|
Welcome To My Website Kebajikan (De 德)..Happy Cap G Meh (十五暝)2569/2018....Dalam era kebebasan informasi sekarang, hendaknya kita dapat lebih bijak memilah, mencerna dan memilih informasi yang akurat. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan Etika dan Moral dalam kehidupan serta meningkatkan Cinta kasih tanpa pamrih pada sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia dan menyajikan keberagaman pandangan kehidupan demi meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan. Tanpa dukungan Anda kami bukan siapa-siapa, Terima Kasih atas kunjungan Anda
Latest Post

Hio Panjang dan Hio Pendek

Written By Kebajikan ( De 德 ) on Selasa, 13 Maret 2018 | 21.36


KEBAJIKAN ( De 德 ) -  Alkisah, sekitar 3000 tahun yang lalu di daratan Tiongkk, disaat manusia masih sangat sedikit, ada sebuah kerajaan kecil, benar-benar kecil karena hanya terdiri dari seribuan kepala keluarga. 

Maklum, pada saat itu manusia masih sedikit, sehingga dengan jumlah populasi itu sudah bisa terbentuk kerajaan kecil. Nama kerjaan mini itu Kerajaan "Pheng", dengan rajanya  bernama Pheng An. Sang raja adalah orang yang bijaksana dan mencintai rakyatnya. 

Pada awal pembentukan kerajaan, semua aspek kehidupan masih sederhana dan semua penduduknya saling bekerjasama. Ada kalanya timbul perselisihan, namun sang raja selalu menjadi penengah yang bijaksana dan tegas, sehingga perselisihan bisa selesai tanpa berkepanjangan. 

Pendatang baru yang ingin tinggal di kerajaan itu selalu disambut dengan gembira, maklum saja karena tanahnya masih luas dan membutuhkan banyak tenaga untuk mengolahnya. Kehidupan kerajaan ditopang oleh pertanian dan peternakan. Rakyat kerajaan Pheng selalu berusaha berbuat yang terbaik untuk negaranya. 

Raja Pheng An juga selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk rakyatnya, seluruh pemikiran dicurahkan demi orang-orang yang dipimpinnya. Dia dibantu oleh seorang Perdana Menteri yang merangkap penasehat spiritual, bernama Phi Kun. 

Sang raja selalu mengajak Perdana Menterinya berdiskusi dalam mengambil keputusan penting. Sejalan dengan meluasnya kerajaan Pheng dan penduduknya bertambah, sang raja pun tambah sibuk dan semakin banyak keputusan penting yang harus diambilnya. 

Suatu hari Raja Pheng An meminta nasehat dari Phi Kun untuk membantu mencari jalan terbaik agar keputusannya benar-benar berguna bagi rakyatnya sekaligus menjaga citra sang raja. "Penasehatku yang setia.......ada banyak keputusan penting yang harus kuambil dan sulitnya aku tidak bisa membaca isi hati rakyatku....... hmm, bagaimana aku tahu apa yang diingini dan terbaik bagi rakyatku ?" kata sang raja sambil menerawang memandang gunung nun jauh disana, seakan mencari jawaban.  

"Tuanku, hamba pun tidak tahu jawaban yang pasti, namum hamba pikir serahkan saja pada rakyat dan para dewa untuk mengambil keputusan", jawab Phi Kun secara diplomatis, tetapi nada suaranya mengambang tak tentu, mungkin takut pula memberikan jawaban yang salah. 

"Hmmm..... serahkan pada rakyat dan para dewa ?", ulang raja Pheng An dengan suara bernada rendah, seakan mencari jawaban dalam hatinya. 

Tiba-tiba dia tersenyum penuh arti, "Phi Kun, kamu memang jenius !!! " katanya hampir berteriak. Cepat-cepat sang raja meraih kuas dan menuliskan sesuatu dengan tinta yang hitam pekat diatas kertas.

