|
Welcome To My Website Kebajikan (De 德)..Dalam era kebebasan informasi sekarang, hendaknya kita dapat lebih bijak memilah, mencerna dan memilih informasi yang akurat. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan Etika dan Moral dalam kehidupan serta meningkatkan Cinta kasih tanpa pamrih pada sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia dan menyajikan keberagaman pandangan kehidupan demi meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan. Tanpa dukungan Anda kami bukan siapa-siapa, Terima Kasih atas kunjungan Anda
Latest Post

Ayah, Jangan Pernah Melacurkan Kehormatanmu

Written By Kebajikan ( De 德 ) on Sabtu, 18 Februari 2017 | 13.22


KEBAJIKAN ( De 德 ) Seperti biasa, setiap pagi saya selalu mengantarkan isteri ke kantornya, setelah itu baru berangkat ke tempat kerjaku. Di seberang rumah, saya melihat tetanggaku, Mirna juga sedang mengantar suaminya hingga ke halaman depan.

Sayup-sayup saya mendengar celoteh wanita muda ini kepada suaminya : "Pa, jangan lupa membeli susu untuk Momo. Hanya tinggal sehari minum saja...."

Sang lelaki berkumis tipis itu tersenyum mengangguk dan mulai melangkahkan kakinya menuju sepeda motor...

Saat berada di atas motor bututnya, tiba-tiba terdengar suara sang Ibu yang sudah berusia lanjut, "Nak, jangan lupa membelikan CD Korea atau India yang terbaru yah... Film yang baru dibeli, sudah selesai Ibu tonton..."

Kembali lelaki tersebut manggut-manggut dan menjawab : "Oke, Bu... Nanti saya belikan yang paling seru..."

Dari jauh saya melihat, kegetiran wajah lusuhnya, walau sudah coba dibaluti dengan senyum terpaksanya. Saya tidak dapat membayangkan, bagaimana jika tetanggaku itu sedang tidak memegang rupiah, apa yang akan dilakukannya? Saya yakin langkah kakinya akan semakin bertambah berat, berikut dengan dua beban permintaan dari orang-orang yang dikasihinya.

Tiba-tiba hapeku bergetar dan terlihat serangkaian kalimat sebagai berikut : "Sayang, jangan lupa membeli buah apel. Saya lagi ngidam rasa asam apel..."

Segera kubalas sms isteriku, "Baiklah, sayang. Semoga apelnya belum habis..."

Padahal, saya belum dapat menjamin kalau sanggup membeli buah kesukaan isteriku. Pasalnya, uang di dompet tinggal bersisa selembar uang seratus ribu. Itupun akan dialokasikan untuk mengisi bensin mobil yang tinggal sedikit.

Saat ini saya sedang menunggu transferan gaji dari perusahaan. Dan seperti biasanya, perusahaanku sering sekali telat satu atau dua hari dalam membayarkan gaji karyawan. Saya berharap semoga isteriku tidak kecewa jika nanti malam saya pulang dengan tangan kosong.

Di kantor, seorang temanku memperlihatkan sebuah SMS dari isterinya sebagai berikut : "Pa, tolong bayar uang listrik dan air yah. Terus jangan lupa isi pulsa internet. Makasih..."

Sontak saja isi SMS, itu membuat teman saya kebingungan, sama persis dengan kegundahan hatiku, yang berharap semoga hari ini bakal gajian.

Sedikit berkelakar, temanku berkata : "Kalau saja hari ini tidak jadi gajian, tolong bilangin ke biniku, malam ini kita lembur hingga subuh. Saya malas pulang ke rumah. Ujung-ujungnya pasti berantam..."

Sobatku yang budiman...

Setiap pagi, kebanyakan dari para ayah membawa serta problem rumah tangga dan semua gundah gulana yang timbul di rumah, hingga ke tempat kerjanya.

