|
Welcome To My Website Kebajikan (De 德)......KEBAJIKAN ( De 德 ) Mengucapkan Xin Nian Kuai Le (新年快乐) 2571 / 2020...Xīnnián kuàilè, zhù nǐ jiànkāng chángshòu, zhù nǐ hǎo yùn..Mohon Maaf Blog ini masih dalam perbaikan....Dalam era kebebasan informasi sekarang, hendaknya kita dapat lebih bijak memilah, mencerna dan memilih informasi yang akurat. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan Etika dan Moral dalam kehidupan serta meningkatkan Cinta kasih tanpa pamrih pada sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia dan menyajikan keberagaman pandangan kehidupan demi meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan. Tanpa dukungan Anda kami bukan siapa-siapa, Terima Kasih atas kunjungan Anda

Selasa, 05 April 2011

Seluk Beluk Orang Yang Bijak Dalam Kehidupan

 

Dalam kehidupan ini, manusia perlu ditopang oleh banyak macam seluk-beluk, seperti pandai dan bijak adalah seluk-beluk dari orang yang bijaksana, baik dan ramah adalah seluk-beluk dari orang yang baik hati, rendah hati adalah seluk-beluk orang yang berkepribadian.
  
Orang yang benar-benar pintar, bisa dengan bijak berpikir tentang arti hidup manusia yang sesungguhnya, penuh toleransi, hambar terhadap nama dan kehidupan duniawi.
Laozi mengatakan, "Manusia mengikuti hukum bumi, bumi mengikuti hukum langit, langit mengikuti Tao (hukum alam), Tao adalah alamiah." Intinya adalah Tao adalah alamiah, alamiah adalah Tao. 

Laozi juga mengatakan, "Tao adalah sumber semua materi; juga merupakan asal muasal alam semesta, dia eksis selamanya. Tao adalah bergerak secara bebas, dan pasti, bergerak berdasar hukum sendiri. Semua materi diciptakan oleh Tao, dia adalah ibu dari alam semesta." 

Laozi beranggapan, Tao ( hukum alam ) telah menciptakan bumi dan langit, De (substansi yang di peroleh karena berbuat kebaikan) adalah karakter Tao, bumi dan langit telah menumbuhkan dan memelihara beraneka kehidupan, bermacam-macam kehidupan masing-masing mempunyai bentuk sendiri, masing-masing telah dilengkapi dan siap dipergunakan. Maka berbagai kehidupan tidak ada yang tidak menghormati Tao. 

Penghormatan terhadap Tao dan sangat berharganya De, bukan gelar yang dinobatkan oleh siapa pun, tetapi diperoleh secara alamiah. Maka Tao menciptakan bumi dan langit, De memelihara bermacam-macam kehidupan, membesarkan bermacam-macam kehidupan, mendewasakan bermacam-macam kehidupan, meliputi segenap kehidupan. 

Kecerdasan Laozi terletak pada sikapnya yang terlepas dari kehidupan dan pemikiran dan hormatnya terhadap puluhan ribu benda alam semesta, ini adalah seluk beluk dari seseorang yang benar-benar bijak.

Baik dan ramah adalah rincian tentang orang yang baik. Orang baik, pada zaman China kuno mempunyai lingkup moral dengan makna yang sangat luas. Konfusius menganggap kebaikan sebagai prinsip moral, standar moral dan tingkatan moral tertinggi. Dia menyatukan etika keseluruhan, menjadikan kebaikan Ren sebagai inti struktur etika. 

Menurut ajaran agama Budha orang baik tidak mempunyai musuh, adalah belas kasih, "tanpa musuh" adalah penampilan dari belas kasih, seorang yang belas kasih tidak mempunyai musuh, terhadap setiap orang, termasuk terhadap orang yang mau melukai dirinya, ia tetap bersikap baik. 

Ada legenda sewaktu Budha Sakyamuni menjadi Budha, dan melawan iblis setan, semua panah beracun yang ditembakkan iblis, berubah wujud menjadi bunga indah dan jatuh ke bawah karena terkena pancaran belas kasih sang Budha Sakyamuni. 

Sifat bajik orang yang baik hati kelapangan dadanya ibarat lautan yang maha luas yang dapat menampung ratusan aliran sungai, serta bisa memaafkan segalanya. Dalam kebesaran yang berlimpah akan tersingkap kesabaran yang tersembunyi, dan dalam kesabaran yang tersembunyi senantiasa disertai oleh kebaikan.

Sejak dahulu, kebudayaan tradisional China mementingkan rendah hati, orang-orang dahulu memiliki sangat banyak pepatah yang dapat menyadarkan orang sekarang. Di waktu musim semi dan gugur, Zilu bertanya pada Konfusius, "Mengapa orang hina selalu menganggap dirinya sendiri hebat?"
Konfusius berkata,"Pada air sungai Changjiang yang baru mengalir keluar dari Gunung Men, sebuah gelas pun tidak akan bisa mengapung, tetapi sesampainya di tempat kapal berlabuh, kapal baru bisa berjalan."

ZiLu bertanya,"Ini berarti apa?"

Konfusius berkata, "Sungai Changjiang adalah sungai yang aliran airnya panjang, tenaga airnya pertama-tama tidak besar, kemudian karena menerima banyak aliran, baru menjadi sebuah sungai besar. Orang yang berbicara hati-hati tidak akan membuka mulut asal-asalan dan omong besar, orang yang berperilaku hati-hati tidak akan merebut budi jasa orang lain. 

Orang bijaksana selain kecerdasannya didasarkan pada moral yang tinggi, ia juga bisa menghormati dan menghargai orang, berhati lapang penuh toleransi dan penuh kepercayaan. Tapi orang hina tidak mementingkan moral, bersikap tidak konsisten dan menganggap diri sendiri hebat." Jadi seseorang yang memiliki karakter tinggi, pasti didasari oleh kerendahan hati.

Tidak ada komentar:
Write komentar