|
Welcome To My Website Kebajikan ( De 德 ) Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H Mohon Maaf Lahir dan Bathin....Dalam era kebebasan informasi sekarang, hendaknya kita dapat lebih bijak memilah, mencerna dan memilih informasi yang akurat. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan Etika dan Moral dalam kehidupan serta meningkatkan Cinta kasih tanpa pamrih pada sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia dan menyajikan keberagaman pandangan kehidupan demi meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan. Tanpa dukungan Anda kami bukan siapa-siapa, Terima Kasih atas kunjungan Anda
Latest Post

Menyingkap 12 Batas Maksimum Kemampuan Manusia Bag. 1

Written By Kebajikan ( De 德 ) on Jumat, 29 Juli 2016 | 14.58


KEBAJIKAN ( De 德 ) Harapan dan keinginan manusia dalam mengejar batas ekstrim, terus memecahkan satu persatu rekor yang melampaui batas maksimum, menciptakan banyak keajaiban yang menakjubkan. Namun, secara fisiologis dan psikologis, lantas batas maksimum bagaimana yang sanggup ditahan manusia? Hari ini, mari kita telusuri dua belas misteri dari batas maksimum manusia.

1. Berapa lama manusia sanggup bertahan hidup tanpa makan dan minum?

Berapa lamakah manusia sanggup bertahan hidup jika tidak ada makanan dan minuman? Bagi orang dewasa sehat dengan berat badan yang normal (proporsional), jumlah asupan energinya seharusnya setara dengan energi yang dikonsumsinya, yaitu harus dalam kondisi keseimbangan energi.

Air merupakan sumber yang penting dan bagian dari kelangsungan hidup segenap kehidupan, termasuk manusia, dengan tidak adanya air, cairan darah di dalam tubuh kita akan semakin kental, sirkulasi darah menjadi sulit, tekanan darah menurun, dan denyut jantung bertambah cepat.

Dalam kondisi terputusnya air secara serius, seseorang akan sangat sulit untuk bisa bertahan hidup selama tiga hari. Jika ada air, waktu kelangsungan hidup kemungkinan bisa lebih dari tujuh hari meskipun tanpa makanan.

2. Berapa batas maksimum dari suhu rendah yang sanggup ditahan manusia?

Dalam kondisi normal, suhu tubuh manusia sekitar 37 ℃, sementara suhu lingkungan luar sekitar 20 derajat Celsius, dan ini dapat menyebabkan turunnya suhu. Jika suhu inti tubuh menurun 2 derajat Celsius, maka akan menyebabkan suhu kelewat rendah : kehilangan indera perasa, dan detak jantung abnormal.

Ketika suhu inti mencapai 24 derajat Celcius, denyut jantung akan berhenti. Namun, suhu tubuh Anna Bagenholm pernah turun hingga 13,7 ℃ tetapi masih hidup, ini adalah rekor yang pernah tercatat sebagai suhu badan terendah di dunia. Secara teori, batas minimum suhu badan manusia adalah 0 ℃, dan di bawah suhu ini, jaringan tubuh manusia akan membeku, sel-sel di dalam tubuh juga akan hancur.

3. Batas ekstrim pendengaran manusia.

Intensitas bunyi 125 desibel-dB, akan membuat orang merasa sakit kepala. Dalam kondisi normal, intensitas suara yang sanggup ditahan manusia adalah sekitar 160 desibel. Apabila suara/bunyi yang didengar melampaui angka ini, kemungkinan akan menyebabkan gendang telinga pecah.

Suara atau bunyi yang terlalu keras dapat menyebabkan kerusakan pada organ dalam manusia. Hasil tes terkait menyebutkan, tingkat kebisingan lebih dari 115 desibel (mesin pesawat), akan merusak fungsi dari korteks serebri, sementara hewan-hewan akan mati saat kebisingan mencapai 165 desibel, daya tahan pendengaran manusia tidak boleh lebih dari 175 db.

4. Angkat berat maksimum

Kekuatan manusia tergantung pada otot, pengontrolan otot yang efektif membuat atlet angkat besi lebih dominan, memaksimalkan potensi dari kekuatan otot. Untuk rekor angkat berat saat ini dipegang oleh atlet Inggris Andy Bolton dengan angkatan 457,5 kg dari lantai ke paha. Sementara rekor untuk angkat besi (dari lentai ke atas kepala) itu sendiri hanya 263,5 kg.

