|
Welcome To My Website Kebajikan (De 德)..Dalam era kebebasan informasi sekarang, hendaknya kita dapat lebih bijak memilah, mencerna dan memilih informasi yang akurat. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan Etika dan Moral dalam kehidupan serta meningkatkan Cinta kasih tanpa pamrih pada sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia dan menyajikan keberagaman pandangan kehidupan demi meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan. Tanpa dukungan Anda kami bukan siapa-siapa, Terima Kasih atas kunjungan Anda
Latest Post

Awas! Ada Bagian Tubuh Anak yang Tidak Boleh Terkena Pukulan

Written By Kebajikan ( De 德 ) on Jumat, 24 Maret 2017 | 12.30


KEBAJIKAN ( De 德 ) -  Seorang netizen pernah memberitakan bahwa beberapa waktu lalu, seorang gadis berusia 8 tahun bernama Ling Ling tiba-tiba meninggal ketika sedang menikmati masakan cakar ayam.

Ibunya sempat menduga bahwa Ling Ling mungkin keracunan makanan itu, tetapi hasil otopsi membuktikan bahwa Ling Ling meninggal dunia akibat memar otak yang disebabkan oleh pukulan dari luar.

Membuat sang ibu terlambat untuk menyesali perbuatan yang ia lakukan kepada anak kesayangannya.

Kabarnya, hari itu Ling Ling mengerjakan PR sambil menonton acara TV, dan ketika ibunya memeriksa hasil PR menemukan sejumlah kesalahan yang membuat ibu marah, lalu secara spontan menampar Ling Ling yang mengenai bagian belakang kepalanya.

Ling Ling menangis, dan ibunya pun mengalah dan menurunkan emosinya. Tak lama kemudian, ibu membawakan makanan ringan berupa beberapa potong masakan cakar ayam kesukaan Ling Ling.

Belum habis cakar ayam dimakan Ling Ling sudah mulai pusing-pusing dan muntah. Meskipun langsung dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Apakah gamparan yang mengenai bagian belakang kepala akan berakibat begitu serius?

Dokter lalu menjelaskan, kelainan pembuluh darah otak atau malformasi pembuluh darah otak mungkin sudah terjadi pada Ling Ling. Gamparan dari ibu walau bukan penyebab langsung tetapi menjadi pemicu kematian.

Anak pada masa pertumbuhan, kekuatan luar mungkin membahayakan kehidupan dan kesehatan anak, terutama bila hal itu terjadi pada bagian-bagian yang fatal. Karena itu tidak semua bagian tubuh mereka boleh dipukul.

Mana saja bagian tubuh yang harus dihindari terkena pukulan ?

1. Bagian belakang kepala

Pusat pernapasan manusia ada di sini, jika terkena pukulan keras, bisa menimbulkan gangguan keseimbangan, mual-mual, gagal pernapasan dan beberapa komplikasi lainnya.

2. Bagian Pelipis

Pelipis berada di lokasi yang rawan kena pukulan karena dindingnya tipis, mudah retak atau pecah yang berdampak negatif pada pengembangan saraf penglihatan. Karena pelipis dekat sekali dengan mata, kerusakan pada pelipis akan lebih mudah menyebabkan kebutaan. Oleh karena itu orangtua jangan sembarangan menampar bagian pipi dan telinga anak.

3. Menjewer telinga

Menjewer telinga dengan tenaga yang berlebihan bisa meretakkan sampai menjebolkan gendang telinga yang akan membuat pendengaran terganggu.

4. Mencubit hidung

Mukosa pada hidung anak-anak masih tergolong halus, dan karena dalam rongga hidung itu kaya dengan pembuluh darah sehingga mencubit keras hidung mudah melukai mukosa dan pembuluh darahnya.

