|
Welcome To My Website Kebajikan (De 德)......KEBAJIKAN ( De 德 ) Mengucapkan Xin Nian Kuai Le (新年快乐) 2571 / 2020...Xīnnián kuàilè, zhù nǐ jiànkāng chángshòu, zhù nǐ hǎo yùn..Mohon Maaf Blog ini masih dalam perbaikan....Dalam era kebebasan informasi sekarang, hendaknya kita dapat lebih bijak memilah, mencerna dan memilih informasi yang akurat. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan Etika dan Moral dalam kehidupan serta meningkatkan Cinta kasih tanpa pamrih pada sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia dan menyajikan keberagaman pandangan kehidupan demi meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan. Tanpa dukungan Anda kami bukan siapa-siapa, Terima Kasih atas kunjungan Anda

Jumat, 25 Maret 2011

Kebajikan Seorang Budiman Yang Bijak

 

Manusia di dunia wajib sepenuhnya menghargai kejujuran, berbakti, kesetiaan dan keadilan dengan begitu, maka tidak mempermalukan diri sebagai seorang manusia yang dapat berdiri tegak diantara langit dan bumi. Jika tidak menghargai kejujuran, kesetiaan, berbakti dan keadilan, biarpun hidup di dunia, namun hatinya telah mati.

Bisa dikatakan hidup semua umat manusia: Hati adalah spirit (Tuhan), Tuhan senantiasa didalam Hati. Barang siapa tidak mempermalukan hati, maka tidak mempermalukan Tuhan. Siapa berbohong terhadap hati, berbohong terhadap Tuhan. Maka orang yang bijak senantiasa menjaga perlakuan diri sendiri ( karena*) *(Three fears : Fear of heaven; fear of those who are more noble; and fear of Saints) *(Four knowledges: every act is known by heaven, earth, their partners and themselves).
Jangan mengira didalam “Ruang Gelap” bisa berbuat sewenang-wenang. Setiap tindak-tanduk kita harus dipertanggungjawabkan pada Tuhan, setiap tindak tanduk kita diawasi oleh 10 pasang mata dan 10 pasang tangan. Kebenaran akan ditegakkan, karma berjalan, tanpa sehelai rambutpun lolos.
Cabul adalah kejahatan yang utama, Berbakti adalah amal yang utama. Walaupun untung, bisa melanggar kebenaran, dan hati merasa bersalah, “Jangan dilakukan”. Walaupun tidak ada untung, tapi melanggar kebenaran dan hati tidak merasa bersalah, “Tetap lakukan”. Jangan mengira hal tersebut tidak ada gunanya dan menjadi malas, Barang siapa yang melanggar ajaran Ku, “Silahkan rasakan tajamnya golok Ku”.

Menghormat langit dan bumi, hormati para Mulia (Buddha dan Dewa-Dewi), hormati para leluhur, berbakti pada orang tua dan patuh pada hukum Negara. Hormati guru, sayangi saudaramu, percaya pada teman, harmonis dan ramah pada tetangga dan relasi, saling bantu dalam rumah tangga, dan didiklah anakmu.

Sering membantu dengan kemampuanmu, menolong yang susah dan perlu bantuan, kaum miskin, yatim piatu dan yang tertimpa bencana. Membantu dan memperbaiki vihara/kelenteng , mencetak kitab-suci. Sumbangkan teh dan obat-obatan pada peminta, melaranglah membunuh dan bebaskan makhluk-makhluk yang bernyawa kembali ke alam. Bangun jembatan dan perbaiki jalan, kasihanilah si janda, bantulah dikala kesulitan, hargai makanan dan rezeki, damaikan selisih paham, bantulah mereka yang berniat baik, berikan contoh yang baik, hapuskan kebencian dan kesalahpahaman, jujurlah dalam berbisnis, dekati teman yang berbudi, jauhi yang bertabiat jahat, jangan mengungkit kesalahan seseorang, ungkit kebaikannya, bantulah rakyat jelata.

Kembalilah pada jalan yang benar, sucikanlah hati dan pikiran. Bertindak welas-asih, lepaskanlah pikiran-pikiran jahat dan kotor, Semoga segala kebajikan dijalankan dengan percaya diri dan terus dilakukan, walau perbuatan itu belum diketahui orang, namun telah dicatat oleh Tuhan yang maha kuasa.