Beragam keluhan dan permintaan dari "orang rumah" mengenai uang belanja yang sudah menipis, susu dan pampers bayi yang tinggal beberapa kali pakai, uang sekolah anak yang sudah ditagih berulang kali oleh guru sekolah, tagihan uang listrik dan air, pulsa hape dan internet yang sudah habis, permintaan buah untuk isteri dan CD Korea atau India untuk bunda, dan lain sebagainya, sering membuat seorang ayah harus duduk termenung.

Tidak jarang dia akan melakukan kesalahan kerja yang berujung mendapat omelan atau SP (Surat Peringatan).

Untuk memperoleh senyum dan pelukan mesra dari isterinya, seorang Ayah mencoba berjanji yang belum pasti dapat dipenuhinya, "Oke, nanti Ayah selesaikan semuanya..."

Lihat saja, begitu banyak tindak kriminal yang dilakukan dengan alasan ekonomi...

Seorang penjambret yang telah babak belur dihakimi massa, mengatakan terpaksa melakukan kejahatan karena susu untuk bayinya telah habis.

Seorang koruptor mengaku melakukan aksinya mengambil harta yang bukan miliknya hanya untuk memenuhi hasrat isterinya yang memimpikan rumah mewah dan bertamasya ke luar negeri.

Tidak sedikit, para Ayah yang rapuh dan tidak mampu memikul beban hidup yang teramat berat, harus mengakhiri hidupnya di bawah jeratan tali gantungan. Mungkin yang dipikirkan Ayah yang berpikiran picik ini, bahwa jeratan tali di lehernya, tidak ubahnya dengan jeratan hutang dan rengekan permintaan "orang rumah" yang tidak akan sanggup dipenuhinya.

Tidak sedikit para Ayah harus merelakan bajunya berlumuran darah dari percikan darah korban yang nyawanya telah diambil paksa olehnya. Walau dengan konsekuensi bakal menghuni hotel prodeo yang dingin dan pengap.

Tak jarang pula, para Ayah terpaksa menggadaikan kehormatannya dengan melakukan tindakan penipuan terhadap orang lain, mengelabui bossnya dengan memanipulasi angka-angka, atau berbuat curang di balik meja teman sekerja.

Kehalalan uang yang diperolehnya tidaklah menjadi sesuatu yang penting lagi. Yang terpenting baginya, semua janji-janji yang telah terucap untuk para "orang rumah" sudah terpenuhi semua. Lega rasanya... Plong....!!!

Para ayah yang berperilaku negatif ini, tidak mau peduli, jika suatu saat mereka malah menambah beban keluarga dengan luka-luka di sekujur tubuh atau bahkan hanya menyisakan nama saja karena tewas dihakimi massa.

Teramat banyak para isteri dan anak-anak yang tetap setia menunggu kepulangan Ayahnya, hingga larut namun yang ditunggu tak juga kembali, karena sang ayah bukan kembali ke rumah, melainkan telah menghadap Sang Pencipta.

Sekali lagi, ada ayah yang berani menanggung resiko ini demi penuntasan sekarung gundah gulana yang sedang menghimpit dan menyesakkan dadanya.

Miris sekali...

Di lain pihak, kita harus menaruh hormat sambil mengacungkan dua buah jari jempol, kepada sebagian Ayah lain yang tetap sabar dan tawakal menggenggam erat gundahnya, tanpa berupaya melakukan tindakan melanggar hukum.

Sang ayah akan membawa pulang kembali gundahnya ke rumah, menangkupkan gundah tersebut ke dalam telapak tangannya bersama dengan kepasrahan diri kepada Tuhan dan berharap adanya rezeki tidak terduga, yang kelak akan digunakan untuk menuntaskan satu persatu gundah yang masih melekat di tubuhnya.

Ayah yang seperti ini, masih percaya bahwa Tuhan tidak akan membiarkan hamba-Nya berada dalam kesengsaraan akibat gundah-gundah yang silih berganti menghinggapi hidupnya.

