguasa dia telah melakukan kebajikan, sebagai menteri dia telah melayani atasannya dengan hormat. Sebagai anak dia berbakti kepada orang tuanya, sebagai ayah dia menyayangi anak dan istrinya dan dengan rakyatnya dia di percaya.

Ode berkata," Pandanglah bambu hijau yang tumbuh di tepi sungai Ch'i yang berkelok-kelok ! lihatlah pangeran bangsawan Wei yang gagah. Dia berusaha mempelajari asas benda dengan cara yang sama seperti dia memotong dan memahat gading. Dia mencatat sampai ke hal-hal yang terkecil agar semua jelas. 

Dia menerapkan kebajikan pada diri sendiri dengan cara yang sama seperti mengasah batu giok. Dia memoles batu itu terus-menerus sampai mengkilap. Keseriusan dan kesungguhan, kewibawaan dan keagungan, serta kebajikan dan kelebihannya yang sempurna akan terus dikenang orang. "

Meringkas dan mencatat menunjukan pekerjaan yang berhubungan dengan belajar. Mengasah dan memoles menunjukan kedisiplinan dalam pengembangan diri. Serius dan bersungguh-sungguh menunjukan sikap yang waspada dan hormat. Kewibawaan dan keagungan membangkitkan rasa hormat. Orang yang selalu dikenang menunjukkan bahwa orang yang memiliki kebajikan dan keunggulan tak akan pernah dilupakan masyarakat.

Ode berkata, " Ah ! Bagaimanapun raja Wen dan Wu akan tetap dikenang orang. Penguasa yang baik yang mengikuti jalan mereka, menghormati apa yang mereka hormati dan mencintai apa yang mereka cintai. Rakyat jelata bersukaria dan merasa beruntung dengan apa yang telah mereka peroleh. Oleh karena itu, meskipun mereka telah lama wafat mereka tidak pernah dilupakan.

Uraian 4 : Sebab dan akibat

Confucius berkata, "Ketika mendengar suatu kasus dan memutuskan kasus itu berdasarkan hukum, maka aku dapat melakukannya sebaik orang lain, tetapi yang terpenting adalah mengakhiri perdebatan hukum. 

Orang yang tidak berperinsip / yang tidak mempunyai penyesalan tak akan mampu membawa kebohongannya dan menutupi pikiran orang lain dengan rasa takut, ini disebut, " Mengetahui akar dari segalanya".

Uraian 5 : Penyempurnaan pengetahuan.
 
Penyempurnaan pengetahuan / seperti memperluas pengetahuan dapat di capai, bila meneliti dengan cermat sifat semua benda yang berhubungan dengan kita dan menyelidiki sebab dan asas mereka. Karena pikiran manusia tentunya diciptakan untuk mengetahui sesuatu dan semua benda di bawah langit mempunyai sebab / asas.

Namun, pengetahuan manusia tidaklah lengkap karena manusia belum menyelidiki secara cermat sebab dan akibat benda-benda tersebut. Itulah sebabnya ajaran pertama pelajaran agung adalah mempelajari secara mendalam dan menyeluruh sifat semua benda, dimulai dari benda yang telah di kenal. Para murid terus meneliti sampai pengetahuannya mencapai titik tertinggi.

Pada suatu saat, setelah melatih diri dalam jangka waktu lama, para murid dapat melihat segalanya secara terpadu. Pikiran mereka mulai mampu memahami semua hal, baik yang nyata maupun tidak nyata, yang dangkal maupun yang mendalam. Selanjutnya semua hal,unsur, dan hubungannya akan benar-benar di pahami pikiran. Inilah yang dimaksud dengan menyelidiki segala sesuatu dan menyempurnakan pengetahuan.
 

Uraian 6 : Membuat pikiran dan tujuan benar
 
Membuat tujuan yang benar, bukan berarti membiarkan menipu diri, seperti bila kita mencium bau yang tidak sedap / memcintai sesuatu yang indah. Ini semua adalah pemenuhan diri. Karena alasan inilah, orang mulia selalu waspada ketika sedang sendirian.
Jika sedang sendirian dan tidak diperhatikan orang, orang licik akan melakukan kejahatan.

Sebaliknya bila diperhatikan atasannya akan menutupi sifat jahatnya dengan sifat yang baik. Namun apa gunanya menyembunyikan sifat asli jika orang lain dapat melihat paru-paru dan isi hatinya ? Karena itu dikatakan apa yang didalam akan terlihat juga. Itulah sebabnya orang mulia selalu waspada bila sedang sendirian.

Zang zi berkata," Orang yang diperhatikan oleh sepuluh mata dan ditunjuk oleh sepuluh tangan, orang itu sebaiknya mampu mengontrol dirinya sendiri. Seperti orang kaya yang menghiasi rumahnya, maka kebajikan moral akan menghiasi seseorang dan jika pikirannya tenang, maka seluruh tubuh pun akan puas. Oleh karena itu, orang yang mulia akan membuat tujuannya benar dan pikirannya tulus."

Bersambung ke : Bagian 3


Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, maka anda dipersilahkan untuk mencetak dan mengedarkan semua artikel yang dipublikasikan pada Blog Kebajikan ( De 德 ) ini. Mengutip atau mengcopy artikel di Blog ini harus mencantumkan Kebajikan ( De 德 ) sebagai sumber artikel.

Tidak ada komentar:
Write komentar