|
Welcome To My Website Kebajikan (De 德)......KEBAJIKAN ( De 德 ) Mengucapkan Xin Nian Kuai Le (新年快乐) 2571 / 2020...Xīnnián kuàilè, zhù nǐ jiànkāng chángshòu, zhù nǐ hǎo yùn..Mohon Maaf Blog ini masih dalam perbaikan....Dalam era kebebasan informasi sekarang, hendaknya kita dapat lebih bijak memilah, mencerna dan memilih informasi yang akurat. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan Etika dan Moral dalam kehidupan serta meningkatkan Cinta kasih tanpa pamrih pada sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia dan menyajikan keberagaman pandangan kehidupan demi meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan. Tanpa dukungan Anda kami bukan siapa-siapa, Terima Kasih atas kunjungan Anda

Jumat, 20 Mei 2011

Cara Kong Hu Cu Mendidik Muridnya

 


Kong Hu Cu pernah menjadi pejabat di tiga Negera, Lu; Wei; Chen, di Negera Wei dan Chen pernah masing-masing menjadi pejabat satu kali, tapi dinegara Wei pernah menjabat dua kali, dibawah raja Wei Lin Gong卫灵公dan raja Wei Chu Gong卫出公, dinegara Wei menjabat selama tujuh tahun. Total ditiga negera ini telah menjadi pejabat selama 14 tahun. Kong Hu Cu hidup kira-kira 73 atau 74 tahun, selama hidupnya telah diundang oleh 10 negara untuk menjadi pejabat, tapi hanya menjadi pejabat di 3 negara saja. Selebihnya pengembara ke negara-negara untuk mencari jabatan negera yang cocok, atau sedikitnya dapat mempengaruhi raja-raja, atau pejabat negera yang bersangkutan atas gagasan-gagasan politiknya.
Namun kenyataannya selama itu tidak berkecocokan, dan dengan kecewa meninggalkan negeri yang bersangkutan. Suatu ketika Raja Wei mengundang Kong Hu Cu untuk suatu jabatan negara, akhirnya memang Kong Hu Cu datang memenuhi undangannya, dinegara ini beliau mengabdi selama 4 tahun. Tapi apakah beliau berhasil melaksanakan ideenya ? Tidak jelas. Namun yang diketahui adalah setelah 4 tahun mengabdi dinegeri ini, beliau tanpa berkata sepatah katapun lansung meninggalkan negeri ini dan bahkan bersungut-sungut pergi tanpa menoleh, meninggalkan istana dan kantornya, menaiki keretanya keluar dari negeri ini. Saat meninggalkan kantornya beliau berkata : “Burung dapat memilih pohon untuk dihinggapi, tapi apakah pohon bisa memilih burung untuk dihinggapi? “ .Artinya saya bisa memilih negara, jika tidak cocok maka saya bisa pindah ke negara lain. ( Tapi dikemudian hari muridnya Zi Lu rupanya tetap tinggal di negara ini, dan mungkin juga pulang pergi dari Negeri Wei dan Negeri Lu, namun nasibnya sungguh tragis tewas di Negeri Wei.) 
Dengan kekecewaan-kekecewaan yang selalu dialami ini, membuat Zi Lu dan Kong Hu Cu kadang menjadi marah-marah. Pernah sekali mereka terombang ambing dan terjepit diantara negera Chen dan Cai, sehingga kehabisan ransum, sehingga bersama murid-muridnya harus makan bubur sayur-sayuran liar dengan tanpa sebutir beraspun. 
Semua orang sangat kelaparan dan Zi Lu menjadi marah-marah dan berkata : “Apakah seorang bijak dan intelektual harus tidak punya jalan keluar demikian? (君子亦有穷乎 《论语 卫灵公》jiong zi zhee you jiong hu)” (= jalan buntu) .Kong Hu Cu menjawab : “ Memang seorang bijak/intelektual bisa saja tidak mempunyai jalan keluar(君子固穷jun zi gu jiong), “orang kecilan” juga bisa tidak punya jalan keluar juga(小人穷斯滥矣xiao ren jiong shi lan yi)”orang kecilan” jika tidak ada jalan keluar akan marah-marah, tapi seorang bijak harus menunjukkan jiwa besar. Orang bijak harus berjalan dijalan besar, tidak dengan marah-marah melainkan akan tetap tenang dan wajar.” Berkata demikian bermaksud memarahi Zi Lu. Tetapi Kong hu Cu juga dalam keadaan tertekan ini pernah berkata: “ Jika memang tidak ada jalan keluar, ya kita belayar keseberang lautan jauh saja…..(道不行 乘桴于海 从我者 其由与 《论语 公冶长》dao bu xing, cheng fu yi hai, zhong wo zhee, qi you yu) ”. 