Para Ayah yang "teope" ini, yakin akan dapat menyelesaikan semua gundahnya tanpa harus menciptakan gundah gulana baru bagi keluarganya, melalui berita dukacita mengenai dirinya.

Ayah-ayah ini tidak akan pernah melacurkan kehormatan diri dan keluarganya hanya demi pemenuhan hasrat duniawi belaka.

Dan saya, sebagai sosok seorang Ayah, akan tetap berupaya menggenggam segunung gundah gulana ke manapun diriku pergi dengan iringan lantunan suara cadel puteri semata wayangku yang menyanyikan lagu "Balonku", "Abang Tukang Bakso" atau "Naik Kereta Api", juga bersama senyum dan canda tawanya...

Semoga para isteri dan para penghuni rumah, mau menyadari betapa berat beban yang dipikul oleh seorang Ayah dalam hidupnya.

Dan, akan selalu mengingatkan dengan sebuah bisikan mesra : "Ayah, jangan pernah merasa lelah... Jangan pernah melacurkan kehormatanmu... Saya akan selalu setia mendampingimu baik dalam suka maupun duka..."  Salam kebajikan #firmanbossini

Malaikat Surga Menganggap Orang Ini yang Paling Kaya

  

KEBAJIKAN ( De 德 )Dahulu kala di sebuah Negara kecil, ada seorang hartawan yang sangat kaya yang bernama Wan Pau, dia adalah seorang perdana menteri yang sudah pensiun.

Dia tidak saja mempunyai rumah besar yang mewah, tanah dan pertaniannya sangat banyak, hartanya tak terhitung jumlahnya.

Bahkan dia lebih kaya daripada raja, karena pada saat terjadi beberapa bencana kelaparan, raja pernah pinjam uang darinya untuk membantu rakyat yang ditimpa bencana.

Walaupun Wan Pau sangat kaya, tetapi dia sangat pelit, tidak ada seorangpun yang bisa mengambil keuntungan darinya, bahkan raja meminjam uang darinya harus membayar bunga.

Dia pernah berkata, “Walaupun terhadap saudara kandung, dalam hal keuangan tidak boleh sembarangan, uang adalah harta pribadi, jika harta tidak dibagi dengan jelas, maka orang malas tidak akan bekerja hanya akan mengandalkan kerabat yang kaya saja.”

Perkataannya kedengaran masuk akal, “orang malas tidak akan bekerja dan mengandalkan kerabat yang kaya”, tetapi di balik itu ada maksud di dalam hatinya. Sebenarnya dia tidak mau orang lain mengambil sedikitpun keuntungan darinya.

Dia tidak memiliki nilai moral yang sangat penting, yaitu murah hati dan ketulusan.

Wan Pau mempunyai seorang anak yang bernama Xiao Pau, dia belajar di bawah bimbingan seorang guru yang sangat bermoral dan terpelajar. Guru ini bernama Wang Wei.

Wan Pau walaupun salut kepada kepintaran Wang Wei, tetapi dia memandang rendah kepada Wang Wei karena Wang Wei miskin.

Di rumah Wang Wei selain beberapa lemari yang penuh buku, pakaian yang agak bagus juga tidak banyak.

Wang Wei bukan tidak mempunyai kesempatan mendapat lebih banyak uang, bukan karena tidak mampu mencari lebih banyak uang, tetapi dia selalu secara gratis memberi pelajaran kepada orang miskin, selalu menyumbangkan uangnya kepada yatim piatu, dan selalu membantu fakir miskin.

Pada suatu sore ketika Wan Pau sedang tidur siang, dia bermimpi mendengar percakapan 2 orang malaikat, seorang dari malaikat ini berkata, “Malam ini, orang paling kaya di negara ini akan meninggal! Kita harus bersiap-siap menyambutnya masuk ke surga.”

Malaikat yang lain berkata, “Benar, saya telah menyediakan sebuah mahkota emas besar untuknya.”

Ketika Wan Pau terbangun, dia berpikir yang dikatakan kedua malaikat ini orang paling kaya di negara ini pasti dirinya!

