Welcome To My Website.......Selamat dan Sukses Atas Pelantikan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)Oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara Sebagai Gubernur DKI Jakarta.....Terima Kasih atas kunjungan Anda Di Website Kebajikan ( De 德 )
|
Loading...
Latest Post

Mengontrol Diri Dalam Suasana Gembira

Written By Kebajikan ( De 德 ) on Rabu, 26 November 2014 | 12.00

 

KEBAJIKAN ( De 德 ) -  Pada zaman Don Han, ada seorang panglima tentara yang sangat terkenal bernama Feng Yi (馮異).  Ia adalah seorang pemberani yang tidak takut berperang. Ia
juga berjiwa dingin, tidak pernah senyum tampak di bibirnya bila ia memenangi suatu
pertempuran. 

Ia juga seorang pendiam yang sulit diajak berkomunikasi, sehingga para prajuritnya hanya bisa menebak-nebak apa yang dimaksudkannya di balik sebuah keputusan atau tindakannya. Ia tidak suka orang memuji keberhasilannya dan juga tidak suka jika prajurit bawahannya
bergembira karena pujian orang.

Suatu saat, karena Feng Yi berhasil membawa semua prajurit yang di bawahnya memenangi pertempuran yang berat, Raja sangat gembira sehingga menghadiahkan kepada mereka suguhan daging dan anggur untuk rnelakukan pesta kemenangan. Raja memberikan daging, karena selama pertempuran mereka hanya makan seadanya bahkan menahan lapar, tetapi masih bisa gagah berani bertempur. Raja memberikan minuman anggur untuk melambangkan
suatu pesta kemenangan.
.
Walaupun sebenarnya Feng Yi tidak begitu suka, namun ia berpikir bahwa sekali-sekali
tidak ada salahnya berpesta bersama semua prajurit. Karena itu, ia menyetujuinya dan malam itu juga pesta dilangsungkan. Daging dan minuman anggur dibagi-bagikan dan pesta pun dimulai. Feng Yi tetap ingin melihat apakah semua prajuritnya dapat mengontrol diri waktu berpesta.

Betapa kagumnya ia, sewaktu pesta sudah sampai tengah rnalam tapi semua prajuritnya tetap mampu mengontrol dirinya. Mereka berpesta sambil tetap bersiaga sehingga di tangan semua
prajuritnya ada senjata yang sewaktu-waktu, jika dibutuhkan siap digunakan. Feng Yi sangat puas karena prajuritnya yang mampu mengontrol diri sewaktu pesta, bahkan tetap bersiaga, adalah prajurit-prajurit teladan. 


Pada saat itu ada seorang prajurit humoris berkata, "Aku menunggang kuda berlari sangat cepat bahkan sampai di barisan yang paling depan. Sewaktu aku melihat tentara musuh semua tampak kuat dan gagah, aku sama sekali tidak gentar, terus maju. Sekali saja aku berteriak dan baru saja mengacungkan senjata, para prajurit musuh sudah lari tunggang-Ianggang."

Semua tentara yang berpesta pun bertepuk tangan dan tertawa terbahak-bahak. Tidak terkecuali Feng Yi yang mendengarkannya juga tersenyum. Ia tahu bahwa waktu berperang, dialah yang berada paling depan dan memimpin semua prajurit. Perkataan prajurit hurnoris itu sama sekali tidak membuat dia merasa direndahkan. 

Pesta pun terus berlangsung. Suasana tetap terkontrol, juga tetap bergembira. Feng Yi pun diam-diam mengundurkan diri dan pergi ke sebuah pohon besar. Kebiasaan Feng Yi yang suka pergi ke sebuah pohon besar sebenarnya selalu dilakukannya secara sembunyi-sembunyi, tetapi tanpa dia sadari selalu ada saja prajuritnya yang mengikutinya. 

Di bawah pohon besar itu, Feng Yi selalu mengevaluasi bagaimana jalannya pertempuran, bagaimana pertempuran berikutnya akan lebih baik, dan bagaimana dampak dari pertempuran tersebut, dan sebagainya. Jika dilihat dari jauh, maka tampak ia sedang berbicara pada pohon tersebut karena tidak ada orang lain lagi di sana. 

Ia sering berhicara sendiri di sana dan ia sama sekali tidak tahu bahwa beberapa prajuritnya
selalu mengamatinya. Mereka begitu kagum pada Feng Yi dan mereka menceritakan kebiasaannya tersebut kepada sernua prajurit. Oleh karena itu, Feng Yi di kalangan prajuritnya, dijuluki sebagai Panglirna Pohon Besar (大樹將軍 / Da Shu Jiang Jun).