Mendengar ini Zi Lu senang sekali, dan berujar bahwa jika murid-muird yang tiga ribu atau yang 72 orang murid terpandai tidak ada yang dibawa, maka bawalah saja saya. (由也好勇过我 无所取材 《论语 公冶长》you ye hao yong guo wo, wu shuo qi zhai) Zong You/Zi Lu memang seorang pemberani, kemana saja gurunya pergi pastilah akan ikut, namun dia berkata bahwa bahan untuk bikin dayung tidak ada.. Namun sebenarnya Kong Hu Cu tidak benar-benar akan ke seberang lautan, beliau mengucapkan hal ini karena sangat tertekan dengan keadaannya saat itu.
          Ran You 冉有juga salah satu murid Kong Hu Cu, bermarga Ran Qiu 冉求 nama You, umur 29 tahun lebih muda dari beliau, dia menjabat sebagai Patih/Direktur dari Ji Kang Zi (季康子的宰ji kang zi de zai) seorang pejabat yang mempunyai wilayah. untuk mengurus wilayahnya diperlukan seseorang direktur untuk mengurusnya. Ran You adalah direktur dari Ji Kang Zi, sedang Zi Lu juga bekerja untuk keluarga Ji Kang Zi ini.
Pernah suatu ketika dimana sebelum Kong Hu Cu menjadi abdi negera di negara manapun, ada seorang yang menanyakan beliau : “ Mengapa Tuan tidak mau terlibat dalam politik atau menjadi abdi negara agar terlibat langsung dalam politik?” (子奚不为政 《论语 为政》zi ji bu wei zheng). Kong Hu Cu menjawab : “Sayang ibu bapak, sayang sadaura dan saudari, sifat-sifat dan tabiat baik ini disebarkan dalam dunia politik, itulah yang dinamakan terlibat dalam politik. Bagi saya harus bagaimana lagi untuk harus terlibat dalam politik…..?” ( maksud Kong Hu Cu sikap menyayangi kelurga sendiri ini telah beliau trapkan pada dirinya, dan sifat-sifat ini telah disebarkan sebagai gagasan politiknya. Inipun sudah berarti terlibat dalam politik).(孝乎惟孝 友于兄弟 施于有政 是亦为政 奚其为为政 《论语 为政》xiao hu wei xiao, you yi xiong di, shi yi you zheng, shi zhe wei zheng, ji qi wei wei zheng). Kata-kata ini dikemukakan saat beliau jauh belum terlibat politik langsung atau menjadi abdi negara.
Dengan kata lain walaupun kita tidak menjadi abdi negara, tapi bisa saja terlibat secara tidak langsung akan kegiatan politik. Namun kenyataannya Kong Hu Cu selamanya tidak pernah meninggalkan dunia politik. Seperti telah diceritakan di Bab yang lalu, ketika beliau sudah tidak menjadi abdi negara, dan muridnya menjadi abdi negara. Tapi tetap saja murid-muridnya memberi laporan akan pekerjaan yang menyangkut soal politik diluar jam kerjanya, bahkan berembuk dan minta saran akan tindak-tindakan apa yang harus diambil dalam masalah perpolitikannya.
Pernah sekali Ran You 冉有diluar jam kerjanya, melapor kepada Kong Hu Cu tentang pekerjaannya, dan menemui gurunya. Kong Hu Cu menanya : “ Mengapa anda datang begini malam?”. Ran You menjawab : “ Ada masalah politik!(有政you zheng)”. Kong Hu Cu bertanya : “ Masalah apa? (其事也qi shi ye), saya kira yang merepotkanmu mungkin bukan soal politik, hanya masalah pekerjaan saja. Jika ada masalah besar negara, walaupun saya bukan sebagai abdi negara, tapi saya akan tahu ” ( 如有政 虽不吾以 吾其与闻之 《论语 为政》ru you zheng, shui bu wu yi, wu qi yu wen zhi). 