Oleh sebab itu hatinya sangat ketakutan, walaupun dia tahu jika orang meninggal dapat naik ke surga, adalah suatu hal yang sangat baik, tetapi dia enggan meninggalkan begitu banyak harta, kemewahan dan kenikmatan duniawi ini.

Oleh sebab itu dia memerintahkan bawahannya mengundang beberapa orang dokter yang paling pintar di negara ini dan membawa obat yang paling bagus datang kerumahnya berjaga-jaga apabila malam ini dia sakit keras bisa langsung mengobatinya, sehingga dia tidak akan meninggal.

Malam ini adalah malam yang sangat panjang bagi Wan Pau, dia sangat tegang dan takut, para dokter juga sangat tegang.

Akhirnya malampun berlalu, matahari mulai terbit, Wan Pau tidak mati, dia sangat gembira para dokter juga ikut gembira, tetapi dia hanya membayar para dokter ini sekedar uang jalan saja, karena menurut dia para dokter sama sekali tidak mengobatinya!

Pada saat ini lonceng kuil berbunyi, semua orang tahu bahwa itu adalah petanda ada orang yang meninggal, tiba-tiba anaknya Xiao Pau sambil menangis masuk berkata kepadanya, “Guru Wang Wei kemarin malam meninggal dunia, sekarang ditaruh di kuil, semua orang sudah datang melayatnya, papa, ayo kita pergi melayatnya.”

Wan Pau walaupun memandang rendah Wang Wei yang miskin, tetapi karena dia adalah guru anaknya maka dia terpaksa ikut melayatnya.

Di luar dan di dalam kuil dikerumuni oleh banyak orang, banyak orang yang menangis di depan peti matinya, banyak orang yang memuji kebaikan dan kedermawannya.

Wan Pau sangat heran seorang guru miskin yang meninggal kenapa begitu banyak orang yang melayat.

Tetapi dia berpikir menurut malaikat yang meninggal adalah seorang yang paling kaya di negara ini, pasti tidak salah lagi, Wang Wei pasti banyak harta yang disembunyikannya di tempat yang sangat rahasia di rumahnya.

Akhirnya Wan Pau dengan alasan karena Wang Wei adalah guru anaknya dia akan membantu mengemas harta peninggalan Wang Wei, maka dia pergi ke rumahnya membongkar semua barang yang ada di rumahnya, tetapi selain buku-buku tidak ada satupun barang berharga ditemukan di rumahnya.

Wan Pau di dalam hatinya sangat heran, karena di negara ini tidak ada orang yang lebih kaya daripadanya, kenapa para malaikat dapat menyebut seorang guru miskin menjadi orang paling kaya di negara ini.

Dia lalu mengajukan pertanyaan ini kepada banyak orang, akhirnya seorang pendeta menjawab pertanyaannya, “Guru Wang Wei meskipun miskin, tetapi karena kebaikan hati dan perbuatan amal yang sering dilakukannya, sehingga dia sudah mengakumulasi banyak harta di surga. Harta ini tidak akan berkarat, tidak akan habis dimakan rayap, tidak takut dirampok oleh perampok.”

“Tidak seperti harta yang ada di dunia ini, walaupun tersimpan di tempat yang sangat rahasia, tetapi jika orang tersebut meninggal, harta ini juga tidak dapat dibawa pergi, sampai di surga maka dia akan menjadi seorang miskin.”

Setelah mendengar penjelasan pendeta, Wan Pau mengerti maksudnya, oleh sebab itu dia juga menasehati anaknya harus mengikuti pedoman hidup seperti gurunya Wang Wei, dan dia sendiri juga berubah sikap menjadi seorang yang dermawan, mengeluarkan hartanya membantu orang sakit, orang miskin, orang yang ditimpa bencana, mendirikan rumah sakit, sekolah, rumah yatim piatu.

