Selamat atas Pelantikan Joko Widodo dan Jusuf Kalla Sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019, Terima kasih Bapak SBY....Welcome To My Website.......Terima Kasih atas kunjungan Anda Di Website Kebajikan ( De 德 )
|
Loading...
Latest Post

Dampak Kebohongan

Written By Kebajikan ( De 德 ) on Rabu, 22 Oktober 2014 | 20.02


KEBAJIKAN ( De 德 ) -  Ada seorang pria yang hidupnya dipenuhi kebohongan. Dia merasa puas jika bisa menunjukkan hal-hal hebat kepada orang lain walau tidak sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya.

Dia begitu hebat menyusun kebohongan yang di buatnya. Sama seperti ketika anak-anak kecil bermain di tepi pantai dan membuat istana dari pasir. Ketika ombak menyapu istana pasir itu, maka apa yang telah mereka buat akan lenyap seketika. Itulah sebuah kebohongan, akan lenyap jika kebenaran yang sesungguhnya telah dinyatakan.

Jangan pernah membangun sebuah kehidupan dengan dasar kebohongan karena suatu saat nanti kebohongan itu akan berbalik menjadi senjata yang dapat menghancurkan kehidupan kita.

Saat kita menanam kebohongan, maka kita akan menuai kebusukan. Biarkan orang lain mengenal kita sebagai pribadi yang baik.

Pribadi yang baik adalah pribadi yang mampu menempatkan kejujuran dimana saja. Jika kita hidup dalam kejujuran, maka kita akan menuai berkat.

Saksi dusta tidak akan luput dari hukuman, orang yang menyembur-nyemburkan kebohongan akan binasa. Salam kebajikan (Sukiran SH)

Demi Kebaikan Banyak Orang, Kebencian dan Dendam Harus Dilupakan


KEBAJIKAN ( De 德 ) Laurence Jones adalah seorang tokoh kulit hitam yang berprofesi sebagai guru dan pendeta. Ia memperjuangkan nasib bangsa Negro di Mississippi. Dalam menjalankan ambisinya, ia pernah difitnah, diusir dari lingkungan rumahnya, bahkan pernah hampir dibakar massa karena diisukan sebagai penghasut bangsa negro untuk menjadi bangsa anarkis dan mengganggu keamanan masyarakat kulit putih saat itu.

Penghinaan, penderitaan, dan penyiksaan yang dialami sebagai konsekwensi tindakannya itu, membuat namanya diingat masyarakat Mississippi sebagai pejuang bangsa Negro.

Di kemudian hari ketika Laurence Jones ditanya, apakah ia tidak benci kepada orang-orang yang menyeretnya ke jalanan dan hendak menggantung serta membakarnya. Ia menjawab bahwa dirinya tidak punya kesempatan untuk membenci, sebab ia terlalu sibuk untuk memikirkan cita-citanya. Ia terpikat pada sesuatu yang lebih besar daripada dirinya.

"Saya tidak punya waktu untuk berkelahi," katanya. "Saya tidak punya waktu untuk menyesal, dan tidak ada orang yang dapat memaksa saya untuk merendahkan martabat saya agar membenci orang itu."

Ketika Laurence Jones berbicara dengan tulus hati dan dengan kepandaiannya berpidato, bukan untuk membela dirinya sendiri tapi demi cita-citanya, orang-orang kulit putih yang mengerumuninya itu pun mulai melunak dan menerimanya.

Mungkin Lincoln benar, jika kita memiliki fisik, mental, dan sifat emosional seperti yang dimiliki oleh musuh kita, dan jika keadaan hidup kita sama persis dengan kehidupan musuh kita, lantas apa bedanya diri kita dengan mereka?

Eisenhower berkata, "Jangan kita menyia-nyiakan waktu satu menit pun untuk memikirkan orang yang tidak kita senangi."

Cita-cita mu lebih penting daripada Kebencian yang kamu simpan,
Harapanmu lebih mulia daripada Kemarahan yang kamu pendam,
Kebahagiaanmu jauh lebih berharga daripada Keburukan yang kamu lakukan.

Kemarahan tidak menyelesaikan Persoalan, Kebencian tidak menghentikan Penderitaan. Salam kebajikan (Sumber/Irawani Kenanga)

Isi Lengkap Jumpa Pers Perdana Presiden Joko Widodo


KEBAJIKAN ( De 德 ) -  Presiden Joko Widodo siang ini menggelar jumpa pers sebagai presiden untuk pertama kalinya sejak dilantik. Jumpa pers berlangsung cair dan santai, malah seperti wawancara door stop seperti saat dia menjabat gubernur, seperti dilansir dari detikcom.

Jumpa pers tersebut digelar di bawah pohon Ki Hujan di halaman belakang Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (22/10/2014). Dalam jumpa pers itu berdiri di belakang Jokowi adalah Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Kapolri Jenderal Sutarman, KSAL Laksamana TNI Dr Marsetio, KSAD Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, dan KSAU Masekal TNI Ida Bagus Putu Dunia serta Kepala BIN Letjen Purn Marciano Norman.