Disinilah dapat di lihat bahwa beliau tiada hari tidak terlibat atau memperhatikan masalah politik, beliau sangat memperhatikan politik, mengikuti perkembangan politik. Pernah juga beliau berkata : “ Jika tidak pada posisi sebagai pejabat, maka janganlah melibatkan diri (dalam politik). (不在其位 不谋其政bu zai qi wei, bu mo qi zheng)” perkataan ini terlihat seperti kontroversi dan bertentangan dengan gagasan politiknya, tapi arti yang sebenarnya ialah kita dapat terlibat dalam politik, namun tidak melampaui posisi kita yang bukan sebagai abdi negara, dimana mencoba meng-interfensi pekerjaan abdi negara, tidak berarti kita lalu tidak perduli akan politik, karena tidak pada posisi sebagai abdi negara.
Sebenarnya Kong Hu Cu mempunyai rencana sendiri, yang pertama dirinya terlibat langsung dalam politik dengan menjadi abdi negara, melaksanakan sendiri gagasan-gagasan politiknya, jika rencana ini tidak bisa berhasil, maka tetap memperhatikan politik , ikut dalam berpolitik ; mempengaruhi perpolitikan(思其政 为其政 施其政.shi qi zheng, wei qi zheng, shi qi zheng). Bagaimana untuk mempengaruhi politik ? Tidak lain adalah coba memberi saran kepada para pejabat yang bersangkutan akan gagasan-gagasan politiknya. Seperti diketahui bahwa Kong Hu Cu pernah 14 tahun mengembara ke berbagai negara, tujuannya adalah untuk mendapatkan pekerjaan sebagai abdi negara. Tapi jika ini tidak terlaksana, maka dicoba menaruh pengaruhnya akan gagasan-gagasan politiknya. Seperti telah diceritakan dimuka selama 14 tahun pengembara pernah juga beliau menjadi pejabat dan abdi negara di negara Chen dan Wei, tapi selalu mengalami kekecewaan. Beliau mengembara dari suatu negara ke negara lainnya, tapi tiada tempat yang bisa menjadi tempat pijakan yang cocok untuk melaksanakan idee-idee dan gagasan-gagasan politiknya .
(累累若丧家之狗lei lei ruo shang jia guo) bak anjing terlunta-lunta, dengan kata lain tidak menemukan rumah.
Tapi apakah Kong Hu Cu lalu tidak menemukan jalan keluar? Tidak. Beliau mempunyai jalan keluar yang cemerlang yaitu : Mendidik Orang (育人yu’ren) . Inilah pilihan ketiga dari Kong Hu Cu. Beliau berujar : biarlah saya untuk mendidik para murid-murid, dan mendorong mereka untuk menjadi Pejabat/Abdi Negara. Melalui murid-murid ini untuk melaksanakan gagasan-gagasan politik saya.
Dari kapankah Kong Hu Cu mulai menerima murid? Para sejarahwan memperkirakan sekitar beliau berumur 30 tahun. Selama kurun waktu hidupnya konon beliau mempunyai murid kira-kira 3000, dan yang menonjol ada 72. Jika ditilik pada jaman dahulu 2500 tahun lalu, seorang diri bisa mempunyai anak didik sekian banyak adalah sungguh luar biasa, bahkan untuk ukuran jaman sekarang sekalipun. Dari 72 murid yang menonjol dan berbakat ini, masing-masing mempunyai kelebihan dibidang yang berbeda-beda. Hal ini berpengaruh sangat luar biasa pada zaman itu. 
 Misalnya ada seorang yang bernama Chen Kang陈亢(字子禽), tokoh ini ada di-sebut tiga kali dalam Analek, dua kali mengajukan pertanyaan kepada Zi Gong, satu kali kepada putra Kong Hu Cu - Kongli孔鲤. Orang ini diduga adalah cucu murid Kong Hu Cu, karena kisah-kisah berikut ini memberi kesan demikian. Suatu kali Cheng Kang bertanya kepada Zi Gong dengan sangat hormat sekali: “Apakah memang benar bahwa Zhong Ni lebih hebat dari anda?” (子为恭也 仲尼岂于子乎《论语 子松》zi wei gong ye, zhong ni qi yi zi hu) (Dia memanggil guru kepada Zi Gong, dan Tuan kepada Zhong Ni仲尼/Kong Hu Cu). 