Beberapa tahun kemudian, Wan Pau menjadi seorang dermawan besar di seluruh negeri. Ketika dia akan meninggal dia berpesan kepada anaknya Xiao Pau, “Ketika saya meninggal, kuburkan saya di seberang makam guru Wang Wei, dan diatas batu nisan ditulis ‘kuburan Wan Pau murid dari Wang Wei’. Salam kebajikan (Sumber)

Kotak P3K


KEBAJIKAN ( De 德 ) Dalam menjalani hidup ini, kita harus memiliki kotak P3K yaitu "Perangkat Pribadi Pada Kehidupan". Kotak ini harus diisi dengan benda-benda yang akan bermanfaat bagi kita dan orang sekitarnya.

Di dalam kotak serba guna ini, haruslah terdapat dua belas benda sebagai berikut :

1. Tusuk gigi

Janganlah sekali-kali kita menggunakannya untuk mengorek-ngorek kesalahan orang lain, namun manfaatkanlah dengan bijak untuk mengeluarkan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi diri kita, yang dapat mengganggu kenyamanan hidup kita. Buanglah pada tempatnya. Jangan pula melemparkan ampas kotoran itu kepada orang lain.

2. Penghapus

Hapuslah semua kesalahan dan kekhilafan yang pernah diperbuat orang lain kepada kita. Jangan biarkan ada bekas guratan yang dapat menyebabkan kita menjadi sakit hati, iri hati dan dendam.

3. Pinsil

Ukirlah di dalam hati, semua kebaikan yang telah diperbuat oleh orang lain. Jadikan sebagai motivasi untuk menyayangi sesama umat manusia.

4. Rautan

Saat hati mulai goyah dan menumpul karena pengaruh lingkungan yang tidak baik, segera pertajam kembali keimanan dan keyakinan kita agar tidak larut dalam kehidupan yang dilarang oleh agama.

5. Obat

Saat hati terlanjur sudah terluka oleh perbuatan orang lain, segera sembuhkan dengan obat yang sesuai dengan takarannya. Jangan berlebihan hingga dapat menimbulkan over dosis dan dapat memperparah luka.

6. Karet Gelang

Hidup ini sangat dinamis dan tidak berhenti bergerak. Jangan terpaku kepada satu sudut pandang dan bersikaplah fleksibel seperti karet yang dapat memelar maupun menegang. Jangan bersikap kaku dan cenderung egois, sebab tidak semua yang kita inginkan pasti dapat terpenuhi.

7. Parfum

Ada saatnya tubuh kita akan berkeringat dan berbau tidak sedap. Semprotkanlah parfum sekadarnya, agar harum yang terpancar dari tubuh dapat membuat orang sekitar kita menjadi nyaman dan tubuh tidak berbau masam yang akan membuat orang bergerak menjauh.

8. Lem

Rekatkanlah janji yang telah kita ikrarkan di dalam hati, baik kepada pasangan maupun rekan bisnis dengan penuh ketulusan. Setialah dengan komitmen yang telah dibuat, seperti lem yang sifatnya untuk menyatukan dan menjadikannya lengket terus.

9. Cutton But

Buanglah kotoran yang dapat mengganggu pendengaran kita, saat mendengar sesuatu informasi dan bermanfaat. Jangan sia-siakan kesempatan untuk menerima masukan dan pendapat orang lain yang dapat membuat hidup kita menjadi lebih baik lagi.

10. Tissue

Bersihkanlah wajah kita dari kesedihan dan kemuraman, usaplah dengan lembut agar wajah terlihat menjadi indah berseri. Wajah bersih akan membuka peluang kita untuk mendapatkan rezeki kehidupan.

11. Permen

Berilah senyum manis kepada setiap orang yang kita jumpai, terutama kepada keluarga, kerabat dan rekan-rekan. Sebab senyum itu laksana sebuah permen, dimana semua orang pasti menyukainya.

12. Uang

Sisihkan sedikit penghasilan kita untuk membantu meringankan orang-orang yang hidup dalam kekurangan. Jangan takut habis sebab Tuhan pasti akan mengganti apapun yang telah kita berikan dengan sesuatu yang jauh lebih baik.