Berikut isi lengkap jumpa pers Presiden Joko Widodo
Yang pertama tadi saya telah bertemu dengan Ka BIN, Panglima, Kapolri, KSAL, KSAU, KSAD. Yang intinya yang pertama dengan BIN tadi kami minta security briefing mengenai hal-hal yang berkaitan dengan keamanan negara, ekonomi, politik, sosial.

Dengan Panglima, Kapolri dan yang lainnya saya tadi menyampaikan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan rencana strategis TNI, Polri dan hal-hal yang berkaitan dengan alat-alat pertahanan kita. Dan juga hal-hal yang berkaitan dengan kesejahteraan TNI-Polri, gaji dan perumahan dan lain-lainnya.
Kemudian digelar sesi tanya jawab antara Presiden Joko Widodo dan Pers

Pers : Kapan dan di mana Anda akan mengumumkan komposisi kabinet?

Dulu kan sudah saya sampaikan, setelah dilantik akan segera, secepat-cepatnya mengisi kabinet. Mengenai kabinet dan isi pos-pos kementerian. Secepatnya, secepatnya, secepatnya. Nanti kalau sudah diumumkan kan tahu. Maunya semua kerja cepat. Cepat tapi keliru bagaimana? Cepat tapi benar gitu lho.

Pers : Apakah ada tarik-tarikan parpol?

Tidak ada sama sekali

Pers : Lalu kendalanya?

Ya saya sampaikan apa adanya ya. Kemarin kan kita sampaikan itu pada KPK dan PPATK. Ada 8 nama yang tidak diperbolehkan. Tidak bisa disebutkan.

Pers : Sekarang dicari gantinya ya?

Ya masa gak diganti, nanti yang isi siapa? He he he

Pers : Sampai kapan?

Bisa aja hari ini. Kenapa tidak? Secepat-cepatnya. Jangan ada media yang menulis (8) nama-nama itu dan hanya menebak-nebak. Saya peringatkan. Karena sudah ada yang menulis dan keliru. Saya sampaikan itu. Ini terkait nama orang.

Pers : Terkait dengan pertemuan tadi, membahas alutsista?

Tadi saya minta pada beliau-beliau ini, disiapkan perencanaannya. Jadi saya mengerti apa yang dibutuhkan, jangka pendek dan panjang.

Pers : Kabarnya (calon menteri) yang dapat red-notice (dari KPK) itu terkait parpol?

Siapa yang bilang? Katanya ... katanya. Katanya siapa?

Pers : Seandainya?

Seandainya... gak mau.

Pers : Kalau diganti, apakah diganti dengan kalangan profesional?

Kalau... kalau. Kamu namanya gak ngerti kok kalau, seandainya, kira-kira.

Pers : Clue (nama) 8 itu?

Gak pakai clue-cluean

Pers : Belum nanti malam (kabinet diumumkan)?

Belum tentu

Pers : Dari 8 nama yang di-black list, apakah penggantinya disortir dari list yang masuk ke KPK dan PPATK?

Bisa dari itu, ada yang harus baru. Gak usah tanya-tanya yang iya yang mana.

Pers : Nama yang diajukan ke KPK dan PPATK apakah hasil seleksi Bapak, apa Tim Transisi atau JK?

Tidak ada nama menteri dari Tim Transisi. Sudah cukup.

Jokowi lantas meminta para jenderal di belakangnya apakah ada yang perlu dijelaskan dalam pertemuan yang baru saja mereka lakukan tadi. Para jenderal menjawab, "Cukup, Pak."


Presiden Jokowi dengan diikuti oleh para jenderal lantas meninggalkan lokasi jumpa pers. Salam kebajikan

Belenggu Kehidupan


KEBAJIKAN ( De 德 ) Tak lama lagi tubuh ini akan bersatu dan terurai dengan tanah, waktu yang tersisa bagi hidupku pun tinggal sedikit lagi.

Namun ......Begitu banyak waktu yang kulalui tanpa memberikan arti bagi hidupku sendiri,
terlebih lagi bagi makhluk lainnya.

Sementara... Semua yang kulakukan hanyalah atas dorongan nafsu keinginan terhadap
kesenangan inderawi-duniawi yang tiada habis-habisnya.

Hingga tanpa kusadari ....ia telah mengikat, membelenggu dan memporak-porandakan kondisi batin yang semestinya selalu kujaga dengan kewaspadaan.

Namun semuanya telah terjadi dan berlalu dan kini ia telah menjadi bagian dari sejarah hidupku yang tak dapat ku ubah lagi.

Seiring dengan waktu yang masih tersisa dan tak pasti ini, tak akan kubiarkan lagi belenggu itu semakin erat mengikatku.

Tiada kata terlambat bagi sebuah kehendak yang telah dibungkus dengan kesadaran, semangat dan tekad untuk membersihkan batin ini.

Dengan bekal keyakinanku yang semakin tebal dan kokoh. Semoga aku dapat mengurai belenggu yang selama ini mengikatku. Semoga dalam upaya ini, aku dapat tetap berjalan pada jalan kebenaran yang mulia.