Tak lama kemudian, sang rajapun mengeluarkan dekrit yang dia beri nama "Dekrit Hio Panjang, Hio Pendek". Hio adalah dupa berbentuk batang dan biasa digunakan untuk sembahyang atau berdoa kepada Dewa Langit dan Dewa Bumi yang merupakan dewa-dewa sembahan masyarakat waktu itu. Cara penggunaannya dengan dibakar seperti menyulut rokok. Hio yang terbakar akan mengeluarkan bau harum dan habis menjadi abu. 

Sang raja menentukan bahwa semua rakyat harus terlibat dalam memberikan suaranya ketika pemerintah harus membuat keputusan penting untuk negara dan bangsa, namun hasil akhir tetap menjadi hak prerogatif raja dan para dewa. 

Secara praktek, ketika dibutuhkan, sang raja akan membuat suatu pengumuman yang ditempel di alun-alun istana, dan rakyat bebas memberikan suara "setuju" atau "tidak" dengan menancapkan sebatang hio perorang ditempat yang telah tersedia di alun-alun istana. Hio panjang berarti "setuju", hio pendek berarti "tidak". Jika ada dua pilihan bagi rakyat, maka hio panjang mewakili pilihan pertama dan hio pendek untuk pilihan kedua

Pilihan selalu dibatasi maksimum dua, karena selalu dipilah lebih dahulu oleh Perdana Menteri dan jajaran menterinya. Setelah hio atau dupa terkumpul, maka terlihatlah opini rakyat dan atas dasar tersebut, sang raja mengambil keputusan. Walaupun keputusan tidak selalu berdasarkan hio yang terbanyak, tetapi biasanya sang raja mengikuti suara rakyat dan semua keputusan itu disahkan dengan membakar hio yang terkumpul sebagai lambang syukur atas  keputusan yang telah diridhoi oleh para dewa. Maka seakan-akan para dewapun menberikan restu atas keputusan sang raja. Suatu kondisi yang ideal.  

"Tuanku memang jenius," puji Phi Kun atas siasat sang raja. "Tetapi apakah para rakyat jelata bisa jujur dengan satu hio satu orang ? Apakah perlu dilakukan vertifikasi atas hio-hio tersebut ?" tambahnya.  

"Jangan khawatir Phi Kun, toh hasil akhir kembali kepada rakyat juga. Selain itu keputusan akhir tetap ada padaku, tentunya rakyatku tidak akan menghianati dirinya dan rajanya. Satu lagi, para dewapun berpihak padaku......." kata raja Pheng An tersenyum penuh arti.  

"Biarlah semuanya memberikan sumbangsih pemikirannya secara anonim." kata sang raja dengan bijak. 

Seiring dengan berjalannya waktu, kerajaan Phen An menjadi besar dan makmur, rakyatnya bahagia, karena merasa dimengerti oleh rajanya yang tercinta dan kebijaksanaan raja selalu direstui Dewa Langit dan Dewa Bumi. Raja Pheng An memiliki dua orang putra, yang sulung bernama Pheng Ki dan adiknya bernama Pheng San. 

Kedua kakak beradik itu saling bersaing dalam segala bidang; militer, sastra, seni dan ilmu pemerintahan. Namun secara umum rakyat menyukai anak bungsu raja, Pheng San, karena lebih rupawan alias ganteng, serta halus tutur katanya. Sedangkan sang anak sulung bertampang rata-rata dan cenderung angkuh. 

Setelah beranjak dewasa, kedua anak raja menikah dengan putri-putri dari negara tetangga. Rupanya persaingan keduanya tidaklah sebatas dalam masa pendidikan, tetapi juga dalam mencari dukungan didalam dan luar istana. Persaingan pun melibatkan isteri dan keluarganya masing-masing. 

Pada tahun ke-53 pemerintahan raja Pheng An, para Dewa memutuskan kehidupan duniawi sang raja telah usai dan memanggilnya ke surga, alias meninggal. Kematian tiba-tiba sang raja membuat panik penghuni istana, karena tidak ada wasiat yang ditinggalkan. 

