|
Welcome To My Website Kebajikan ( De 德 ) Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 71, Mari Wujudkan Indonesia yang lebih baik...Dalam era kebebasan informasi sekarang, hendaknya kita dapat lebih bijak memilah, mencerna dan memilih informasi yang akurat. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan Etika dan Moral dalam kehidupan serta meningkatkan Cinta kasih tanpa pamrih pada sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia dan menyajikan keberagaman pandangan kehidupan demi meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan. Tanpa dukungan Anda kami bukan siapa-siapa, Terima Kasih atas kunjungan Anda
Latest Post

Agar Asuransi Cair, Wanita Ini Nekat Potong Tangan & Kakinya

Written By Kebajikan ( De 德 ) on Jumat, 26 Agustus 2016 | 12.46


KEBAJIKAN ( De 德 ) Seperti yang kita tahu, pada dasarnya uang asuransi yang kita punya akan cair ketika kita mengalami musibah yakni mengalami kecelakaan atau meninggal dunia. Meski begitu, kita tetap saja tidak mudah untuk mencairkan uang asuransi tersebut. Pura-pura sakit tentu tak akan bisa membantu kita mencairkan asuransi. Kalau memang ingin mencairkan uang asuransi, setidaknya kita memang benar-benar harus sedang terluka, sakit atau meninggal dunia yang terjadi tanpa dibuat-buat.

Oh iya, kalau ngomongin soal pencairan uang asuransi, kali ini kisah yang cukup mengejutkan dan bikin geleng-geleng kepala datang dari seorang wanita di Vietnam bernama Ly Thi N (30). Pasalnya, Ly telah nekat memotong tangan dan kakinya sendiri agar ia bisa mencairkan uang asuransi miliknya. Ia bahkan telah membayar seorang temannya untuk memotong kaki dan tangannya tersebut agar ia bisa mencairkan uang asuransi sebesar 2 miliar rupiah.

Dikutip dari laman asiantown.net, Ly mengatakan bahwa kaki dan tangannya terpotong karena ia mengalami kecelakaan kereta api di salah satu persimpangan kereta pada bulan Mei lalu. Saat itu, temannya berpura-pura telah menolongnya dan membawanya ke rumah sakit. Sang teman yang diketahui bernama Doan Van D tersebut bahkan berpura-pura bahwa ia tak mengenal Ly. Untuk aksinya ini sendiri, Ly membayar Doan sebesar 30 juta rupiah.

Tapi belakangan, aksi penipuan untuk klaim asuransi ini diketahui oleh pihak asuransi. Tidak dijelaskan secara detail bagaimana penipuan ini terungkap. Yang jelas, Ly dan Doan sempat dibawa ke kantor polisi dan dimintai keterangan lebih lanjut. Media setempat menyebutkan bahwa setelah 3 bulan pemotongan tangan dan kaki itu terjadi, Ly kini telah pulih. Hanya saja, ia benar-benar telah kehilangan salah satu tangan dan kakinya. Dari beberapa laporan yang ada, Ly dikatakan nekat melakukan hal ini karena ia sedang dilanda masalah dengan usaha yang dikelolanya.

Dan atas apa yang dilakukannya ini, ia pun menjadi perbincangan hangat para netter di sosial media. Seorang netter bernama Ly Phan berkomentar, "Ini sungguh keterlaluan. Ia berpura-pura mengalami kecelakaan dan memotong kaki serta tangannya sendiri demi asuransi." 

Netter lain yakni Thanh Phuong Quyn berkomentar, "Ia kehilangan 30 juta, kehilangan tangan dan kakinya. Kini ia juga terancam masuk masuk penjara karena telah melakukan penipuan. Ia sama sekali tidak beruntung."

Ly berpura-pura telah mengalami kecelakaan sehingga tangan dan kakinya harus diamputasi
Meski beberapa netter mengungkapkan kekecewaan terhadap Ly, beberapa netter menganggap apa yang dilakukan Ly tidak masalah karena ia memang terpaksa melakukannya. Mungkin saja, ia sedang berada dalam kondisi putus asa karena masalah yang ia hadapi dan ia memiliki alasan kuat mengapa ia melakukannya. 

