|
Welcome To My Website Kebajikan (De 德)......KEBAJIKAN ( De 德 ) Mengucapkan Xin Nian Kuai Le (新年快乐) 2571 / 2020...Xīnnián kuàilè, zhù nǐ jiànkāng chángshòu, zhù nǐ hǎo yùn..Mohon Maaf Blog ini masih dalam perbaikan....Dalam era kebebasan informasi sekarang, hendaknya kita dapat lebih bijak memilah, mencerna dan memilih informasi yang akurat. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan Etika dan Moral dalam kehidupan serta meningkatkan Cinta kasih tanpa pamrih pada sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia dan menyajikan keberagaman pandangan kehidupan demi meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan. Tanpa dukungan Anda kami bukan siapa-siapa, Terima Kasih atas kunjungan Anda

Senin, 11 April 2011

Kultivasi Tao

 

Dari dulu sampai sekarang, banyak orang yang mencari dewa menanyakan Tao ( Jalan keTuhanan ), dengan silih berganti. Beberapa orang mampu mendapat Tao dan menjadi dewa, hidup kekal abadi.

Pahit atau manis rasanya hanyalah orang yang berkultivasi Tao sendiri yang mengerti, bukan orang lain. Sambung-menyambung dalam lima ribu tahun budaya Tionghoa, banyak orang berhasil berkultivasi mendapat Tao.

Bo Shan Fu adalah orang Gu Yong Zhou. Beliau berkonsentrasi menempa diri di Hua Shan, berlatih Tao. Ia sering pulang kampung mengunjungi kerabat dan kawan-kawan. Beliau hidup selama dua ratus tahun, wajahnya tetap muda.

Setiap kali Bo Shan Fu pulang kampung, ada satu keluarga yang selalu diperhatikan, yang berkaitan dengan perbuatan yang baik ( kebajikan ) ataupun karma jahat (dosa) yang dibuatnya. Bo Shan Fu akrab sekali dengan mereka, sepertinya memiliki hubungan dengan keluarga ini. Beliau dapat meramalkan masa depan keberuntungannya atau kesusahannya, tak ada yang tidak menjadi kenyataan.

Kemenakan perempuan Bo Shan Fu sudah berumur delapan puluh tahun, telah lanjut usia dan banyak penyakit. Saat Bo Shan Fu pulang mudik memberi beberapa obat dewa untuk kemenakannya, tanpa ragu sedikit pun ia menelan obat dewa tersebut, segera wajahnya berubah menjadi muda lagi, seperti bunga persik. Pada satu kali saat Kaisar Han mengutus utusan pergi ke He Dong, tiba-tiba melihat di kota sebelah barat ada seorang wanita sedang memukul orang yang sudah tua. Kakek itu membisu dengan kepala tertunduk menerima hukuman. Utusan itu merasa sangat aneh, beliau mendekati lalu bertanya apa yang terjadi. Wanita itu berkata, "Laki-laki tua ini adalah anak saya, dulu paman memberikan obat dewa.

Saya suruh ia makan tapi tidak dituruti, mengira saya akan meracuni dia, kini sudah tua seperti ini, jalan pun tak dapat mengejar saya, oleh karena itu barulah saya menghajarnya."Utusan itu bertanya pada wanita dan anaknya, mereka sudah berapa usianya. Wanita itu menjawab, "Saya sudah berumur dua ratus tiga puluh tahun, sementara anak saya baru saja berumur delapan puluh tahun." Selanjutnya wanita ini juga pergi ke Hua Shan Xiu Dau

Tidak ada komentar:
Write komentar