Menurut adat, seharusnya Pheng Ki, anak sulung menggantikan menjadi raja, tetapi kebanyakan rakyat mengharapkan Pheng San yang naik tahta. Keributan pun terjadi, karena masing-masing pendukung bertengkar hebat dengan lawannya. 

Sang Perdana Menteri yang sudah uzur pun menjadi resah, khawatir terjadi pertumpahan darah. Akhirnya Phi Kun tampil dan menggunakan "trik" junjungannya untuk mengambil keputusan, yaitu Hio Panjang dan Hio Pendek untuk memberikan kesempatan pada rakyat untuk menentukan siapa raja yang mereka dukung. Pheng Ki, si anak sulung, diwakili Hio Panjang dan Pheng San, si anak bungsu, diwakili Hio Pendek.  

Tetapi ada yang mengganjal dalam penerapan "trik" peninggalan sang raja, yaitu bagaimana kalau ada yang curang dan menancapkan hionya lebih dari satu ? Maka diambillah keputusan yang bertentangan dengan pemikiran almarhum raja, yaitu setiap pemberi suara yang menancapkan hio harus diverifikasi terlebih dahulu. 

Setiap batang hio diberi nomor sesuai nomor urut rumah masing-masing, dengan kombinasi nomor rumah dan nama panggilan penghuninya masing-masing. Akibatnya setiap batang hio mempunyai tanda unik terverifikasi sesuai dengan identitas pemegangnya. Pelaksanaan Dekrit Hio Panjang dan Hio Pendek yang sudah dimodifikasi pun berjalan tegang serta memakan waktu panjang. 

Hasil akhir seperti yang telah diduga, anak bungsu almarhum raja, Pheng San mendapat suara terbanyak, alias hio pendek yang terkumpul jumlahnya lebih banyak dari hio panjang. Dalam suasana mabuk kemenangan, pendukung Pheng San pun bersiap-siap membakar hio-hio yang terkumpul sebagai tanda syukur atas "Pilihan rakyat dengan restu dewa"

Tiba-tiba, menyerbu pasukan berkuda dari arah gerbang istana dengan bersanjata lengkap. Mereka adalah tentara yang setia pada anak sulung dan didukung "pasukan luar" dari pihak keluarga isteri si anak sulung tersebut. Dalam sekejap para pendukung anak bungsu dibantai habis didepan alun-alun istana, sebelum sempat menyalakan api membakar tumpukan hio. 

Tidak sampai disitu pembantaian tersebut, secara sistematis para pendukung si anak bungsu dipisahkan dan dieksekusi atau dijebloskan ke penjara. Ada pula yang dijadikan pekerja paksa. Pheng San dan keluarganya tak luput dari pembantaian. Perang saudara berlangsung cepat, karena memang tidak terduga sama sekali, akhir dari ide cemerlang raja Pheng An menjadi bumerang yang menghancurkan kerajaan yang dibangun dengan susah payah. 

Tidak heran kalau pasukan pendukung Pheng Ki, si anak sulung, bisa memilah-milah para pendukung adiknya, karena daftar verifikasi para pemegang hio menjadi petunjuk siapa saja yang harus "diciduk" dan hukuman bisa langsung dijatuhkan dengan bukti hio pendek yang memuat tanda unik masing-masing orang. Tragis memang, ide cemerlang tidak selalu berakhir dengan gemilang. Salam kebajikan

Hubungan Saudara Kandung yang Sebenarnya

Written By Kebajikan ( De 德 ) on Sabtu, 17 Februari 2018 | 16.30


KEBAJIKAN (De 德) - Hubungan persaudaraan yang sebenarnya akan terlihat ketika Saudaramu sudah sama-sama berumah tangga


Akankah hubungan itu masih sama ketika masa kecil dahulu

Ketika bertengkar kemudian bermain bersama lagi

Ketika ada yang mengganggumu ...
Kemudian kau panggil kakakmu ...


