|
Welcome To My Website Kebajikan (De 德)......KEBAJIKAN ( De 德 ) Mengucapkan Xin Nian Kuai Le (新年快乐) 2571 / 2020...Xīnnián kuàilè, zhù nǐ jiànkāng chángshòu, zhù nǐ hǎo yùn..Mohon Maaf Blog ini masih dalam perbaikan....Dalam era kebebasan informasi sekarang, hendaknya kita dapat lebih bijak memilah, mencerna dan memilih informasi yang akurat. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan Etika dan Moral dalam kehidupan serta meningkatkan Cinta kasih tanpa pamrih pada sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia dan menyajikan keberagaman pandangan kehidupan demi meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan. Tanpa dukungan Anda kami bukan siapa-siapa, Terima Kasih atas kunjungan Anda

Jumat, 10 Juni 2011

Buddha Tidak Memandang Besar Kecilnya Dana, Yang Paling Penting Adalah Hati Seseorang

 

Dalam Periode Shenlong (705-707 M) Zhongzong Kaisar Dinasti Tang di China kuno, akan dibangun patung Buddha di Xiangyang Propinsi Hubei. Banyak orang yang percaya pada Buddha atau Tuhan, maka mereka  menyumbangkan uang untuk membuat patung. Koordinator menuliskan nama mereka, dan berencana untuk menuliskan nama terukir penyumbang di batu peringatan sebagai catatan. Ada seorang wanita tua yang sangat miskin dan ingin menyumbang, tapi dia hanya punya uang satu sen, yang telah diberikan oleh ibunya kepadanya sebelum ia menikah. Dia telah menyimpan uang satu sen itu selama lebih dari 60 tahun dan cuma itu saja uangnya.

Setelah mendengar bahwa yang akan dibuat adalah patung Buddha, wanita tua ingin memberikan uangnya yang sepeser ini dan berjalan jauh untuk menyumbangkannya. Namun, koordinator menolaknya dengan mengatakan bahwa uang sepeser tidak dapat diterima karena jumlahnya terlalu kecil untuk menempatkan pada catatan data. Wanita tua itu tidak punya pilihan, tetapi dia tetap berjalan menuju wadah dimana logam untuk patung Buddha sedang meleleh. Ketika tidak ada yang mengawasi, dia melemparkan uang receh sepeser tadi ke dalam wadah tersebut. Dengan hormat, ia membungkuk untuk memanggil nama Buddha dalam hatinya dan kemudian pergi.
 
Beberapa hari kemudian, patung Buddha selesai. Ketika mereka melihat dengan dekat, mereka menemukan bahwa uang receh dari wanita tua itu tepat berada di dada patung Buddha. Setelah orang kaya melihat uang receh sepeser itu, dia merasa tidak nyaman dan menyarankan bahwa uang sepeser itu dihapus sehingga dia menyuruh seseorang untuk memotong uang receh sepeser itu dari patung.
 
Namun, hari berikutnya, ketika orang melihat patung Buddha, mereka menemukan bahwa uang receh itu masih ada. Beberapa biarawan berkata, "Ini memang mukjizat dari Dewa dan Buddha, hal yang paling penting adalah hati seseorang.. Karena hati wanita tua itu begitu tulus, walau sepeser pun namun mendapat tempat yang signifikan." Sejak itu, tidak ada yang berani mencoba untuk menghapus uang sepeser itu dan uang itu tetap di dada patung Buddha.

Dalam beramal bukan berdasarkan banyak sedikitnya, yang terutama adalah hati kita. Walaupun sedikit tapi lebih bermanfaat dan berarti karena Tuhan tidak memandang hal itu, yang membedakan cuma manusia itu sendiri. Jadi semua tergantung dari niat juga hati nurani kita, bukan berdasarkan banyak atau sedikitnya.

Tidak ada komentar:
Write komentar