Hoa Nguyen berkomentar, "Dia mungkin sedang bangkrut dan sangat membutuhkan uang tersebut sehingga nekat memotong tangan juga kakinya. Tak mudah menipu perusahaan asuransi. Tak mudah pula untuk melakukan hal nekat ini untuk seseorang yang baik-baik saja dan hanya ingin mendapatkan uang dari klaim asuransi."

Sementara itu, menurut Asosiasi Pengacara Hanoi, Le Van Luan, baik Ly maupun Doan telah dibebaskan karena tak ada aturan yang tepat dan menjadikan keduanya didakwa apalagi dimasukkan ke sel penjara. 

Mengenai apa yang dilakukan oleh Ly ini, bagaimana kalau menurut kamu Sobat. Apapun dan bagaimanapun yang ia lakukan, semoga ia melakukannya dengan alasan yang kuat dan ia pun tak menyesal telah melakukan ini semua. Kita semua tentu berharap bahwa insiden seperti ini tak pernah terjadi lagi. Salam kebajikan (Sumber)

Hidup Sebuah Proses Pembelajaran yang Tiada Henti


KEBAJIKAN ( De 德 ) -  Menyesali masa lalu pastilah pernah, tapi apa lah guna . . .
Masa lalu membawa kesedihan pastinya ada, tapi, dari sana aku banyak belajar.
Kesalahan terdahulu membawa begitu banyak pelajaran berarti, lalu masihkah harus ku menyesali masa lalu . . ?

TIDAK!

Aku ingin berterima kasih terhadap masa lalu . . .
Masalah serta kesulitan hidup membuat ku tumbuh semakin dewasa.
Terkadang aku ingin menangis, kenapa tak dari dulu aku menyadarinya. 

Tapi sekarang aku tertawa malu karna telah mengerti!
Mengerti bahwa hidup ini sebenarnya adalah sebuah proses pembelajaran yang tiada henti sampai napas ini berakhir!  Salam kebajikan (Chen Xiang Na)

Konsisten Berlatih


KEBAJIKAN ( De 德 ) -  Dua orang karateka melakukan aksi duel yang seru. Mereka berusaha untuk memasukkan pukulan ke badan lawannya agar menghasilkan poin kemenangan. Saling mengeluarkan jurus pamungkas untuk mengalahkan dan menjatuhkan lawannya. Berharap dapat keluar sebagai juara. Mereka rela berpeluh keringat dan mengabaikan rasa sakit dari badan yang memerah atau membiru akibat terkena pukulan dan tendangan. Semuanya demi sebuah kehormatan menuju juara sejati.

Kemenangan di atas arena bagi seorang atlet, hanyalah satu proses kecil dari serangkaian proses yang berlangsung dalam waktu lama.

Proses besarnya ada di balik layar, bukan pada saat bertanding. Jauh sebelum bertanding, mereka wajib melakukan ritual latihan yang berat dan menjemukan. Selalu menjaga konsistensi berlatih untuk mengasah kekuatan, kecepatan dan kelincahan pukulan serta melatih daya tahan dan ketangguhan diri.

Di saat orang lain menikmati kebebasan hidup, para atlet harus tetap mengasah kemampuannya. Tidak peduli betapa lelah dan sakitnya serta tidak peduli betapa pun menderitanya selama melatih diri, demi mencapai kemenangan di atas arena.

Namun, sesungguhnya kemenangan seorang atlet bukan hanya ditentukan oleh kehebatannya mengalahkan lawan-lawannya, namun lebih dari itu, mereka harus mampu mengalahkan dirinya sendiri, mengalahkan ego dan nafsu keinginan.

Dapatkah kita membayangkan jika seorang atlet hanya berlatih saat menjelang pertandingan? Tentunya hasil yang tidak menggembirakan akan diperolehnya.

Mau ada pertandingan atau tidak, seorang atlet harus tetap melatih kemampuannya setiap hari tanpa pernah mengenal kata lelah maupun bosan.

Sobatku yang budiman...

Demikian juga dengan kehidupan yang harus kita jalani. Sepanjang waktu kita terus belajar dan berlatih.

Tidak ada kata cukup dalam upaya melatih batin dan pikiran kita, untuk mengubah kebiasaan buruk dan untuk berbuat kebaikan.

Misalnya kita memiliki kebiasaan tidak baik yang harus dihilangkan, seperti kebiasaan menggigit jari dan aktivitas ini sudah dilakukan dalam jangka lama, maka diperlukan tekad yang kuat, konsistensi hati untuk mengubah kebiasaan buruk tersebut. Melatih menjauhkan jari dari mulut, dalam kondisi apapun, terutama saat mendapat tekanan dari luar.