Lalu dengan badannya yang lebih besar dia membelamu, karena kamu adalah adiknya

Atau ketika kau membela adikmu yang memang bersalah

Demi sebuah kata karena dia adikku

Ketika makanan yang dihidangkan ibumu

Dibagi bersama saudaramu

Satu makan tempe maka semua tempe

Tak ada yang dipilih kasih

Satu makan telor maka dibagilah telornya jika hanya satu butir

Atau ketika bapakmu pergi kondangan dan membawa satu tempat makanan

Pasti berebut makanan kesukaan

Tapi ujung-ujungnya ...Makan bersama dalam satu wadah


Ah ... ...

Betapa akan sangat dirindukan hal-hal seperti itu.

Akankah moment kebersamaan itu masih ada?

Ketika kalian sudahberumah tangga ???
Ketika satu menjadi kaya yang lain hanya biasa saja
Ketika satu menjadi orang terhormat sementara yang lain hanya jadi rakyat biasa
Atau ketika yang satu telah menjadi sangatlah alim



Tapi yang lain masih mencari jati diri




Maka selayaknya ...

Saudara tetaplah saudara

Dilahirkan dari ibu dan bapak yang sama
Maka darah saudaramu juga sama denganmu 


Sudah sepatutnya

saling mengingatkan

Saling membantu

Saling bergandengan tangan 
Karena sesungguhnya saudaramu jauh di lubuk hatinya akan juga mendoakan mu


Ketika kau menjadi kaya

Saudaramu tidak akan meminta hartamu

Tapi dengan bangga dia akan berkata pada semua orang :
"lihatlah ...saudaraku sudah jadi orang kaya ... ..."


Yang jadi ujian adalah ketika saudaramu terpuruk

Akankah kalian meninggalkan atau melambaikan tanganmu untuk merengkuhnya ???


Coba tanya hatimu sendiri ...

Karena saudara bukan hanya perkara harta
Bukan pula masalah yang bermartabat atau tidak
Bukan pula masalah siapa yang dekat pada Sang Pencipta atau tidak
Tapi ini masalah HATI


😥

Ingatlah ...

Belum tentu saudaramu yang terpuruk akan selamanya terpuruk 

Tak pasti juga dia yang sekarang jadi orang brutal, esok juga akan tetap sama

Dan belum tentu yang sekarang kaya akan selamanya kaya
Yang sekarang alim akan tetap alim 
Karena hanya Tuhanlah yang tahu

Jagalah saudaramu selagi ada ...
Dalam keadaan apapun ...
Karena kelak dia juga akan menjagamu ...
Walau pun hanya lewat doa. Salam kebajikan #bennychandra

Tradisi Berbusana yang Sudah Mulai Dilupakan

Written By Kebajikan ( De 德 ) on Kamis, 15 Februari 2018 | 22.14


KEBAJIKAN (De 德)Tradisi-tradisi sebelum dan saat Tahun Baru Imlek berikut selalu dipercaya bisa mendatangkan hoki sepanjang tahun. Namun praktik tradisi ini sudah jarang belakangan ini. Ritual apa sajakah yang dimaksud?

1. Membeli atau membuat baju baru

Memakai baju lama dipercaya akan membawa sial. Sebaliknya, memakai baju baru adalah simbol dari meninggalkan hal-hal buruk dan menggantinya dengan hal-hal baru yang membawa kebaikan.

Warna-warna cerah, merah dan emas khususnya, adalah pilihan utama. Sedangkan warna hitam dan putih wajib dihindari, karena warna-warna ini erat kaitannya dengan kematian.

2. Memakai baju tidur baru

Tidur menggunakan piyama, kimono, atau daster baru, satu malam sebelum Imlek, wajib dilakukan sebagai salah satu persiapan menyambut hari yang baru. Tentunya, hal ini dipercaya akan membawa keberuntungan selama satu tahun ke depan.