Batas maksimum seberat itu sudah mendekati batas tersebut. Tubuh manusia memiliki mekanisme pencegahan alami, yang dapat melindungi tubuh kita dari cedera karena mengangkat beban yang berlebihan. Para atlet angkat besi dilatih untuk mengetahui bagaimana cara menghambat mekanisme-mekanisme ini. Dan faktor genetik juga memainkan peran penting, misalnya mereka yang anggota badannya lebih pendek memiliki kekuatan yang lebih besar, dan jumlah serat otot sebagian orang juga melampaui yang lain.

5. Batas kecepatan maksimum manusia.

Masih ingat dengan juara Olimpiade 2009, Usain Bolt? Ia menciptakan rekor sebagai manusia tercepat, yang mampu berlari menempuh jarak 100 meter dalam waktu 9,48 detik. Lantas berapa batas kecepatan maksimum yang mampu dicapai manusia?

Menurut penelitian Mark Denny dari Universitas Stanford, bahwa kecepatan lari manusia tergantung pada otot yang sehat dan anggota badan (kaki) yang panjang, disamping itu, karena tubuh memiliki berat tertentu, sehingga setiap meningkatkan satu detik kecepatan, akan meningkatkan konsumsi energi tertentu. Rasio kecepatan dengan konsumsi energi itu terbatas, dan batas ini mungkin seratus meter dalam waktu 9,48 detik.

6. Berapa batas maksimum otak manusia yang mampu bekerja secara kontinyu?

Berapa lama otak bekerja, lalu perlu istirahat? Tingkat konsentrasi seseorang bisa bertahan hingga 12 jam. David Dinges, ahli sistem saraf dari University of Pennsylvania, Department of Neuroscience menemukan, bahwa seiring dengan berjalannya waktu, reaksi orang-orang akan menjadi mandek (lambat), aktivitas beberapa bagian dari otak juga perlahan-lahan berkurang. Bagi kebanyakan orang, konsentrasi hanya bisa terpusat selama 12 jam, dan tingkat konsentrasi itu juga akan semakin menurun seiring dengan berjalannya waktu.  Salam kebajikan (Sumber)

BERSAMBUNG

Penjual Bakmi yang Hebat


KEBAJIKAN ( De 德 ) -  Suatu siang yang terik, saya merasakan lapar yang menusuk-nusuk hingga ke ulu hati karena belum sempat sarapan pagi. Bersama dengan seorang rekan, saya berniat menghabiskan waktu makan siang di warung soto langganan.

Saat menuju ke areal parkir, melintas di depan kami, seorang penjual bakmi yang sedang mendorong gerobaknya. Seorang pria yang tidak muda lagi, berpakaian lusuh dengan beberapa bercak cabe yang melekat di baju depannya.

Setelah berunding sebentar, akhirnya kami bersepakat menyantap bakmi untuk meredakan lapar yang mendera. Lagipula, jalanan terlihat padat merayap dan kami bakal terjebak kemacetan jika nekad pergi keluar dari kantor.

Saya memanggil penjual bakmi dan memesan bakmi yang terlihat lezat. Mungkin karena sudah lapar. Kami menikmati acara santap siang di bawah pohon rindang di areal parkir.

Ternyata bakminya enak sekali. Terutama sambal cabenya, membuat lidah menjadi ketagihan. Setelah masing-masing menghabiskan dua mangkok bakmi, lantas saya membayar seluruhnya. Hari ini giliran saya untuk mentraktir teman saya.

Teman saya : "Wah, beruntung banget dirimu, cuma bayarin empat mangkok bakmi. Giliran saya, makannya di tempat yang mahal..."

Saya cuma tertawa cengengesan melihat "protes" temanku. Kami sudah terbiasa bercanda dan terlibat dalam acara "sindir menyindir".

Saat memberikan uang 100 ribu, saya melihat penjual bakmi ini mengambil uang recehan puluhan ribu senilai 100 ribu, memberikan uang kembalian kepadaku, lalu meletakkan sejumlah uang ke dalam laci kiri dan juga memasukkan sejumlah uang ke dalam laci tertutup lain yang memiliki lubang untuk tempat masuknya uang.