5. Memukul pantat

Banyak orangtua tahu kalau bagian tubuh tertentu dari anak tidak boleh dipukul, kemudian timbul pemikiran pukul pantat saja karena dagingnya lebih tebal, mungkin tidak akan berbahaya kecuali menimbulkan rasa sakit. Tetapi sebenarnya tidak demikian. Pantat memiliki saraf sciatic yang kalau terkena pukulan yang tidak ringan, maka dampaknya juga cukup serius.

6. Memukul bagian punggung

Ada orangtua yang selain memukul pantat juga sering memukul bagian punggung anak. Tulang belakang pada anak masih rawan pukulan karena belum sempurna perkembangannya. Pada hal di tulang belakang itu juga penuh dengan saraf-saraf penting.

Anak-anak membandel jelas menimbulkan amarah orangtua, boleh tidak menggunakan pukulan dalam mendidik anak masih menjadi topik perdebatan para orangtua. Terlepas dari itu, mari kita melihat bagaimana keluarga Amerika dalam mendidik anak tanpa menggunakan cara memukul.

1. Membiarkan anak menangis adalah cara menghukumnya.
2. Membiarkan anak kelaparan, nantinya toh akan makan juga kalau sudah terdorong rasa lapar.
3. Bukan makanan berantakan yang dipermasalahkan tetapi apakah ia belajar makan dengan tangannya sendiri.
4. Memaksa anak makan justru akan menimbulkan keinginan anak untuk menolak makanan yang diberikan.
5. Dengan orangtua berani menanggalkan belas kasihan dalam mendidik, anak-anak baru lebih cepat bisa mandiri. Salam kebajikan (Sumber)

Penderita Kanker Rahim yang Hidupnya Tinggal 3 bulan Berubah Sehat dan Hidup Sampai Sekarang Berkat Praktik ini


KEBAJIKAN ( De 德 ) Saya warga kota Harbin, Propinsi Heilongjiang, Tiongkok memiliki seorang keponakan perempuan dengan sebutan Xiao Yenzi, sekarang berumur 29 tahun.

7 tahun silam, yakni ketika ia berumur 22 tahun, kesehatannya menurun akibat pendarahan rahim yang terus menerus. Meskipun telah menjalankan 6 bulan pengobatan pada sebuah rumah sakit di Acheng County (Alcuka Hoton), tetapi keluhannya tidak membaik bahkan condong memburuk.

Xiao Yenzi kemudian oleh familinya dibawa opname ke rumah sakit besar di kota Harbin. Dokter yang menangani mengatakan bahwa ia menderita kanker rahim sangat spesifik dan sudah masuk stadium lanjut.

Kasus tersebut cukup serius dan umurnya hanya tersisa 3 bulan setelah tindakan histerektomi. Belum habis mendengar penjelasan dokter, ibunya sudah menangis histeris dan jatuh pingsan.

Setelah mendengar apa yang dialami oleh xiao Yenzi, saya mencoba untuk mengajaknya ke rumah, kemudian mendapat tanggapan dari suami saya yang mengatakan, “Sungguh besar nyali anda sekarang, kalau sampai terjadi apa-apa, apakah anda mampu menanggungnya?”

Saya jawab, “Semoga tidak terjadi apa-apa, saya memiliki keyakinan bisa membantunya”.

Setiap pagi saya membawa Xiao Yenzi untuk berlatih Gong dan belajar memahami isi buku-buka Falun Gong, memberikan penjelasan bagaimana untuk menjadi seorang yang baik sesuai karakteristik alam semesta.

Semenjak saat itu, xiao Yanzi terus bersama saya berlatih Gong sampai 3 tahun pun tidak terasa sudah lewat. Beginilah seorang yang divonis dokter umurnya tinggal 3 bulan masih hidup sampai sekarang dan kondisi kesehatannya juga sudah pulih.

