|
Welcome To My Website Kebajikan (De 德)......KEBAJIKAN ( De 德 ) Mengucapkan Xin Nian Kuai Le (新年快乐) 2571 / 2020...Xīnnián kuàilè, zhù nǐ jiànkāng chángshòu, zhù nǐ hǎo yùn..Mohon Maaf Blog ini masih dalam perbaikan....Dalam era kebebasan informasi sekarang, hendaknya kita dapat lebih bijak memilah, mencerna dan memilih informasi yang akurat. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan Etika dan Moral dalam kehidupan serta meningkatkan Cinta kasih tanpa pamrih pada sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia dan menyajikan keberagaman pandangan kehidupan demi meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan. Tanpa dukungan Anda kami bukan siapa-siapa, Terima Kasih atas kunjungan Anda

Sabtu, 14 Februari 2015

Kisah Sedih Calon Pengantin, Rony Handoyo Bersama Pasangan Serta Keluarganya

 


KEBAJIKAN ( De 德 ) -  Hidup ini memang penuh dengan misteri. Tak ada yang pernah menyangka, bahwa liburan keluarga ke luar negeri dengan menumpang pesawat AirAsia QZ8501 menuju Singapura akan berakhir duka, akibat jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 di sekitar Selat Karimata, Kalimantan Tengah, Minggu 28/12/2014.

Berbagai kisah mengharukan dan kenangan manis dari kisah penumpang semasa hidup turut diceritakan dengan harapan doa dapat sampai kepada Almarhum sehingga mereka dapat beristirahat dengan tenang.

Tiada yang lebih bersedih dan berduka selain keluarga penumpang karena hampir sebagian besar penumpangnya adalah sekeluarga. Namun mereka harus ikhlas ditinggalkan sekaligus oleh beberapa orang pada saat bersamaan, yang kini hanya masih berharap agar sanak saudaranya terkasih bisa ditemukan, dari sekian banyaknya korban yang masih belum ditemukan Tim Basarnas, walau dalam keadaan apapun.

Setelah lama menunggu yang disertai doa dan harapan dari keluarga dan sahabat, kini penantian sejak 28 Desember 2014 terjawab sudah, setidaknya keluarga masih diberi kesempatan untuk melihat jasadnya yang terakhir kali, serta memakamkannya dengan layak, setelah jasad B076 atas nama Rony Handoyo (28) berhasil ditemukan dan dikenali dari delapan jasad yang berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI Polda Jatim, Jumat (/13/2/2015), seperti dirangkum dari berbagai sumber.

Rony Handoyo, Teridentifikasi berdasarkan melalui metode primer DNA yang dicocokan dengan sampel DNA dari barang pribadi korban, yaitu kaos warna biru yang masih belum dicuci. Didukung pula dengan metode sekunder berupa temuan medis dan antropologi yang terdapat kesamaan antara jenis kelamin, usia dan tinggi badan. Serta Dua potongan tubuh berlabel B091 dan B092, yang ditemukan nelayan Majene, Makassar. Setelah diperiksa oleh tim DVI, ternyata merupakan kaki kanan dan kaki kiri milik Rony Handoyo. 

Guru Bahasa Mandarin Korban AirAsia Dikenali, Sempat disangka sebagai Jasad kembarannya, Vinna Handayani.
 
   

Satu warga Kota Malang penumpang AirAsia QZ8501, Rony Handoyo (28 tahun), dikenali dan telah diserah terimakan pada keluarganya di Kota Malang. Jasad Rony Handoyo baru diterima keluarga pada Jumat petang, 13 Februari 2015, seperti dilansir dari VIVA.co.id.

Jasad Rony sebelumnya sempat disangka sebagai jasad kembarannya, Vinna Handayani. Selain bersama Vinna, Rony berada di dalam pesawat bersama kedua orang tuanya Aris Sutanto (70 tahun), Wen Octarini (70 tahun), dan kekasihnya warga Surabaya bernama Jessica.
Ronny Handoyo merupakan alumni 2002, SMA Katolik Santo Albertus (SMA Dempo), Malang.

Kerabat Rony, Aldi Lia (66 tahun), menyebut proses identifikasi Rony telah berlangsung sejak dua pekan terakhir. Kali pertama tiba, di saku celana Rony ditemukan boarding pass milik kedua orangtuanya. Meski jasadnya utuh, keluarga sempat ragu untuk menduga Rony adalah Vinna, saudara kembarnya.

“Jasadnya utuh. Kulit wajahnya saja yang keriput karena menyusut setelah keluar dari air. Kami ragu itu Rony karena dia mengantongi boarding pass Aris dan Wen. Saat itu, dia juga pakai pakaian dalam warna merah,” kata Aldi Lia di persemayaman jenazah Gotong Royong Kota Malang, Sabtu, 14 Februari 2015.

Namun, identitas Rony tak terbantahkan setelah tim DVI membandingkan postur gigi dengan foto rontgen gigi milik Rony yang telah diserahkan keluarga sejak awal Januari 2015. Jasad Rony ditemukan lengkap dengan celana, baju, sepatu serta jam tangan yang semua telah dikembalikan ke keluarga Rony di Malang.