Untuk benar-benar dapat menghilangkan kebiasaan buruk itu, kita harus konsisten melatih pikiran dan menanamkan sugesti bahwa apa yang kita lakukan akan berdampak buruk bagi kesehatan dan menurunkan derajat penampilan kita di mata orang lain.

Menurut penelitian para ahli, kegiatan yang diulang terus-menerus hingga tiga bulan penuh secara konsisten, akan menghasilkan sebuah kebiasaan baru. Yang menjadi permasalahan utamanya adalah tetap konsisten mempertahankan kebiasaan tersebut, tanpa pernah berniat untuk menghentikannya. Jika sekali saja berhenti, maka kita akan sulit untuk memulainya kembali. Pengulangan yang konsisten dan berkesinambungan akan mengubahnya menjadi kebiasaan baru.

Hal yang paling sederhana dalam kehidupan sehari-hari adalah membiasakan diri untuk selalu tersenyum saat bertemu dengan orang lain. Menghilangkan wajah jutek dan tidak ramah.

Selanjutnya melatih hati untuk selalu berpikiran positif, menjauhkan sifat suka melontarkan fitnah atau cibiran yang menyakiti perasaan orang lain, suka meng-share berita yang tidak bermutu serta membiarkan pikiran melayang ke alam dengki dan sirik.

Jika kita serius berlatih secara konsisten dan memiliki motivasi yang kuat untuk mewujudkan apa yang ingin kita capai, maka hidup kita pastilah akan selalu diliputi awan kebahagiaan.
Salam kebajikan #firmanbossini

Jadilah Orang yang Rendah Hati


KEBAJIKAN ( De 德 ) Pada kenyataannya, dunia memang tidak pernah berhutang apa-apa. Sekalipun hal buruk terjadi setelah kamu berbuat baik.

Ketika kita percaya hidup itu adil, maka hidup pun akan adil. Ketika kita berbuat baik lalu mendapat hal buruk bukan berarti hidup itu tidak adil, coba deh lihat kembali apa yang bisa di dapatkan dari hal buruk yang terjadi pasti ada hal baik yang bisa membuat kita belajar.

Satu lagi, karena orang yang rendah hati fokus pada apa yang bisa mereka berikan, bukan sekedar apa yang bisa mereka dapatkan, sehingga mereka bahagia dengan apa yang mereka miliki.

Semakin sederhana dan bersahaja pribadimu, semakin engkau diperhatikan oleh Tuhan. Semakin orang sombong dan merasa semua hal bisa dibeli dan diatur, semakin Tuhan membiarkannya dalam kesulitan, supaya belajar. Semakin kita sukses, semakin kita harus belajar apa itu "rendah hati".

Nah sobat, Dalam pekerjaan apapun, tetaplah rendah hati dan tetap letakkan kakimu dipijakan bumi!

Jadilah kuat, tapi bukan berarti jadi kasar.
Jadilah orang baik, namun tidak lemah.
Jadilah berani jangan malah semena-mena.
Jadilah rendah hati tanpa menjadi rendah diri.
Jadilah dia yang percaya diri bukannya yang sombong.

Semoga Bermanfaat..
Tetaplah bersemangat!
Teruslah bertumbuh!
Teruslah belajar!
Salam kebajikan (Lily)

Gadis Sumbing

Written By Kebajikan ( De 德 ) on Kamis, 25 Agustus 2016 | 14.11


KEBAJIKAN ( De 德 ) -  Pada masa Dinasti Qing, ada seorang gadis, dilahirkan dengan cacat bibir sumbing. Oleh karena itu tidak ada orang yang mau memperistrinya. Namun meski dia cacat, pada dasarnya dia adalah seorang gadis yang sangat baik, berbakti dan berbudi luhur, sangat berbakti kepada orang tuanya. Sebagai anak tunggal, dia harus membantu orangtuanya. Meski pun dirinya sangat lelah, tetapi tidak pernah mengeluh.

Suatu hari dia pergi ke ladang mengantar makan siang ayahnya yang sedang bekerja di ladang. Dia bertemu dengan seorang nenek yang belum pernah dia lihat. Nenek tersebut memandang dia dari atas dan ke bawah dan berkata, ” Benar-benar seorang gadis yang baik, alangkah baiknya jika bibir Anda tidak sumbing!”