Xiao Yanzi yang sekarang sudah berumah tangga dan hidup bahagia. Semua famili Xiao Yanzi telah menjadi saksi hidup atas kesembuhan seorang penderita kanker rahim spesifik yang umurnya tinggal 3 bulan. Mereka berterima kasih kepada Falun Gong yang telah mengubah nasibnya. Salam kebajikan (Sumber)

Bukan Orang Baik


KEBAJIKAN ( De 德 ) -  Uvewe, seorang pria muda ganteng, dikenal sebagai orang yang baik, dermawan, santun bertutur kata, suka membantu orang lain. Semua orang yang meminta pertolongan kepadanya, selalu dibantu dengan ikhlas. Namanya menjadi populer di lingkungan pergaulan karena kebaikan hatinya.

Suatu hari, sahabat kentalnya, Opekiu berkunjung ke rumah Uvewe. Dari balik pintu, samar-samar Opekiu mendengar suara teriakan, menjurus kepada kalimat makian yang kasar.

Terdengar suara Uvewe yang tidak asing lagi di telinganya, sedang berteriak kuat : "Dasar pembantu bodoh... Mengapa kamu tidak hati-hati. Baju saya yang begitu mahal menjadi luntur gara-gara ketololan dirimu. Sungguh kamu ini manusia tidak berguna... Saya sangat menyesal sudah mengambil dirimu dari kampung. Seharusnya saya biarkan saja kamu hidup merana di sana...."

Bukan itu saja, beberapa saat kemudian terdengar suara keras, seperti barang yang dibanting ke lantai. Opekiu dapat membayangkan begitu dahsyatnya suara bantingan tersebut akan mengejutkan orang yang berada di dalam rumah. Sebab dirinya yang berada di luar rumah saja, sampai melompat terjungkal ke belakang mendengar suara benturan benda dengan lantai.

Karena takut terjadi apa-apa di dalam rumah, Opekiu segera mengetuk pintu dan menekan bel sekencang-kencangnya. Tidak berapa lama kemudian, Uvewe sendiri yang membuka pintu. Sempat terlihat wajahnya yang merah padam, namun seketika berubah menjadi normal, dengan wajah tersenyum menyambut kehadiran Opekiu.

Uvewe : "Apa kabar sahabatku...? Tumben sore-sore datang berkunjung ke rumahku..."

Opekiu tidak mempedulikan ucapan Uvewe, langsung masuk ke dalam rumah. Matanya melihat ke sekeliling ruangan. Yang terlihat di atas lantai, kepingan pecahan piring yang sedang dibersihkan oleh seorang perempuan muda, yang belakangan diketahui sebagai pembantu rumah Uvewe.

Sambil menangis terisak, pembantu tersebut memungut satu persatu pecahan beling dengan hati-hati. Matanya membengkak seperti sedang menangis. Dia segera menyingkir ke belakang dengan terburu-buru, saat melihat kehadiran Opekiu.

Opekiu melihat ke arah Uvewe sambil berkata : "Ada apa gerangan bro? Rumah ini berantakan seperti habis perang dunia ketiga..."

Uvewe menjawab dengan santai : "Ah... gak papa bro... Biasalah, tadi pembantu saya kurang hati-hati sehingga menjatuhkan piring ke lantai..."

Opekiu pura-pura tidak tahu : "Kamu memarahi dia...?"

Uvewe : "Ya gak dong... Walaupun kurang teliti, namun yang rusak hanyalah piring yang harganya tidak seberapa..."

Akhirnya Opekiu berkata : "Kamu adalah sahabatku, bukankah begitu bro...?"

Uvewe mengangguk : "Tentu saja... Selama ini kita sudah berteman begitu lama... sudah saling mengenal satu sama lain..."

Opekiu : "Sorry bro, selama ini saya pikir sudah mengenal pribadimu sedalam-dalamnya. Namun baru hari ini, mata dan pikiranku terbuka, ternyata kamu bukanlah orang baik seperti yang sering dibicarakan orang lain...."

Uvewe terperanjat dan berkata perlahan : "Mengapa kamu berkata demikian...?"