“Semuanya utuh di dalam peti, dia juga memakai baju, celana dan sepatu serta jam tangan yang sama ketika jasadnya ditemukan,” ujar Aldi Lia.

Menurutnya, Rony berada di dalam pesawat untuk berlibur ke Singapura bersama kedua orangtua, saudara kembarannya dan kekasihnya. Rony dan Vinna yang telah bekerja di sebuah lembaga pendidikan privat yang menyediakan jasa kursus bahasa Mandarin, ingin membahagiakan kedua orang tuanya dengan berlibur ke Singapura.

“Rony jadi guru mandarin di lembaga kursus Lai-Lai di Surabaya. Vinna kembarannya yang perempuan jadi administrasi di situ. Mereka mengajak orang tuanya berlibur ke Singapura,” katanya.

Rony menjadi guru bahasa Mandarin mengikuti jejak ibunya, Wen Octarini, yang juga menjadi guru bahasa Mandarin di sekolah mandarin Persahabatan di Klenteng Eng An Kiong, Malang, setelah menuntaskan kuliah S2 di Tiongkok.

“Lulus dari S2 di Tiongkok dia pulang kembali ke Indonesia. Dia mendirikan kursus Mandarin itu di Surabaya bersama adiknya. Ibunya menngajar bahasa Mandarin juga di Klenteng Eng An Kiong. Rony tinggal di Surabaya. Kalau orang tuanya tinggal di Pasar Besar (Malang),” katanya.

Jasad Rony akan dikremasi di Krematorium Sentong, Lawang Kabupaten Malang, pada Senin, 16 Februari 2015. Abu kremasi akan disimpan lebih dahulu sambil menunggu tiga anggota keluarganya ditemukan dan dikremasi. “Kalau sudah lengkap, abunya akan bersama-sama dilarung di laut,” imbuhnya.

Keluarga Maklum Basarnas Stop Sementara Cari Korban AirAsia

Keluarga Rony Handoyo di Malang, memahami pertimbangan Basarnas untuk menghentikan proses pencarian selama satu pekan ke depan. Keluarga memaklumi ombak yang besar dan arus laut yang deras membahayakan penyelam SAR.

“Minggu lalu kami mendapat pengumuman dari Basarnas. Ketika berkumpul di aula gedung Mahameru Basarnas bilang pencarian akan dihentikan selama Imlek, karena ombaknya besar. Memang kalau Imlek ombak dan angin di laut selalu kencang,” kata Aldi Lia (66 tahun), kerabat Rony Handoyo, di Malang, Sabtu, 14 Februari 2015.

Saat itu, Basarnas menyebut akan memulai pencarian jika ombak tak lagi tinggi dengan perkiraan memulai proses pencarian pada 20 Februari 2015. Aldi menyatakan memaklumi dihentikannya proses pencarian karena kendala cuaca, meski berharap pencarian terus dilakukan jika cuasa sudah membaik.

“Ya, berbahaya kalau menyelam di laut yang ganas seperti itu, penyelam bertaruh nyawa juga. Tapi kami berharap nanti dilanjutkan kembali sampai semua ditemukan,” katanya.

Mengetahui keberadaan jasad bagi tante Rony Handoyo itu penting karena dengan adanya jasad mereka bisa yakin dan rela melepas kepergian kerabat. Tanpa jasad yang diserahkan, maka keluarga akan terus bertanya-tanya tentang keberadaan kerabat mereka yang berada di dalam pesawat itu.

Nantinya abu Rony Handoyo dan keluarga yang lain akan dilarung kembali ke laut. “Kalau sudah terkumpul abu jasad memang akan dilarung. Kawan kami banyak yang bilang, seharusnya jasad tak perlu dicari karena sudah ada di laut. Tapi bagi kami menerima jasadnya sama dengan mengetahui keberadaan mereka, kami tidak bingung lagi mau mencari ke mana,” katanya.

Selain Rony, Aldi Lia dan kerabat lain masih menunggu ditemukan saudara kembar Rony, Vinna Handoyo, orang tua Rony, Aris Sutanto dan Wen Octarini.

Seperti halnya banyak kerabat penumpang lain, mereka juga enggan mengurus asuransi dan hak penumpang lain sebelum nasib kerabat mereka diketahui keberadannya. “Kami masih fokus ditemukan dulu, biar semua jelas nasibnya baru urus yang lain,” katanya.

Soal penghentian sementara itu juga diketahui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Malang. Basarnas sebelumnya telah memberikan pengumuman pada keluarga dan relawan di Crisis Center di Surabaya tentang rencana itu. Pencarian dilanjutkan pada 20 Februari 2015.

Hadiah yang Antarkan Rony dan Keluarga Temui Maut

 

Kamil masih ingat betul, Sabtu (27/12) pekan lalu, saat sedang mengatur arus parkir di Pasar Besar Klojen, Malang, dia melihat Aris Sutanto dengan tergesa-gesa berlari menuju toko obat tradisional yang ada di seberang rumahnya. Rintik hujan yang mengguyur Malang pagi itu semakin membuat langkah kaki Aris berjalan cepat, seperti dilansir dari nyata.co.id.