Saya merasa heran dengan tingkah beliau yang aneh dan cukup merepotkan. Setiap kali menerima uang dari pembeli, penjual bakmi ini pasti akan memasukkan uang ke dalam kedua laci yang berbeda.

Saya bertanya : "Pak, kalau boleh tahu, mengapa uangnya dipisah-pisah...?"

Penjual bakmi : “Boleh pak... Saya sengaja memisahkan uang hasil penjualan dengan maksud membagi mana uang yang menjadi hak saya dan mana yang menjadi hak anak asuh saya..."

Saya bertanya penuh heran : "Anak asuh? Memangnya bapak memiliki anak asuh?"

Penjual bakmi : "Sebagian uang hasil penjualan akan saya gunakan sebagai modal usaha dan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga saya. Sebagian lagi saya sisihkan untuk membantu meringankan beban keluarga anak-anak yang saya asuh, setidaknya saya dapat membayar kebutuhan sekolah mereka...."

Saya : "Dengan hanya berjualan bakmi bapak memiliki anak asuh? Bukankah ini menambah beban kehidupan bapak?"

Penjual bakmi : "Saya tidak pernah merasa apa yang saya lakukan ini menyusahkan dan menambah beban hidup saya? Yang sebenarnya menjadi beban hidup saya ketika saya mampu berbagi tapi saya tidak melakukan apa-apa..."

Saya terkejut dengan kalimat-kalimat sederhana namun menohok batinku. Seorang penjual bakmi yang sederhana mampu berpikir demikian mulia.

Penjual bakmi melanjutkan : "Anak asuh saya saat ini berjumlah 15 orang. Mereka dapat menikmati bangku sekolah dengan tenang dan menuntut ilmu setinggi mereka mau. Bahkan ada di antara mereka yang sudah tamat sekolah dan mulai bekerja. Saya senang dan amat berbahagia dengan apa yang sudah saya lakukan selama 20 tahun ini. Saya ikhlas melakukan semuanya..."

Hatiku sangat tersentuh mendengar penuturan bapak penjual bakmi. Jawaban yang cukup mengiris sembilu saya, rekan saya dan para pembeli yang kebetulan mendengar percakapan kami.

Kami merasa apa yang telah diperbuat beliau merupakan sebuah "tamparan" yang memerahkan pipi. Kami yang memiliki nasib sedikit lebih baik dari bapak penjual bakmi, belum tentu memiliki pemikiran dan rencana sedemikian indah dalam hidup. Seringkali kita berlindung di balik kata "tidak mampu" atau gaji masih kecil atau belum ada rezeki.

Saya melanjutkan bertanya : “Pak, bukankah bersedekah atau mengangkat anak asuh itu hanya diwajibkan bagi mereka yang mampu membiayai..?"

Beliau menjawab : “Pendapat itu kurang tepat Pak... Kita harus malu kepada Tuhan kalau bicara mengenai rezeki sebab Tuhan selalu memberikan rezeki yang cukup kepada umatnya. Selanjutnya tergantung kepada kita untuk mengelolanya. Semua orang pasti mampu kalau memang mempunyai niat...."

Penjelasan yang polos dan gamblang membuat kami semua terdiam dalam alur berpikir masing-masing. Hari ini adalah hari yang begitu bermakna dalam hidupku, selain perut kenyang, batinkupun terisi oleh pelajaran kebajikan yang tiada bernilai.

Sobatku yang budiman...

Sebuah pembelajaran hidup telah ditunjukkan oleh penjual bakmi yang kesehariannya sangat bersahaja namun mampu menghipnotis alam bawah sadar dan membangunkan jiwa kita yang selama ini terbuai oleh manisnya kehidupan.

Banyak dari kita yang masih suka berlindung dari kata "belum mampu" atau "masih banyak kebutuhan lain".

Jika kita menganggap diri kita tidak mampu, maka mungkin seterusnya kita akan selalu berada di bawah garis mampu. Namun, jika kita berkata mampu, maka dengan bantuan kekuasaan Tuhan, kita pasti akan sanggup melakukan perbuatan baik.