Gadis ini mendengar perkataan sang Nenek jadi sedih, lalu menjawab, “Saya sejak dilahirkan dari orangtua sudah begini, jadi harus bagaimana?”

“Saya dapat membantu Anda menyembuhkan bibir sumbingmu, Apakah Anda bersedia?” tanya nenek itu.

Pertanyaan si nenek dijawab dengan anggukan ceria dari si Gadis.

Dia melihat nenek itu membuka keranjang bambu yang dibawa lalu merobek sedikit kulit roti dan diteteskan air dari tangannya ke atas kulit roti lalu ditempelkan di bibir sumbing gadis itu.

Nenek itu lalu mengatakan, “Hanya tiga hari maka bibir sumbingmu akan sembuh, tetapi harus diingat selama 3 hari tidak boleh tertawa. “

Gadis sumbing itu mendengar perkataan nenek langsung mengucapkan terima kasih sambil menundukkan kepala. Namun ketika dia mendongakkan kepala kembali, nenek tersebut telah menghilang. Dia tiba-tiba menyadari bahwa nenek tersebut adalah jelmaan Dewa yang datang mengobatinya.

Sesuai pesan nenek, gadis itu selama 3 hari tidak tertawa. 3 hari kemudian, dia membuka kulit roti yang menempel dibibirnya. Terlihat tempat asli bibir sumbingnya sekarang telah benar-benar tertutup, seperti kulit bayi yang baru lahir putih mulus seperti dikasih bedak.

Walau pun, ada banyak ‘pasien’ dengan bibir sumbing, lalu kenapa Dewa hanya menyembuhkan gadis ini?

Jawaban orang kuno adalah, ”Sifat bakti dan budi luhurnya yang menolongnya.”

Hal ini juga menunjukkan bahwa Dewa sangat serius memperhatikan moralitas manusia, maka kita harus benar-benar sesuai dengan kehendak Tuhan untuk melakukan menjadi seorang yang baik. Salam kebajikan (Sumber)

Kisah Keset dan Pot Bunga


KEBAJIKAN ( De 德 ) -  Di sudut ruangan, sebuah pot bunga besar berhiaskan tulisan kaligrafi indah diletakkan di atas lantai dekat pintu masuk ruangan. Tepat di depan pintu, terhampar sebuah keset yang berwarna gelap, sangat kontras dengan pot bunga yang bercorak indah dan berwarna cerah.

Karena sering diletakkan berdampingan, keset dan pot bunga menjadi akrab dan sering melakukan percakapan, mendiskusikan kelemahan dan keunggulan masing-masing.

Keset memulai obrolan : "Sebenarnya aku merasa iri dengan dirimu..."

Pot bunga : "Mengapa demikian, sobatku...?"

Keset : "Kamu cantik, menarik, menawan dan indah dipandang mata. Sedangkan diriku terlihat gelap dan kumal. Hargamu juga jauh lebih mahal dari diriku. Kamu selalu menjadi kebanggan boss kita. Setiap hari kamu dibersihkan dan tidak boleh ada setitik debupun melekat di tubuhmu. Sedangkan aku..."

Pot bunga memotong kalimat keset : "Kamu tidak boleh berkata demikian. Kita masing-masing mempunyai peran dan tugas yang berbeda..."

Keset : "Benar... Tapi diriku bagaikan barang yang tidak berguna. Setiap saat diinjak-injak dan dikotori oleh debu, pasir dan tanah yang melekat di sandal atau sepatu orang yang akan masuk ke dalam ruangan... Aku jelek dan hina..."

Pot bunga merasa kasihan melihat sobatnya yang sedang bersedih. Dia sedang memikirkan kata-kata terbaik untuk menyemangati keset.

Keset melanjutkan : "Aku merasa tidak dipandang apalagi dihargai orang. Mereka hanya memanfaatkan diriku untuk membersihkan alas sepatu mereka yang kotor."

Pot bunga : "Wahai keset... Kamu tidak boleh bersedih dan berputus asa. Kita memang berbeda. Aku dipilih untuk mempercantik ruangan sedangkan dirimu memiliki peranan yang jauh lebih penting dariku...."