Dialah bertambah rezeki, berpanjang usia, keturunan semua dijaga didalam kemakmuran dan kebahagiaan, Dialah bencananya lenyap, penyakitnya bebas, dan seumurnya tak diserangi malapetaka dan mara bahaya. Orangnya sehat walafiat, aman sentosa pada semesta, bintang terang terus mencahayai seisi-rumahnya.

Jika orang senang berlaku kejahatan, tidak senang pada kedermawanan, atau suka mengotori orang perempuan, Kejodohan orang diperceraikan, atau senang mengumpat nama-nama orang, dan senang iri akan orang yang berkecakapan. Atau, Ingin memiliki harta orang lain, Dan sering menghasut orang, memperkarai dipengadilan, atau senang merugi orang lain. Keperluannya untuk memperkaya diri sendiri. 

Ada kala memaki-maki pada angin dan hujan. Adakala mendendam pada langit, bumi dan alam, Juga memfitnah / menjelekan para orang bijak / Buddha atau orang yg juga suka membunuh sapi dan anjing. Merobek kertas yang bertuliskan kata2 suci atau mendidik, Menghina pada Tuhan, makin kaya , makin tinggi kekuasaan, memaksa orang miskin merendahkan kedermawanan orang lain, menghasut dan mengganggu kerukunan saudara orang, supaya orangnya bercerai perpisahan, apalagi tak senang berlaku tulus-ikhlas, malahan senang berlaku pencabulan, pencurian, dan kedurjanaan, suka memboros, suka tipuan, tak suka giat bekerja, tak suka penghematan, juga tak sayangi hasil tanaman, gampang lupa membalas kebajikan orang lain, memperdaya diri sendiri, sering menggunakan timbangan yang tidak adil, dan berani menyiarkan agama Bida’ah untuk menipu rakyat jelata, dan membohong umatnya dapat naik surga menjadi dewata, sampingnya menipu barang-barang orang dan mengotori wanita, Main daya tipu muslihat tidak pilih terang atau gelap, omongnya penuh tipu muslihat, bersumpah serapah kepada orang diwaktu siang hari, namun membunuh orang digelap gulita, tidak senang mematuhi peraturan-peraturan Tuhan, malahan mengajak orang lain menjadi pelanggar, Juga tidak suka berlaku kedermawanan, suka melakukan hal hal jahat. 
 
Akhirnya, Dialah tertimpa hukuman, kesengketaan, kebencana alam, dan pencurian. Akhirnya, dialah keracunan, menderita penyakit berwabah, turunanya bodoh-bodoh dan anak guguran atau sekeluarganya dibunuh sipenjahat, kemudian yang sisanya jatuh disarang perampokan dan persundalan. Macam-macam malapetaka (karma) yang jauh menimpa anak cucu, yang dekat menimpa pada diri sendiri.

Segala dosa diawasi oleh Tuhan, Sekecil rambut pun tidak ada kesalahan yang lolos, Oleh karena itu, baik budi, buruk jahat adalah dua jurusan, ditakdir Tuhan berlainan. Maka yang kedermawanan tetap dibalasi kebahagian, yang jahat hati tetap di timpa penderitaan. Persabdaan Saya ini, semoga umat sekalian dengan beribadat menjalankan, walaupun kata katanya begini sederhana, tetapi intinya yang berguna untuk meningkatkan kebutuhan jiwa raga kemanusiaan, barang siapa Sengaja mengkianati Sutra saya ini, Tentu tidak dapat dimaafkan. Barang siapa rajin membaca sutra ini setiap hari, pasti terhindar dari penderitaan dan mendatangkan kebahagian. Rajin2 baca sutra ini, memohon anak pasti didapat, memohon panjang umur juga pasti dipanjangkan. Rajin-rajin baca sutra ini, ingin rezeki, ingin kaya serta ingin kedudukan tinggi, pasti dikaruniai. Bila senantiasa membaca sutra yang mahasuci ini, percayalah apa yang niat pasti akan datang kemudian, ribu-ribuan malapetaka telah musnah, seisi rumah penuh kebahagiaan. Segala rezeki akan diberkati oleh Ti Cuen, tapi hanya dengan jalan yang berbudiman. Ti Cuen yang maha mulia tidak akan memihak, siapa jujur, siapa dilindungi. Segala kelakuan baik harap dilaksanakan, Semoga sukses, Semoga berjumpa dengan Tien Cuen dinegeri kesucian.

Tidak ada komentar:
Write komentar