Jangan pandang nilainya, namun lihatlah ketulusan dan keikhlasannya. Jangan menunggu mampu, sebab waktu kita sangat terbatas. Kita tidak tahu kapan akan "diajak pulang" oleh Tuhan.

Semoga kisah perjalanan hidup yang dilakoni oleh penjual bakmi ini dapat menjadi inspirasi dan memberi hikmah terbaik bagi kehidupan kita.  Salam kebajikan #‎firmanbossini‬

Setelah Nafas Terakhir


KEBAJIKAN ( De 德 ) -  Pernahkah kita merenungkan, setelah nafas terakhir berhenti, adakah tempat yang pantas untuk jasad kita selain di liang lahat? Hendak diberikan kepada siapa kalau bukan untuk makanan cacing dan serangga di dalam tanah?

Adakah yang mau menerima dengan tangan terbuka, membeli dengan harga murah atau memperebutkan jasad kita dengan penuh pengorbanan?

Ketika masih hidup, kita adalah tuan, raja dan orang yang paling berkuasa di rumah kita.

Namun, ketika meninggal, tidak ada seorangpun yang setuju menyimpan jasad kita, walaupun hanya diletakkan di gudang belakang rumah kita.

Ketika masih hidup, kita dapat menikmati kegiatan menonton televisi, berselancar di dunia maya atau duduk bersantai di ruang tamu sambil minum kopi dan menyantap berbagai penganan.

Namun ketika meninggal, tidak seorangpun yang bersedia membiarkan kita berada di dalam rumah walaupun hanya diletakkan di pojok ruangan yang gelap, tanpa kopi maupun penganan.

Ketika masih hidup, kita dapat duduk di kursi mewah, ditemani perabot mahal di kantor kita.

Namun, saat meninggal, tidak seorangpun yang setuju jika kita duduk di kursi manapun di kantor milik kita sendiri. Bahkan karyawan level terbawah setingkat office boy pun akan berani menentang keberadaan kita.

Ketika masih hidup, kita dapat beristirahat dengan nyenyak sesuka hati dimanapun termasuk di atas ranjang mewah yang empuk di dalam kamar pribadi bersama isteri dan anak-anak tercinta.

Namun, saat meninggal, seluruh penghuni rumah akan merasa keberatan dan amat ketakutan jika kita dibaringkan, walaupun hanya di atas lantai kamar yang keras dan dingin. Padahal semua perabot yang ada di kamar adalah milik kita sendiri.

Ketika masih hidup, kita dengan bangga memamerkan mobil mewah keluaran terbaru dan dengan sombong membuka kaca mobil agar semua orang tahu pemilik mobil yang berharga milyaran rupiah.

Namun, saat meninggal, tidak ada seorangpun yang memperbolehkan kita duduk di dalam mobil, walaupun hanya di bagasi belakang mobil yang gelap dan pengap.

Walaupun kita memiliki banyak rumah, apartemen, villa, kondominium atau hotel berbintang lima, namun saat sudah tidak bernyawa, tidak ada satupun tempat yang akan menerima jasad kita.

Satu-satunya tempat yang bersedia menerima tubuh kaku kita hanyalah tanah di atas bumi ini. Ukurannya juga tidak besar, hanya seukuran tubuh kita. Walaupun areal pemakaman begitu besar dan mewah, namun jasad kita akan dimasukkan ke dalam liang lahat yang kecil, sumpek dan lembab. Tidak diperkenankan untuk berjalan-jalan mengelilingi areal pemakaman yang luas, walaupun semuanya sudah dibeli dan menjadi milik kita pribadi.

Oleh sebab itu, masih beranikah kita berkata dengan sombong : "Saya adalah orang kaya. Dengan harta yang kumiliki, saya dapat membeli apapun. Semua ini adalah milikku, saya adalah orang terhormat dan patut dihormati. Saya punya kekuasaan untuk melakukan apa saja..."

Sobatku yang budiman...

Semua yang kita miliki adalah sementara dan tidak kekal abadi. Semua itu hanyalah titipan dari Tuhan. Jadi, mengapa kita menyombongkan diri dengan harta melimpah atau jabatan yang tinggi?

Semua orang, baik orang kaya maupun orang miskin akan mengakhiri hidupnya dengan cara sama. Tidak ada perlakuan istimewa. Jasad kita akan bersatu dengan tanah dan menjadi santapan cacing dan binatang tanah lainnya. Yang tinggal hanyalah tulang belulang, yang juga akan merapuh dan menjadi debu.