Keset menyela : "Sejujurnya, aku tidak melihat adanya manfaat dari diriku. Diriku tidak pernah bersih. Walaupun baru dibilas dengan air bersih, namun dalam sekejap diriku sudah dipenuhi kotoran lumpur, debu dan pasir. Aku merasa hidupku sangat menjemukan..."

Pot bunga berusaha menghibur keset. "Siapa bilang kamu tak berguna? Coba sekarang kamu lihat ruangan sekelilingmu... Debu, pasir maupun tanah yang biasanya melekat di dasar sepatu orang-orang, tidak sampai mengotori ruangan. Dan semua itu karena siapa? Tentunya karena pengorbanan kamu. Karena jasa kamu lah ruangan ini bisa tetap bersih. Sementara saya tidak sanggup berbuat apa-apa. Sesungguhnya yang perlu dikasihani itu adalah diriku..,"

Keset pun mulai berpikir. "Benar sih, tapi oleh karenanya, aku menjadi kotor dan terlihat tidak menarik..."

Pot bunga berusaha memberi penjelasan yang utuh dan sedikit penghiburan kepada sobatnya, keset : "Tubuhmu yang kotor masih bisa dicuci dan dibersihkan lagi. Selain itu, kamu juga selalu berada di ruangan ini sepanjang waktu karena kamu memang amat dibutuhkan. Tidak ada yang sanggup menggantikan tugasmu. Lain dengan diriku yang kamu anggap berharga. Aku mudah sekali pecah. Jika sekali saja aku terjatuh dan pecah, maka diriku akan menjadi barang rongsokan yang sama sekali tidak berguna. Jangankan pecah, jika tubuhku terluka sedikit saja, maka aku akan disingkirkan dan diganti oleh yang lain...."

Keset mendengarkan ulasan pot bunga dengan seksama. Dia mulai memahami semua yang dikatakan keset. Dari sebelumnya merasa terhina, sekarang, keset justru merasa kasihan kepada pot bunga.

Pot bunga melanjutkan : "Nah, sudahkan kamu mengerti betapa berarti dan bergunanya dirimu? Sewaktu-waktu aku akan akan tersingkir dari ruangan ini, jika boss kita sudah merasa bosan. Aku hanyalah hiasan, karena sebuah keinginan, bukan merupakan sebuah kebutuhan seperti dirimu...."

Sejak saat itu, keset tidak pernah mengeluh lagi. Dia mulai menegakkan kepalanya dan berbangga hati. Meskipun setiap hari diinjak-injak dan dikotori, namun dia tahu bahwa dirinya sangat bermanfaat untuk menciptakan kebersihan lingkungan sekitarnya.

Sobatku yang budiman...

Bagaimanakah dengan kita? Apakah saat ini kita merasa kecil dan tidak berguna? Merasa dipandang sebelah mata oleh orang lain karena belum memiliki peranan yang berarti untuk lingkungan sekitar? Apakah keberadaan kita jauh dari pandangan dan penilaian orang lain?

Jangan cemas... Meski saat ini kita tidak dipandang atau dianggap remeh oleh orang lain, tetaplah melakukan aktivitas dengan sebaik-baiknya. Jangan terpengaruh dengan perilaku negatif dari orang lain, yang akan membuat kita semakin minder. Terimalah semua kritikan dengan hati lapang, sebagai bahan introspeksi diri.

Jika kita selalu berkutat dengan pikiran yang tidak jernih, merasa takut melakukan kesalahan sehingga tidak berani melakukan tindakan, maka selamanya kita akan menjadi orang kerdil.

Lebih baik menjadi sehelai keset yang kotor dan kumal, namun bermanfaat bagi kebersihan lingkungan sekitarnya daripada menjadi sebuah pot bunga yang cantik, indah, menawan dan berharga mahal, namun hanya sekedar menjadi pajangan ruangan.

Percayalah, akan tiba waktunya bagi kita untuk mendapatkan imbalan setimpal atas segala jerih payah dan perjuangan yang tanpa kenal lelah. Tetaplah bersemangat...!!!  Salam kebajikan #firmanbossini

Dewa - Dewi

Legenda Tiongkok

PEPATAH TIONGKOK

KESETIAAN / ZHONG

TAHU MALU / CHI

KESEDERHANAAN / LIAN

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011 - 2016. Kebajikan (De 德) - All Rights Reserved
Template Created by Kebajikan (De 德) Published by Kebajikan ( De 德 )
Proudly powered by Blogger