Semoga aku senantiasa dapat tetap sadar dan waspada. Semoga aku dapat memberikan
manfaat demi kebahagiaan makhluk lain. Hingga pada saatnya nanti, akupun dapat berbisik pada diriku sendiri, bahwa ...HIDUPKU TIDAKLAH SIA-SIA. Salam kebajikan (Sumber/Lily)

Kebiasaan Segera Menyelesaikan Masalah


KEBAJIKAN ( De 德 ) -  Saat menghadapi hal yang kurang menyenangkan, kadang kita perlu waktu untuk menerimanya. Sering pula kita menyesal berkepanjangan maupun kadang hanya di cuekin begitu aja. Atau pun, tak jarang, malah kita repot untuk mencari-cari siapa yang bisa akan disalahkan.

Padahal, jika kita mau merenung sejenak, apa pun kondisi dan permasalahan yang timbul di hadapan kita ini, bukankah kita sendiri yang akan/mesti menanggung dan merasakannya juga. Karena itu, pada akhirnya kita pula yang harus segera menyelesaikannya!

Nah sobat, Terlepas dari apa pun asal mula masalah, akan jauh lebih bermanfaat jika kita segera mencari sumber masalah dan segera menuntaskannya.

Sebab, jika dibiarkan berlarut-larut, tantangan/masalah yang satu akan segera bertumpuk dengan tantangan/masalah lain. Maka, biasakan segera memecahkan persoalan, dan segera mencari langkah untuk menyelesaikannya. Jangan selalu alihk
an/lari dari masalah!

Hadapi dengan jiwa yang tenang dan pikiran yang terang serta suatu tindakan yang bijak. Saat kita berhasil menyelesaikan satu masalah, niscaya kita akan belajar satu lagi ilmu yang bermanfaat, sehingga esok hari kita akan mendapat banyak pengalaman hidup dan berkah. Salam kebajikan (Sumber/Lily)

Pencuri Kapak


KEBAJIKAN ( De 德 ) -  Praduga, seperti orang normal memakai kaca mata rabun melihat benda, akan membuat benda yang di lihat menjadi kabur, yang akan mempengaruhi kemampuan kita menilai sesuatu.

Ada sebuah perumpamaan sebagai berikut :

Ada seseorang yang kehilangan kapak, dia telah mencari di segala penjuru di rumahnya tidak dapat menemukan, oleh sebab itu dia curiga kapaknya telah dicuri oleh anak tetangganya. Kemudian, dia dengan hati-hati mengamati gerak-gerik anak tetangganya tersebut, dia melihatnya ketika berjalan , berbicar, mimik wajah, gerakan seperti pencuri kapak, tidak ada satupun perbuatannya yang tidak serupa dengan pencuri.

Tidak berapa lama kemudian, tiba-tiba di suatu tempat di rumahnya dia menemukan kapaknya, dia baru teringat pada saat itu karena sangat sibuk dia meletakkan kapaknya di sana dan dirinya sendiri karena terlalu sibuk melupakan hal tersebut. Pada saat ini dia kembali memperhatikan anak tetangganya, menyadari gerakannya, perbuatannya sangat normal, bagaimanapun diperhatikan tidak sama dengan seorang pencuri kapak.

Coba dipikirkan :

Kenapa orang yang kehilangan kapak tersebut dapat berpraduga demikian? Penyebabnya adalah dari awal dia sudah mencurigai anak tetangganya mencuri kapaknya, sehingga membentuk kesan subjektif dalam pikirannya, akhirnya muncul bagaimanapun dilihat orang tersebut seperti "seorang pencuri kapak."

Bahkan dalam kehidupan nyata, kasus seperti ini sudah sering terjadi. Kesalahan pahaman kecil yang meninggalkan prasangka antara sesama manusia, sedangkan kesalahan pahaman besar dalam masyarakat akan menimbulkan ilusi kolektif. Meskipun bentuk berbeda, namun gagasan dasarnya semua prasangka dan praduga yang timbul akan menyesatkan orang.

Praduga, seperti orang normal memakai kaca mata rabun melihat benda, akan membuat benda yang di lihat menjadi kabur, yang akan mempengaruhi kemampuan kita menilai sesuatu. Sehingga akhirnya ketika melihat perbuatan, kata-kata sopan santun yang bagaimanapun dilihat semuanya akan terlihat seperti orang bersalah. Ini semua karena ilusi.

Teman-teman apakah engkau mempunyai kebiasaan memakai kaca mata untuk melihat sesuatu? Jika memang demikian, silakan buka kaca mata tersebut. Salam kebajikan

PEPATAH CINA

CINTA

Transisi Presiden Sby - Jokowi

Transisi Presiden Sby - Jokowi
Klick foto untuk membacanya
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2014. Kebajikan (De 德) - All Rights Reserved
Template Created by Kebajikan (De 德) Published by Kebajikan ( De 德 )
Proudly powered by Blogger