3. Menggunakan sepatu baru

Yang berwarna merah, tentunya, akan melengkapi penampilan sekaligus keberuntungan pada tahun baru. Yang harus dihindari adalah memberi hadiah sepatu kepada kerabat. Hal ini diibaratkan sebagai tindakan ingin menindas atau mengambil keberuntungan dari orang yang diberi hadiah.

4. Memulas bibir dengan lipstik merah

Mempercantik wajah dengan bibir yang berwarna merah adalah pilihan tepat. Tak hanya itu, bibir merah juga merupakan simbol dari rasa percaya diri dan semangat untuk menyambut hari baru yang penuh keberuntungan.

5. Tak lupa, memakai pakaian dalam baru

Sama seperti poin nomor dua, menggunakan pakaian dalam baru juga dipercaya mendatangkan keberuntungan. Bagi mereka yang tidak mau menggunakan busana-busana berwarna merah, menggunakan pakaian dalam berwarna merah bisa menjadi pilihan yang oke. Salam kebajikan (Sumber)

Ucapan Tahun Baru Lunar 2569


KEBAJIKAN ( De 德 ) 朋友们大家好
( Pheng you men, ta jia hao )
Teman teman, sehat semuanya.
Tahun baru imlek kurang dari 1 hari lagi 😊

傷我的人原諒你
( Shang wo de ren, yuan liang ni )
Orang yang telah melukaiku, saya maafkan dia

我傷的人對不起
( Wo shang de ren dui bu qi )
Orang yang telah saya lukai, mohon maaf 🙏

愛我的人謝謝你
( Ai wo de ren, xie xie ni )
Orang yang mencintaiku, terima kasih saya ucapkan 😘

我愛的人祝福你
( Wo ai de ren, zhu fu ni )
Orang yang saya cintai, doaku slalu menyertaimu ( God bless you ) 😉

陪我的人感激你
( Pei wo de ren, gan ji ni )
Orang yang menemaniku, saya sangat berterimakasih padanya �

想我的人請繼續
( Xiang wo de ren, qing qu xu )
Orang yang memikirkan saya, teruskanlah... 😙💞

心累了休息休息
( Xin lei le, xiu xi, xiu xi )
Kalau hati lelah, istirahatlah 😴

人累了放鬆放鬆
( Ren lei le, fang song, fang song )
Kalau badan lelah, rilekslah 😌

失去的不再回來
( Shi qu de, bu zai hui lai )
Sesuatu yang sudah hilang, tak akan kembali 😂

到來的更加珍惜
( Dao lai de keng jia zhen si )
Yang sudah datang, harus lebih dihargai 😄

好的來
( Hao de lai )
Yang baik datang

壞的走,
( Huai de zo )
Yang buruk, pergilah

健康留,
Jian kang liu
Tetap sehat

疾病去。
Ji bing qu
Penyakit... pergilah

祝福所有的親人和朋友 健康,
Zhu fu suo you de qin ren he peng you jian kang
Semoga seluruh sanak keluarga dan teman-teman dalam keadaan sehat

平安,
Ping an
Aman, tentram🌺

快乐
Kuai le🌷
Bahagia

好运,
Hao yun
Bernasib baik🍄

马力十足!
Ma li shi zu
Full power

友誼天長地久 ……
You yi tian chang di jiu...
Persahabatan langgeng selama-lamanya

 
(今天收到請盡快發,遅發時間日期就不對呀!)
Jīntiān shōu dào qǐng jǐnkuài fā, chí fā shí jiàn rìqí jiù bùduì ya
Hari ini kalau sudah terima, cepat-cepat disebarkan ya ? Jangan tunda sampai waktunya lewat, terlambat deehhhh 😊🍃🌸🍃🏮🎈💐

Dewa - Dewi

Legenda Tiongkok

PEPATAH TIONGKOK

KESETIAAN / ZHONG

TAHU MALU / CHI

KESEDERHANAAN / LIAN

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011 - 2018. Kebajikan (De 德) - All Rights Reserved
Template Created by Kebajikan (De 德) Published by Kebajikan ( De 德 )
Proudly powered by Blogger