Sobatku yang budiman...

Persiapkanlah semua keperluan dengan sebaik-baiknya. Jangan memandang sepele karena bentuknya yang kecil dan berharga murah. Kadang kala, sesuatu yang sederhana dan terabaikan, justru menjadi penolong kita di waktu yang tidak terduga.

Waktu itu seperti sungai. Kita tidak akan mampu menyentuh air yang sama untuk kedua kalinya, sebab air yang telah mengalir meninggalkan kita akan terus berlalu dan tidak akan pernah kembali ke posisi semula.  Salam kebajikan #firmanbossini

Membaca Buku Memperpanjang Umur

Written By Kebajikan ( De 德 ) on Jumat, 17 Februari 2017 | 12.10


KEBAJIKAN ( De 德 ) -  Selain menambah ilmu pengetahuan, memperluas wawasan, menghabiskan waktu atau menghadapi ujian, apa lagi manfaat dari membaca? Sebuah penelitian dari Yale University di Amerika Serikat menunjukkan bahwa orang membaca lebih banyak buku dapat memperpanjang sekitar 2 tahun umurnya. Manfaat ini mungkin sangat sedikit orang yang mengetahuinya.

Dalam penelitan ini, peneliti dari universitas US National Institutes of Aging yang disponsori sebuah proyek penelitian untuk memperoleh data jangka panjang, menganalisis 3.635 responden berusia di atas 50 tahun hubungan antara kebiasaan membaca dan kematian.

Para responden dibagi dalam tiga kelompok, termasuk: orang yang tidak ada kebiasaan membaca, orang yang per minggu membaca hanya 3,5 jam, dan orang yang membaca lebih dari 3,5 jam seminggu.

Setelah 12 tahun masa tindak lanjut pengamatan dan pertimbangan terhadap pendidikan, pendapatan dan kesehatan menemukan bahwa yang paling sering membaca adalah kaum wanita, orang berpendidikan tinggi dan yang berpenghasilan tinggi.

Dibandingkan dengan orang yang tidak ada kebiasaan membaca, dan orang yang kebiasaan membaca hingga 3,5 jam per minggu, tingkat kematian adalah 17%, dan orang yang lebih dari 3,5 jam per minggu membaca, tingkat kematian 23 persen lebih rendah. Secara keseluruhan, orang yang membaca dibandingkan dengan orang yang tidak membaca rata-rata hidup lebih lama 23 bulan.

Penelitian ini juga menemukan bahwa orang yang membaca koran dan majalah juga hidup lebih lama daripada mereka yang tidak membaca, tetapi secara signifikan lebih rendah daripada orang yang membaca buku.

Peneliti Becca R. Levy mengatakan bahwa temuan ini menunjukkan bahwa manfaat dari membaca adalah dapat memperpanjang umur.

Meskipun Penelitian ini belum dapat menjelaskan kenapa mekanisme membaca dapat mengurangi angka kematian, tetapi Levy percaya bahwa ini mungkin karena membaca dapat meningkatkan kemampuan kognitif.

Karena perkembangan komputer dan website, dan sekarang semakin banyak orang menggunakan e-book, tetapi penjualan buku kertas malahan meningkat. Seperti Amerika Serikat, negara ini menjual total 570.100 juta buku tahun lalu, dibandingkan dengan tahun 2014, hanya 550.900 juta buku.  Salam kebajikan (Sumber)

Simpati dan Empati


KEBAJIKAN ( De 德 ) Eskete berkata : "Saya merasa muak melihat gayanya saat memenangi pertandingan. Aksinya sudah seperti orang yang paling hebat sedunia..."

Teman Eskete menyela : "Saya heran melihat tingkahmu yang kekanak-kanakan. Jagoan kamu kalah, mbok ya... diterima dengan lapang dada. Mengapa harus mempermasalahkan kemenangan orang lain? Jangan pula mencari-cari alasan sebagai pembelaan terhadap jagoan kamu..."