Opekiu : "Saya sudah mendengar semuanya dari luar, sebelum mengetuk pintu. Betapa terkejutnya diriku saat mendengar kalimat caci maki penuh hinaan kepada pembantumu gara-gara dia merusak baju mahalmu. Ntah berapa kali kamu sudah merendahkannya selama ini. Kamu sungguh berbeda. Di luar kamu terlihat santun dan baik, namun terhadap pembantumu, kamu bagaikan serigala yang siap menghabisi hidupnya, kapan saja..."

Uvewe terdiam seribu bahasa. Kepalanya menunduk dan merasa malu karena ketahuan memiliki perangai yang kasar.

Opekiu : "Sudahlah bro... Masalah ini cuma saya yang tahu. Saya berharap kamu dapat menyamakan perlakuanmu kepada orang lain dan kepada pembantumu. Jangan hanya mau berbuat baik kepada orang yang selevel atau di atasmu dengan tujuan pencitraan. Sesungguhnya Tuhan akan menilai setiap tingkah laku kita kepada siapapun, tanpa pandang bulu..."

Uvewe : "Terima kasih sahabatku. Saya berjanji untuk mengubah perilaku menjadi lebih baik lagi..."

Sobatku yang budiman...

Berbuat kebaikan kepada orang lain yang sederajat atau yang lebih terhormat itu sudah biasa. Namun kesanggupan melakukan kebaikan dan menaruh penghormatan kepada orang yang status sosialnya berada di bawah kita adalah perbuatan luar biasa.  Salam kebajikan #firmanbossini

Kisah Mengharukan: Kebaikan Itu Tak Memandang Kamu Siapa

Written By Kebajikan ( De 德 ) on Kamis, 23 Maret 2017 | 13.49


KEBAJIKAN ( De 德 ) Kisah mengharukan ini terjadi pada 6 Februari 2017 lalu di Beaverton, Ontario, Kanada.

Seorang anak laki-laki 8 tahun yang ikuti ayahnya memancing dalam kondisi salju yang tebal terlihat sedang menunggu pancingannya dengan sabar.

Namun, setelah hampir berjam-jam menunggu, masih tidak terlihat tanda-tanda umpan pancingnya disambar ikan.

Sebagai anak-anak, sudah pasti dia akan merasakan bosan dan kecewa. Seorang pria tak dikenal yang duduk dekat dengannya merasakan kondisi anak tersebut dan si pria itu berniat untuk menolong si anak.

Pancingan dimakan ikan
Pria tersebut memanggil anak tersebut dan mengatakan bahwa pancingannya dimakan ikan.
Pria tersebut menambahkan, “Kali ini, kamu angkat tangkapan ikan ini.”

Anak-anak tersebut tampak begitu bersemangat menggulung senar pancing dalam usaha untuk menaikkan ikan tersebut. Dan yang sangat menggembirakan adalah, ikan tersebut tampaknya cukup besar mengingat batang pancing tersebut membengkok.

Setelah beberapa saat, anak tersebut berhasil menaikkan ikan dan benar, itu sangat besar!
Ayah si anak tersebut sangat menghargai tindakan pria yang tidak dikenal itu untuk menggembirakan hari anaknya, Meskipun berbagai kemungkinan bisa terjadi ketika seorang anak menaikkan ikan sebesar itu.

“Saya harap saya bisa mengetahui nama pria tersebut dan minum dengannya!” Katanya.

Sebenarnya, kebaikan itu merupakan satu bahasa yang tidak memerlukan pengenalan tetapi mampu untuk disebarkan kepada siapa saja. Salam kebajikan (Sumber)

Karma Perbuatan


KEBAJIKAN ( De 德 ) "Hidup ini merupakan rangkaian peristiwa sebab akibat. Penderitaan yang engkau rasakan saat ini adalah akibat dari perbuatanmu di masa lalu. Kebahagiaan yang engkau rasakan saat ini adalah buah perbuatanmu di masa lalu. Oleh karena itu, di saat ini, tetaplah bersikap santun, berbudi pekerti, baik hati dan selalu membuka tanganmu lebar-lebar untuk menolong orang lain, agar engkau dapat merasakan kenikmatan hidup yang lebih baik lagi di masa mendatang"

Hidup ini adalah pilihan. Kita berhak untuk memilih satu dari sekian banyak pilihan atau barangkali kita memilih untuk tidak memilih salah satupun juga. Semua keputusan berada di tangan kita.

