|
Welcome To My Website Kebajikan (De 德)......KEBAJIKAN ( De 德 ) Mengucapkan Xin Nian Kuai Le (新年快乐) 2571 / 2020...Xīnnián kuàilè, zhù nǐ jiànkāng chángshòu, zhù nǐ hǎo yùn..Mohon Maaf Blog ini masih dalam perbaikan....Dalam era kebebasan informasi sekarang, hendaknya kita dapat lebih bijak memilah, mencerna dan memilih informasi yang akurat. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan Etika dan Moral dalam kehidupan serta meningkatkan Cinta kasih tanpa pamrih pada sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia dan menyajikan keberagaman pandangan kehidupan demi meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan. Tanpa dukungan Anda kami bukan siapa-siapa, Terima Kasih atas kunjungan Anda

Rabu, 10 Februari 2016

Perenungan Menyambut Tahun Baru Imlek 2567

 


KEBAJIKAN ( De 德 ) Bertabur wanginya bunga Mei hua pada Musim Semi
Semerbak wanginya kebajikan dari hati batin nurani nan suci
Paduan wanginya kesucian dan bunga Mei hua sebagai suatu kebersamaan
Di dalam menemukan kesucian hati batin di depan para Dewa.

Menyambut musim semi merupakan suatu tradisi umat Tionghoa untuk menyambut keberhasilan dan kesuksesan di tahun berikutnya. Pada hari besar tradisi umat Tionghoa, jika memiliki perenungan yang tepat, maka merupakan suatu berkah yang termulia di dalam kehidupan kita. 

Suatu tradisi yang unik, etnis Tionghoa di seluruh dunia akan menyambut musim semi tahun baru Imlek. Menyambut Dewa rezeki dengan sajian yang bertumpuk-tumpuk, agar penuh dengan keberhasilan, penuh berkah serta kekayaan yang berlimpah-limpah.

Sebagai seorang Tionghoa, sudah selayaknya kita berintrospeksi menyambut hari-hari tradisi.. Suatu tradisi yang bersifat duniawi menyambut Dewa rezeki yang tidak kekal ini, maka kita sangat membutuhkan sebuah pelatihan diri di luar duniawi dalam menanam karma baik. 

Berbuat kebajikan yang penuh dengan kesucian kemurnian dengan pelatihan diri untuk melatih tiga kekayaan kebajikan dan empat permata berharga adalah sebuah dasar yang utama dalam menyambut tahun baru Imlek.

Kekayaan kebajikan adalah dasar utama di dalam menjalani hidup berdasarkan filsafat Tionghoa yang mengajarkan bagaimana untuk selalu bersyukur, membalas budi, dan mensyukuri apa yang ada. Dengan demikian, di dalam kehidupan modern seperti sekarang ini, barulah dapat menjadi seorang teladan yang patut dicontoh.

Kekayaan kebajikan yang pertama adalah kesungguhan dalam menaklukkan kilesa kemelekatan di dalam kehidupan. Terkadang kita menjadi lupa diri saat mendapatkan sesuatu. Dengan demikian, sudah seharusnya kita memedulikan orang-orang di sekitar kita. Saat kita kehilangan apa yang kita miliki, seharusnya kita mampu menggunakan kebijaksanaan (wisdom) untuk melihat kondisi yang terjadi sebagai sesuatu yang tidak kekal di dalam kehidupan. Dengan demikian, kita baru dapat melepaskan yang kita sayangi dengan hati bahagia.

Selanjutnya adalah kekayaan cinta kasih, sebuah harta yang dimiliki seseorang yang sukses dalam kehidupan karena mereka mempunyai belas kasih dan mampu memberikan pertolongan untuk orang lain, mampu memaafkan orang lain, maka nasib orang tersebut akan dilindungi dengan kebajikan yang dimilikinya. 

Kekayaan yang terakhir adalah kebijaksanaan. Dengan kebijaksanaan, manusia mampu memahami adanya hukum sebab-akibat. Maka di dalam kehidupan sudah seharusnya kita menjalin hubungan yang baik dengan banyak orang. Di dalam kehidupan bersama di lingkungan masyarakat, manusia pasti mempunyai jodoh yang baik dan yang tidak baik sehingga menimbulkan permusuhan. Untuk itu, setiap orang harus mempunyai kekuatan pengendalian diri sendiri sehingga mampu melepaskan segala dendam dan iri hati untuk mencapai kepribadian manusia yang seutuhnya.

Selanjutnya adalah empat permata berharga, yang pertama adalah dengan tekun ke vihara untuk membacakan sutra parita suci, melafalkan nama Buddha dan berlatih meditasi, sehingga mampu menyucikan diri di dalam kehidupan sehari-hari, harmonis di dalam pergaulan dan mencapai kebahagiaan dunia. 

Selanjutnya adalah menjalin hubungan baik dengan semua orang. Sehingga di dalam kehidupan mampu memperoleh kekayaan yang sejati dari karma baik dan usaha yang benar, menjauhkan diri dari bencana dan kesulitan duniawi. 

Ketiga adalah menjalankan pelatihan kemoralan (sila) sehingga mampu menumbuhkan hati yang suci. Maka di dalam kehidupan ini akan terhindar dari segala kesulitan bencana, hidup dengan segala keagungan dan dihormati banyak orang. Yang terakhir adalah bertutur kata baik dan bersabar. Sehingga di dalam kehidupan kita akan bertemu orang yang bersedia membantu dengan tulus. Di dalam kehidupan akan terhindar dari segala penyakit dan kesusahan serta berumur panjang.

Tiga kekayaan kebajikan dan empat permata berharga adalah tujuh rezeki agung yang memberi umat manusia berkah, terutama pada perayaan musim semi tahun baru Imlek. Jika kita mampu menanam karma baik, datang ke Vihara (tempat ibadah) ikut serta dalam ritual keagamaan dan berbuat kebajikan, bertobat atas karma masa lampau disertai tekad suci di depan altar Buddha, para Buddha dan bodhisattva akan selalu memberikan berkah kepada umat manusia.

Setiap waktu adalah waktu yang baik. Setiap hari adalah hari yang baik. Setiap tahun berkah akan selalu datang bagi mereka yang menjalankan kebajikan. Maka di masa yang akan datang akan mencapai kebodhian dan kelak mampu melangkah di jalan menuju penerangan agung menjadi Buddha. Salam kebajikan

Tidak ada komentar:
Write komentar