Eskete membela diri : "Tapi saya kesal mengapa jagoanku bisa kalah? Di atas kertas harusnya menang? Tapi kok malah kalah telak? Jangan-jangan ada kecurangan yang dilakukan oleh wasit dan panitia..."

Teman Eskete : "Jangan mengada-ada. Semua berlangsung transparan dan disaksikan oleh begitu banyak penonton di gedung ini. Sebenarnya jagoan kamu itu bisa menang jika tidak memandang rendah lawannya..."

Eskete : "Saya masih belum dapat menerima kekalahannya..."

Teman Eskete : "Terus kamu mau apa? Mau turun ke lapangan untuk menantang sang pemenang?"

Eskete : "Gak gitu juga sich..."

Teman Eskete : "Jadilah penonton yang sportif. Kalau kalah, jangan mengeluh. Cari jagoan lain yang cocok dengan hatimu. Gitu aja kok repot..."

Eskete : "Tapi saya sudah terlanjur mengidolakannya dan sudah ngomong setinggi langit kepada teman-temanku. Saya malu..."

Teman Eskete : "Gini saja... Anggap saja yang menang itu jagoan kamu. Dan cobalah untuk bersimpati, berbahagia dan menikmati kemenangan dari idola barumu ini. Pasti hatimu akan senang..."

Eskete : "Gak mudah untuk berpindah ke idola lain. Tapi saya akan mencobanya. Ngomong-ngomong saya lihat sang juara tidak kalah gantengnya dengan idolaku. Ramah dan bersahaja. Tidak patentengan..."

Teman Eskete tersenyum dan berkata dalam hati : "Awalnya bilang sok hebat dan muak lihat gayanya. Sekarang sudah mulai memuji. Tapi apapun ceritanya, yang penting, saya dan Eskete tidak sampai bermusuhan gara-gara beda jagoan..."

Sementara itu...

Seorang atlit yang kalah bertanding, berbicara saat konferensi pers : "Saya mengakui kekalahanku. Walaupun sudah berupaya mengikuti arahan pelatihku, namun ternyata kami salah strategi dan harus pulang kampung lebih awal. Saya mohon maaf kepada para pendukungku. Dan terakhir, saya mengucapkan selamat kepada para pemenang..."

Para penonton berdiri dan serentak bertepuk tangan, menghormati dan menghargai sifat kesatria atlit ini. Walaupun ada penonton yang bukan merupakan pendukungnya.

Sobatku yang budiman...

Tidak ada ruginya bagi kita untuk sekadar turut berbahagia dan bersimpati saat orang lain sedang berbahagia. Dan juga, tidak ada ruginya sama sekali bagi kita untuk sekadar turut berempati saat orang lain sedang bersedih.

Kedua sikap mulia ini tidak memerlukan biaya, waktu dan energi yang besar. Hanya diperlukan sedikit penurunan ego pribadi dan kedewasaan dalam berperilaku. Jangan melakukan pembenaran versi sendiri agar tidak ikut bersimpati atau berempati.

Betapa indahnya hubungan antar komunitas jika masing-masing manusia mampu memupuk toleransi dengan menghargai dan mencintai sesama mahluk ciptaan Tuhan, walaupun terdapat perbedaan dalam beberapa hal menyangkut kebiasaan, keyakinan dan pandangan hidup.

Cintai sisi kemanusiaannya dan hargai perbedaan pandangannya selama mereka tidak melakukan keributan, gangguan, keresahan dan kerusakan bagi kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Salam kebajikan #firmanbossini

Dewa - Dewi

Legenda Tiongkok

PEPATAH TIONGKOK

KESETIAAN / ZHONG

TAHU MALU / CHI

KESEDERHANAAN / LIAN

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011 - 2016. Kebajikan (De 德) - All Rights Reserved
Template Created by Kebajikan (De 德) Published by Kebajikan ( De 德 )
Proudly powered by Blogger