Namun, yang membedakan manusia yang satu dan manusia lainnya adalah berapa banyak bekal dan tabungan surgawi yang telah dikumpulkan di dunia untuk dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. Cukupkah semua itu untuk mendapatkan satu tempat di alam surgawi?

Untuk itu, bersikaplah rendah hati dan jangan memuji diri sendiri setinggi langit, sebab kita tidak tahu apa yang bakal terjadi esok hari.

Buanglah jauh-jauh kesombongan diri dan sifat jumawa sebab tidak ada seorangpun yang tahu kapan waktunya kita akan menghembuskan nafas terakhir. Mungkin sebentar lagi, besok, lusa atau kapan saja.  Salam kebajikan #‎firmanbossini‬

Masalah dengan Orang Sekitar


KEBAJIKAN ( De 德 ) -  Didalam suatu kehidupan tentunya ada banyak hal yang bisa menjadi benturan antara kita dengan orang lain. Masalah-masalah ini sangatlah wajar, karena setiap orang mempunyai pemikiran dan prinsip yang berbeda, kita juga tidak berhak untuk memaksakan kehendak orang lain untuk mengikuti apa yang kita lakukan.

Tapi beberapa masalah yang ditimbulkan oleh orang sekitar kita tentunya ada yang mengganggu kita dan ada yang tidak, masalah yang mengganggu ini tentunya tak bisa dibiarkan berlama-lama dong? Apa kalian sendiri ngak risih tuh punya masalah sama orang-orang sekitar? Pasti pengenlah masalah tersebut cepet kelar dan ngak bakal menganggu kita lagi.

Nah sobat, Jadikan setiap masalah itu sebagai pelajaran agar bisa menjadi pribadi yang jauh lebih baik.

Semoga Bermanfaat..
Tetaplah bersemangat!
Teruslah bertumbuh!
Teruslah belajar!
Salam kebajikan (Lily)

Jamie Chua, Janda Konglomerat Dengan Koleksi Hermes Segudang

Written By Kebajikan ( De 德 ) on Kamis, 28 Juli 2016 | 13.56


KEBAJIKAN ( De 德 ) Beberapa waktu belakangan ini media sosial kembali dihebohkan oleh sosok Jamie Chua. Ia adalah janda konglomerat yang memiliki kehidupan super mewah dengan barang-barang branded. Namanya memang sudah lama terdengar. Namun, tepat sehari yang lalu ia mengunggah sebuah video tentang isi lemari koleksi tas, sepatu, dan baju-baju serta aksesoris yang ia miliki yang dijamin bikin setiap wanita di seantero jagad raya ini iri berat Sobat.

Dilansir oleh stylexstyle.com, Jamie Chua adalah wanita berusia 42 tahun yang termasuk sosialita kaya raya di Singapura. Meskipun sudah berusia, namun penampilannya masih terlihat kayaknya gadis berusia 20-an lho. Jamie Chua sendiri dulunya menjadi pramugari Singapore Airlines saat dirinya berusia 17 tahun. Ia bertemu dengan pengusaha sukses Indonesia yakni Nurdian Cuaca dan menikah dengannya. Mereka pun terpaksa harus bercerai dan Jamie menuntut tunjangan setara Rp. 4 Miliar setiap bulannya.

Tak perlu diragukan lagi mengapa ia bisa tampak cantik bak gadis usia 20-an. Jamie selalu melakukan perawatan wajah dan tubuh dan menghabiskan sekitar Rp. 136 juta per bulannya. Ibu dari dua anak yang sudah dewasa ini memang selalu bergelimang barang mewah. Meskipun demikian ia tak mau mendidik anaknya untuk manja. Ia juga mengajari anak-anaknya untuk mandiri meskipun kadangkala juga memberikan mereka barang-barang super mahal dan branded. Jamie juga punya usaha skincare sendiri lho Sobat. Jadi bisa dibayangkan berapa banyak pundi-pundi uang yang berhasil didapatkan oleh mantan pramugari ini.