Nah Sobat, Ketika berpesta pora dan dalam suasana gembira, hendaknya tetap harus
mengontrol diri supaya tidak berbuat dan berkata-kata yang kurang tepat dan akhirnya merugikan diri sendiri. Dalam pesta dan suasana gembira, orang bijak tetap akan mengontrol dirinya serta berjaga-jaga. 

Jika seorang mampu mengontrol dirinya dengan baik pada waktu pesta, maka ia tidak akan makan seperti orang kelaparan, tidak akan minum anggur seperti tidak ada musuh sama sekali, dan tidak berkata-kata sembarangan. Yakinlah dan pastikanlah bahwa semua tetap terkendali, sehingga orang akan dibangun melalui teladan yang dilihatnya. Salam kebajikan (Lei Wei Ye/101 Kisah Bermakna dari Negeri China)

Lakukan yang Benar, Jangan peduli Apa yang Dikatakan Orang Lain


KEBAJIKAN ( De 德 ) -  Jangan peduli bagaimana orang mengatakan kita, melakukan hal yang benar adalah jalan kesuksesan kita sendiri. (不要在意别人怎么说我们,做得对就是我们自己的成功路)

Jangan terlalu menyusahkan pikiran kita dengan apa kata orang, karena sesempurna apapun kita tetap ada yang mengatakan kekurangan. Yang penting di dalam hidup kita, kita harus baik dan harus bisa bertanggung jawab pada diri kita. Jika tidak ingin dikatain orang, jangan juga mengatakan orang.

Berhenti menyebarkan gosip, jadi penerima gosip dan tidak diteruskan. Jika kita hentikan gosip yang diteruskan hanya sampai diri kita, maka kita telah beri kesempatan perbaiki kehidupan orang lain.

Orang yang memiliki integritas tidak suka mengumbar omongan tentang orang didepan atau dibelakangnya. Jika memiliki masalah dengan seseorang, lebih baik datangi orang tersebut, bicarakan masalahnya, tidak pernah melalui orang ketiga.

Penyampaian orang lain walau tidak punya jahat tapi beda keinginan.Akan terpuji kita memuji orang secara terbuka tapi mengkritik orang secara pribadi. Berhenti bicarakan orang lain dan bicarakan ide-ide besar yang bisa mengubah dunia, paling sedikit bisa merubah kehidupan kita dan orang lain.

Ada orang yang selalu merasa risau, karena menanggapi dengan serius sepatah kata yang diucapkan orang lain secara tanpa disengaja. (有些人常常起煩惱,因為別人一句無心的話,他卻有意的接受). People often feel upset, because they take careless remarks too seriously.
- Master Cheng Yen - Salam kebajikan (Sumber/Ai Ti)

Kebodohan Bathin


KEBAJIKAN ( De 德 ) -  Menyalah Artikan Niat Baik Orang adalah bentuk kebodohan batin.
Senantiasa Berpengertian Benar dan Bersyukur adalah Kebijaksanaan.

Mari kita belajar mengikis Kebodohan Batin, agar menjadi manusia yang Sadar, Mawas diri dan Bijaksana Tanpa ada pelatihan takkan ada Hasil.


Sekecil apapun bentuk Pelatihan akan membuahkan Hasil..Jangan sia-sia kan Waktu dengan hal-hal tak berguna, sebab hari esok kita tidak tau apa yang akan terjadi.

Nah sobat, Awali Harimu dengan Senyuman..Bersyukur Dan Kembangkan Welas Asih. Percayalah semua akan menjadi INDAH pada waktunya. Salam kebajikan (Sumber/Lily)

I Can Di It

 

KEBAJIKAN ( De 德 ) -   Kerjakan bagian kita, apapun profesi sahabat di blog ini ..Dari yang berkarier maju hingga masih posisi merintis bahkan di kondisi belum sukses samasekali.

Jangan berlelah...Tak ada kesuksesan, tanpa keterpurukan serta perjuangan berat. Tak ada kebahagiaan, tanpa airmata..

Bila harus dengan cara instan memperoleh kesuksesan, tak bisa dipungkiri itu faktor keberuntungan, hanya saja persiapkan diri melewati perubahan.

Karena terkadang sesuatu yang instan tanpa kematangan emosi dan pengalaman sering membuat manusia ”jatuh".

Sejatinya sangat berharga orang yang lebih dulu terpuruk
, menangis dan jatuh lalu saat bangkit bisa belajar dari pengalamannya. Selamat menikmati aktivitas Kalian dan Salam Kebajikan (Penulis: Lulu)

Positif dan Negatif

Written By Kebajikan ( De 德 ) on Selasa, 25 November 2014 | 22.07


KEBAJIKAN ( De 德 ) -  Orang Positif, melihat apa saja sebagai Kesempatan
Orang Negatif, melihat apa saja sebagai Masalah
 
Orang Kuat menganggap apa saja sebagai Tantangan Hidup
Orang Lemah menganggap apa saja sebagai Kesulitan
 
Orang yang berpikiran terbuka mengerjakan apa saja atau kemana saja memiliki cara yang banyak.