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, beraktifitas atau bersosialisasi, bekerja atau belajar, selalu tersedia pilihan untuk berbuat kebaikan atau kejahatan. Kita bebas memilih untuk mengikuti kata hati yang jujur atau mengikuti hawa nafsu yang menyimpang.

Setiap keputusan yang diambil saat ini akan berdampak kepada peristiwa di masa depan. Berbuat kebaikan pasti berbuah kebahagiaan. Berbuat kejahatan pasti berbuah kesengsaraan. Semua bergantung kepada pilihan kita.

Kita tidak akan tahu pasti kapan buah kebaikan akan menjadi milik kita, tapi kita harus percaya bahwa buah kebaikan yang kita perbuat pasti bukan milik orang lain. Sebab, jika kita yang menanam, tentunya kita yang akan menuainya kelak.

Sobatku yang budiman...

Sepandai-pandainya tupai melompat, suatu saat akan jatuh juga.

Serapat-rapatnya buah busuk disimpan, pasti baunya akan tercium oleh indera penciuman.

Setiap amal kebaikan pasti akan terlihat keindahannya dan setiap nafsu kejahatan pasti akan tercium kebusukannya.

Oleh karena itu, kita patut berhati-hati dalam setiap tindak tanduk perbuatan. Salam kebajikan #firmanbossini

Pinsil, Penghapus dan Rauran

Written By Kebajikan ( De 德 ) on Senin, 20 Maret 2017 | 12.55


KEBAJIKAN ( De 德 ) -  Semua orang pasti mengenal pinsil, penghapus dan rautan. Mereka merupakan satu kesatuan yang wajib dimiliki anak murid ketika duduk di bangku sekolah.

Saat ketiga peralatan tulis bertemu di sebuah kotak pinsil yang bercorak boneka doraemon, mereka terlibat dalam pembicaraan yang cukup serius.

Pinsil : "Maafkan diriku, penghapus dan rautan..."

Penghapus dan rautan terkejut dengan permintaan maaf dari pinsil yang tiba-tiba.

Penghapus : "Maafkan dirimu...? Mengapa kamu mengatakan demikian, wahai sahabatku pinsil?"

Rautan : "Kamu tidak melakukan kesalahan apapun kepada kami berdua. Untuk apa meminta maaf...?"

Pensil melihat ke arah penghapus : "Aku minta maaf kepadamu penghapus, karena aku selalu membuatmu terluka. Setiap kali aku melakukan kesalahan, kamu selalu hadir untuk menghapus kesalahanku. Di saat menghapus kesalahanku, maka kamu akan kehilangan sebagian dari dirimu. Kamu akan menjadi bertambah kecil dan lebih semakin kecil lagi..."

Kemudian, pinsil menoleh ke arah rautan : "Aku juga minta maaf kepadamu rautan, karena aku selalu membuatmu menjadi hilang ketajaman. Setiap kali diriku patah atau sudah tidak runcing lagi dan sukar untuk menghasilkan tulisan nan indah, kamu selalu hadir untuk mengasahku menjadi runcing dan membuatku gampang untuk menulis".

Penghapus menjawab : "Memang sudah seperti ini kodratku. Aku diciptakan untuk menghapus semua kesalahan yang engkau perbuat. Aku sama sekali tidak keberatan. Aku senang menjalani tugas ini..."

Rautan menimpali : "Aku juga demikian... Tidak ada keraguan dalam diriku dalam melaksanakan pengabdian mulia ini untuk meruncingkan dirimu. Aku berharapa engkau dapat menghasilkan karya yang indah dan disukai banyak orang..."