Kini publik dibuat tercengang dengan isi video yang ia unggah kemarin di Youtube. Jamie Chua mengajak para viewers untuk melihat isi dari wardrobe miliknya yang konon berisi ratusan tas Hermes dan tas branded lainnya dan juga lemari pakaian dengan 69 pintu. Isi dari walk-in wardrobe miliknya adalah barang-barang branded. Ia bahkan menyiapkan ruangan khusus sebesar dua kamar tidur untuk menampung semua koleksinya tersebut.
Tak ketinggalan sepatu-sepatu bermerk koleksi Christian Louboutin, Giuseppe Zanotti, Miu Miu dan Charlotte Olympia ada di dalam wardrobe tersebut. Aksesoris dan juga perhiasan branded pun juga tersedia di dalamnya. Bisa dibilang ini adalah 'surga' bagi setiap fashionista.

Yuk intip beberapa sudut walk-in wardrobe Jamie Chua di galeri berikut ini Sobat.  Salam kebajikan (Sumber)

Kisah Haru Seorang Biarawati, Meninggal dengan Wajah Tersenyum


KEBAJIKAN ( De 德 )Kita tak pernah tahu akhir hidup seseorang. Hanya saja kita semua pasti berharap bisa mendapatkan akhir yang membahagiakan. Bukan akhir yang menakutkan apalagi yang meninggalkan kesedihan yang mendalam.

Cecilia Maria, baru-baru ini kisah dan fotonya tersebar di media sosial. Kisahnya begitu haru dan sangat menyentuh. Dilansir dari catholic.org, setelah lulus sebagai seorang perawat di usia 26 tahun, wanita Argentina ini mengambil sumpah pertamanya menjadi suster biara Karmelit (discalced Carmelite). Tahun 2003, ia pun mendedikasikan dirinya sepenuhnya dengan profesi ini. Namun, enam bulan lalu, ia didiagnosis mengidap kanker lidah yang kemudian menyebar ke paru-parunya.

Cecilia Maria saat di rumah sakit
Selama hidup dan tinggal di biara, Cecilia dikenal suka bermain biola. Ia juga dikenal sebagai pribadi yang baik hati dan murah senyum. Mendedikasikan hidupnya sebagai seorang biarawati, ia lebih banyak menghabiskan hari-harinya untuk berdoa dan menjalani hidup yang kontemplatif.

Cecilia Maria saat menjadi biarawati
Saat jatuh sakit pun, Cecilia masih terus menyunggingkan senyum cantiknya. Dilansir dari viral4real.com, kondisi Cecilia makin lama makin buruk dan harus dirawat di rumah sakit. Saat terbaring di tempat tidur, ia tak pernah berhenti berdoa dan menyerahkan semua pada Yang Maha Kuasa. Dokter pun mendiagnosis hidupnya tinggal beberapa bulan lagi.

Cecilia Maria saat sakit masih tersenyum
Di penghujung usianya, Cecilia menuliskan permintaan terakhirnya di selembar kertas, "Aku membayangkan bagaimana pemakamanku nantinya. Mungkin yang pertama adalah mengadakan doa yang khusyuk lalu sebuah perayaan untuk semua orang. Jangan lupa untuk berdoa tapi jangan lupa untuk membuat perayaan juga."

Di akhir hayatnya, Cecilia meninggal dengan wajah yang menyunggingkan senyum. Terlihat sangat damai dan tenang. Apakah ia sedang melihat surga?

Cecilia Maria meninggal dengan wajah tersenyum
Para suster biara karmelit pun memberikan doa yang terbaik untuknya. Mereka ikhlas melepas kepergian Cecilia dan juga berharap Cecilia mendapatkan tempat yang terbaik di sana.

Bertahan dan berjuang untuk sembuh dari sebuah penyakit jelas tidak mudah. Namun, Cecilia merupakan sosok yang begitu kuat dan tegar dengan tetap berusaha tersenyum melewati ujian tersebut. Salam kebajikan (Sumber)

Dewa - Dewi

Legenda Tiongkok

PEPATAH TIONGKOK

KESETIAAN / ZHONG

TAHU MALU / CHI

KESEDERHANAAN / LIAN

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011 - 2016. Kebajikan (De 德) - All Rights Reserved
Template Created by Kebajikan (De 德) Published by Kebajikan ( De 德 )
Proudly powered by Blogger