Orang yang berpikiran sempit mengerjakan apa saja atau kemana saja merasa tersesat.

Sobat Kebajikan...tentukan sendiri kau ingin menjadi orang seperti apa dan kamu ingin memiliki Kehidupan seperti apa....Salam kebajikan (Sumber/Lia)

Seorang Perawat Ungkapkan 5 Penyesalan Pasien-Pasiennya yang Bersiap Menjemput Ajal


KEBAJIKAN ( De 德 ) -  Sobat, pernahkah Anda mendengar ucapan ini, "Sepahit-pahitnya tinggal sementara di PENJARA, tak sepahit tinggal sementara di Rumah Sakit."

Ini adalah sebuah kisah yang dialami oleh seorang perawat. Perawat ini sudah bekerja bertahun-tahun di perawatan paliatif (perawatan kesehatan terpadu yang bersifat aktif dan menyeluruh, dengan pendekatan multidisiplin yang terintegrasi).

Seperti yang dilansir oleh theunbuondedspirit.com, banyak sekali pengalaman yang dialami oleh perawat ini. Salah satunya adalah berhadapan dengan pasien-pasien yang sudah bersiap menjemput ajal.

Perawat ini pun pernah menanyakan apa saja yang disesali oleh para pasien yang rupanya sudah berada di ujung hayat mereka. Dan ini dia lima jawaban paling umum yang diberikan oleh pasien-pasiennya sebelum akhirnya ajal datang menjemput.

1. I wish I’d had the courage to live a life true to myself, not the life others expected of me.

Ini adalah rasa penyesalan paling umum yang dirasakan oleh para pasien. Saat tahu bahwa ajal akan datang menjemput, kebanyakan manusia akan menyesal kenapa dulu tidak melakukan hal-hal disukai, tidak mewujudkan impian-impian besar yang dimiliki. Ketika sudah jatuh sakit dan tahu bahwa ajal akan segera datang, rasa sesal kenapa dulu tidak berani untuk memperjuangkan hal yang diinginkan seringkali menghantui.

2. I wish I didn't work so hard.

Penyesalan ini datang dari setiap pasien pria yang ditemui perawat tersebut. Banyak orang yang merasa bahwa merasa sangat menyesal karena terlalu gila kerja sampai lupa akan pentingnya mengasuh anak, mengontrol tumbuh kembang anak, dan juga menghabiskan waktu dengan keluarga.

3. I wish I’d had the courage to express my feelings.

Banyak orang yang memendam dan menyembunyikan perasan agar tidak berkonflik dengan orang lain. Akibatnya mereka jadi merasa tidak bisa menjadi diri sendiri. Apalagi banyak sekali penyakit yang diakibatkan oleh eksrepsi atau emosi yang terus dipendam dan disembunyikan selama bertahun-tahun. Ada saatnya kita untuk jujur pada orang lain dan juga pada diri sendiri dalam mengungkapkan apa yang sebenarnya kita rasakan.

4. I wish I had stayed in touch with my friends.

Banyak orang yang merindukan sahabat-sahabatnya saat berada di ambang kematian. Rasa rindu akan kasih sayang dan cinta dari orang-orang terdekat bisa semakin menyiksa orang yang tahu bahwa dirinya tak akan bertahan hidup lama di dunia. Rasa sesal karena dulu tidak menjaga ikatan persahabatan dengan baik ini dirasakan oleh banyak sekali pasien.

5. I wish that I had let myself be happier.

Pernyataan ini termasuk yang paling mengejutkan. Rupanya banyak orang yang baru menyadari hal ini ketika mereka sudah tak berdaya dan menanti ajal menjemput. Terjebak dalam rutinitas dan hidup yang itu-itu saja telah membuat banyak orang tidak bisa merasa bahagia dan pada akhirnya menciptakan rasa sesal.

Sobat, hidup ini sebenarnya adalah singkat. Setiap orang tentu punya cerita hidupnya sendiri-sendiri. Pergunakanlah waktu yang singkat ini sebelum timbul penyesalan. So, we need to choose consciously, choose wisely, choose honestly and more importantlu, choose happiness. Salam kebajikan (Sumber)

PEPATAH CINA

CINTA

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2014. Kebajikan (De 德) - All Rights Reserved
Template Created by Kebajikan (De 德) Published by Kebajikan ( De 德 )
Proudly powered by Blogger