Penghapus menambahkan dengan suara lirih : "Walaupun aku menyadari, suatu saat aku akan habis, hilang dan pergi, namun aku sangat menikmati peranku. Jangan engkau bersedih, sahabatku..."

Rautan berkata dengan nada bergetar : "Aku juga akan rela, jika suatu saat engkau tidak lagi membutuhkan diriku karena diriku sudah tidak tajam lagi dan tidak sanggup menjalankan tugas untuk meruncingkan dirimu. Janganlah engkau sesali, sahabatku..."

Pinsil terdiam... Air matanya mengucur deras. Dia tidak menyangka begitu besar pengorbanan dari kedua sahabatnya, penghapus dan rautan. Mereka bekerja tanpa pamrih dan tidak pernah menuntut balas jasa.

Rautan menutup perbincangan : "Jika dirimu sudah tumpul, rautlah dirimu supaya menjadi tajam kembali. Jangan biarkan dirimu menjadi tidak berguna. Saya akan selalu hadir untukmu..."

Sobatku yang budiman...

Siapakah pinsil, penghapus dan rautan itu? Penghapus adalah ibu kita. Rautan adalah ayah kita. Sedangkan Pinsil adalah diri kita sendiri.

Orang tua akan selalu hadir menemani anak-anaknya, baik di dalam suka, terlebih-lebih lagi di saat duka dan sedang terpuruk. Ibu selalu ada untuk memperbaiki setiap kesalahan, kekhilafan dan kekurangtahuan anak-anaknya. Ayah akan selalu ada untuk memberikan nasehat, solusi dan menajamkan kelima indera kita dalam menghadapi rintangan dan tantangan dari semua keadaan di luar rumah.

Mereka berdua bekerja tanpa pamrih, tanpa berhitung untung rugi, tanpa peduli rasa bosan, capek, dan sakit yang senantiasa datang saat mendampingi sang buah hati.

Padahal, seiring dengan berjalannya waktu. Orang tua akan terluka dan akan menjadi semakin kecil, bertambah tua dengan tubuh menciut karena kulit keriput dan tulang keropos hingga akhirnya mereka akan meninggalkan kita untuk selama-lamanya.

Yang tertinggal hanyalah serutan penghapus yang telah berubah warna dari semula putih menjadi hitam serta sisa-sisa ampas hasil rautan. Ampas yang tidak berguna ini akan selalu mengingatkan kita, betapa besar pengorbanan dari kedua orang tua kita.

Mereka rela untuk digantikan oleh orang-orang baru, yang akan menemani hidup anak-anaknya kelak. Sebab hingga tiba waktunya, anak-anak mereka akan menemukan pendamping hidupnya, yaitu sosok seorang suami ataupun isteri dan melahirkan anak-anak generasi penerusnya.

Setiap orang tua senantiasa merasa bahagia dengan apa yang mereka lakukan terhadap anak-anaknya. Mereka tidak akan pernah membiarkan anak-anaknya merasa khawatir, sedih, tidak nyaman. Sebaliknya, mereka ingin anak-anaknya menjadi pribadi yang berguna bagi lingkungannya, terlihat "elok dipandang" dan merasa terhormat di mata orang lain.

Kisah ini dipersembahkan secara khusus kepada seluruh orang tua di dunia termasuk para orang tua yang sedang membaca artikel ini

I LOVE U MOM...
I LOVE U DAD... Salam kebajikan #firmanbossini

Dewa - Dewi

Legenda Tiongkok

PEPATAH TIONGKOK

KESETIAAN / ZHONG

TAHU MALU / CHI

KESEDERHANAAN / LIAN

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011 - 2016. Kebajikan (De 德) - All Rights Reserved
Template Created by Kebajikan (De 德) Published by Kebajikan ( De 德 )
Proudly powered by Blogger