|
Welcome To My Website Kebajikan (De 德)..Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H....Dalam era kebebasan informasi sekarang, hendaknya kita dapat lebih bijak memilah, mencerna dan memilih informasi yang akurat. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan Etika dan Moral dalam kehidupan serta meningkatkan Cinta kasih tanpa pamrih pada sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia dan menyajikan keberagaman pandangan kehidupan demi meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan. Tanpa dukungan Anda kami bukan siapa-siapa, Terima Kasih atas kunjungan Anda
Home » » Bebaskan Hati

Bebaskan Hati

Written By Kebajikan ( De 德 ) on Minggu, 25 September 2016 | 14.31


KEBAJIKAN ( De 德 ) Beberapa orang menunggu, dan beberapa orang lainnya tak tahu sedang ditunggu.

Lantas salahkah dia jika dia terus berjalan ke depan? Semakin menjauh.

Orang yang jatuh cinta namun hanya menunggu, lebih sia-sia dari menggarami air laut. Jangan salahkan orang yang ditunggu jika mengungkapkan perasaan saja tak mampu.

Kebesaran cinta tak bisa diukur dengan seberapa lama menunggu, tetapi seberapa berani mengungkapkannya dengan tulus dan cara yang indah.

Cinta yang utuh tidak layak menunggu terlalu lama, karena seiring berjalannya waktu hati itu akan habis dimakan sendiri.

Mencinta diam-diam adalah hal paling egois di dunia. Tak ada yang lebih egois dari seseorang yang memenjarakan hatinya sendiri. Begitu besar egonya menahan rasa cinta yang begitu ingin menyeruak ke luar, terbang bebas ke hati yang ingin disinggahinya.

“Aku takut hatinya enggan menampungku.”

Itu hanya alasan yang diada-ada sebuah sangkar hati yang egois. Hati sudah terlalu kenyang dengan alasan aku tak pantas untuk dia, aku bukan siapa-siapa baginya, dia tak menginginkanku, dan alasan egois lainnya.

Jangan kekang cinta. Bebaskan, terbangkan, maka ia akan kembali dengan sangkar barunya yang indah, untukmu. Layaknya burung camar terbang mengarungi sore yang indah di pesisir pantai.

Nah sobat, Bukankah memendam adalah yang paling menyakitkan? Tidakkah lebih baik jujur dan mengungkapkan apa yang dirasakan?”

Memendam perasaan adalah bom waktu. Tinggal tunggu, meledak menjadi ungkapan perasaan, atau menjadi ledakan tangisan.

Memendam perasaan karena takut jika mengungkapkan malah membuat jauh???
Justru dengan memendam, kamu menjauhkan hati kamu, dengan hatinya.

Perasaan. Semakin dipendam, semakin tenggelam. Dalam diam.

Pada akhirnya, sayang yang lebih besar, cinta yang lebih dulu ada, tak ada apa-apanya jika dibandingkan rasa yang diungkapkan.

Untuk kamu yang memendam perasaan, selamat menunggu… selamanya. Nara sumber :
Dara Prayoga

Semoga Bermanfaat..
Tetaplah bersemangat!
Teruslah bertumbuh!
Teruslah belajar!
Salam kebajikan (Lily)
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011 - 2018. Kebajikan (De 德) - All Rights Reserved
Template Created by Kebajikan (De 德) Published by Kebajikan ( De 德 )
Proudly powered by Blogger