Karena khawatir, usai memarkirkan satu unit mobil, Kamil yang sehari-hari berprofesi sebagai juru parkir segera menyusul Aris. ”Saya takut kalau ada anggota keluarga beliau yang sakit. Karena di rumahnya kan ada kakaknya yang sudah sepuh,” kata Kamil.

Ternyata kekhawatiran Kamil tidak seperti yang dia bayangkan. Saat itu, Aris, yang sudah dia kenal lebih dari 15 tahun mengatakan hanya membeli obat pusing dan minyak angin saja. Mereka ngobrol cukup lama, sekitar setengah jam. Dalam obrolan itu Aris sempat pamit dan menitipkan rumahnya kepada Kamil.

”Saya mau ke Singapura besok, tapi hari ini berangkat dulu ke Surabaya. Mau menginap di rumah Rony. Di rumah cuma ada kakak, saya titip tolong jagain ya,” kata Kamil menirukan ucapan Aris. Permintaan itu tentu langsung diiyakan oleh Kamil.

Karena menurut pandangannya, Aris sekeluarga adalah sosok yang baik dan supel. Mereka mau bergaul dengan siapapun. Cuma, di pertemuan terakhir itu, Aris sempat mengeluh tidak enak badan padanya. ”Saya aslinya pusing dan malas jalan-jalan. Tapi gimana lagi, wong anak yang ngajak. Masa mau nolak,” kenang Kamil.

Hal senada dikatakan oleh Sarib Handoyo, koordinator keamanan setempat. Menurutnya, sebelum pergi, Aris sempat menitipkan keamanan rumah padanya. ”Dia pergi siang hari, sekitar jam 14.00 dijemput oleh anaknya, Rony,” katanya.

Aris termasuk korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ 8501 pada hari Minggu (28/12). Dia pergi bersama sang istri, Octaria Wenn, dua anak kembar mereka, Rony Handoyo dan Fenni Handayani. Serta, satu orang lagi yakni kekasih Rony, Sio Jing.

Berawal dari Rencana Rony

Menurut Mei Tjin, kakak Aris yang tinggal serumah dengan keluarga itu, kepergian adiknya ke Singapura sudah diketahui sejak seminggu sebelumnya. Dia menambahkan, awalnya tidak ada niatan Aris dan istri untuk bepergian jauh. Itu karena, pada tahun baru ada agenda perayaan bersama seluruh keluarga besar.

Sepengetahuan Mei, niatan pelesir ke Singapura berawal dari Rony. Rony mendapatkan tawaran menarik dari seorang muridnya di sebuah lembaga pendidikan bahasa Mandarin. ”Kabarnya murid itu tidak jadi liburan ke Singapura, lalu dihadiahkan ke Rony. Rony kemudian mengajak mama-papa dan saudaranya sekalian,” jelasnya.

Pada Sabtu itu, sekitar pukul 14.00, Aris dan istrinya telah siap-siap berangkat lengkap dengan tas masing-masing. ”Saya ingat, saat itu saya menyapa dengan kata selamat jalan,” kenangnya sedih. Ternyata Rony yang menjemput langsung kedua orang tuanya menggunakan mobil ke Malang dan langsung bertolak ke Surabaya.

Mereka berangkat lebih awal dengan niatan untuk bermalam terlebih dahulu di rumah Rony di Surabaya. ”Mungkin tujuan Rony supaya kedua orang tuanya tak capek di perjalanan,” gumamnya.

Masih menurut Mei, keponakan laki-lakinya itu dalam waktu dekat akan melangsungkan pernikahan dengan Sio Jing. ”Saya tidak tahu kapan tepatnya. Yang jelas, kekasih Rony itu asalnya Surabaya. Mereka kenal di sana saat kuliah,” jelasnya.

Sejak tujuh tahun lalu, Aris dan istrinya menutup toko sepatu miliknya di Pasar Besar Malang. Aris kemudian bekerja sebagai direktur di sebuah perusahaan rokok di daerah Rampal, sedangkan Octaria bekerja sebagai pengajar bahasa di Klenteng En Ang Kiong.

Kita doakan semoga Almarhum Rony Handoyo, mendapat tempat yang layak di sisiNya serta kedua Orangtua dan saudarinya serta kekasihnya juga penumpang lainnya dapat segera ditemukan. Turut berduka cita untuk keluarga yang ditinggalkan dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini, karena semuanya adalah atas kehendak yang kuasa.

Sobat, Tak selamanya kita diberikan kesempatan untuk memiliki hidup di dunia ini, maka hiduplah dengan sebaik-baiknya dan buatlah menjadi bermakna, bukan hanya untuk diri Anda sendiri, tetapi juga untuk semua orang yang mengenal Anda. Supaya, suatu saat nanti jika kita sudah tiada, kenangan kebaikan kita masih akan tetap hidup di hati mereka semua. Salam kebajikan

Tidak ada komentar:
Write komentar