 Dari percakapan ini dapat disimpulkan bahwa beliau bukan murid langsung Kong Hu Cu. Pernah juga sekali dia bertanya kepada Zi Gong :” Mengapa Kong Hu Cu setiap berkunjung kenegara-negara selalu mengetahui keadaan politik negara bersangkutan yang dikunjungi?” (夫子至于是邦也 必闻其政 求子与 抑与之与 《论语 学而》fu zi ze yi shi bang ye, bi wen qi zheng, jiu zi yu, yang yu zhi yu). Dia terheran-heran, mengapa hal tersebut bisa terjadi, apakah beliau bertanya kepada orang lain, atau ada orang lain yang dengan sukarela memberitahu beliau? Zi Gong menjawab: “ Dari mana guru dapat tahu ini? Tidak lain dari kesabaran, kebaikan, keterbukaan hati, hormat, dan kesederhanaan guru kami. Semua kebajikan inilah yang membuat guru tahu semuanya itu.” (夫子 温良恭俭让 与得之《论语 学而》fu zi, wen lling gong qian rang, yu de zhi). Dengan kata lain karena kebajikan inilah, maka banyak orang dengan sukarela memberitahu dan melapor keadaan kepada Kong Hu Cu. Jadi dalam hal ini, apakah Kong Hu Cu bertanya atau diberitahu orang lain tidak menjadi penting.
Dari pembicaraan diatas, pertanyaan Chen Kang dapat memberi kesan kepada kita bahwa dia bukan murid langsung dari Kong Hu Cu. Pernah juga Chen Kang ini bertanya kepada putra tunggal Kong Hu Cu — Kongli孔鲤 (字伯鱼zi bo yubernama Boyu, Chen Kang ini lebih muda dari Kong Hu Cu 40 tahun, jadi jauh lebih muda dari Kongli. Dia memanggil Kongli juga tuan. Dia bertanya kepada Kongli : “Apakah ayah anda memberi pendidikan khusus pada Tuan?” Dia bertanya demikian karena mengira bahwa karena Kongli adalah anak tunggal, pastilah diberi pendidikan khusus padanya. Dijawab oleh Kongli : “Tidak. Pernah suatu kali orang tua saya, sendirinan berdiri dihalaman rumah. Saya menunduk-nunduk hormat kepada beliau sambil berjalan sedikit berjingkrak-jingkrak(tanda hormat) (子亦有异闻乎 尝独立 鲤俭而过庭zi yi you dao wen hu, chang du li, li qian er guo ding). 
 Tiba-tiba beliau menegur saya “ Apakah anda telah belajar puisi(学诗乎xue shi hu)?” saya menjawab:”belum未也”wei ye). Ayah berkomentar: “ Tidak belajar puisi, tidak akan bisa bertutur kata baik” (不学诗 无以言bu xue si,wu wei yan). Maka saya mundur meninggalkan halaman rumah, langsung belajar puisi. Jadi tidak ada yang istimewa.”. Pernah juga terjadi saat ayah saya berdiri dihalaman rumah, demikian juga saya lewat dengan menunduk-nunduk dan berjingkrat-jingkrak dengan langkah kecil tanda hormat pada orang tua saya, lagi-lagi ayah menegur saya ;”Apakah anda telah belajar pelajaran tata krama(学礼乎xue li hu)?” saya jawab: “Belum(未也wei ye)” . Ayah berkomentar: “ Tidak belajar tata krama, mana bisa jadi orang mandiri(不学礼 无以立bu xue li, wu yi li).”. Maka sayapun mundur dan belajar pelajaran tata krama.    
Kedua peristiwa ini terlihat tidak ada istimewanya. Tapi kedua peristiwa diatas kemudian menjadi pola pendidikan bagi orang Tionghoa, dimana pendidikan orang tua kepada anaknya disebut Ting Xun 庭训. “pendidikan dalam halaman rumah” atau dengan kata lain, mendidik anak harus dengan kejadian wajar sehari-hari dalam kehidupan dirumah. Chen Kang mendengar cerita ini sangat gembira. Dengan berujar ; “Saya menanyakan satu hal, mendapatkan tiga pelajaran. Pertama saya harus belajar puisi, kedua harus belajar tata krama, ketiga orangtua harus menjaga batas terhadap anaknya.” (Maksudnya anak tidak boleh dimanja.)
Ini kemudian menjadi tradisi bagi orang Tionghoa dalam mendidik anak-anaknya, yang tidak boleh memanjakan anak, harus dididik dengan wajar tidak dengan coba meng-istimewakannya. Sehingga timbul pribahasa “ Ayah mengendong cucu tidak anak(抱孙不抱子bao sun bu bao zi)”dimana anak tidak di-nina bobo sepanjang hari, tapi tidak demikian dengan cucu sendiri. Jika terjadi misalnya anak membawa teman main kerumah, teman anak dipersilahkan duduk ngobrol dengan ayah, tapi anak sendiri berdiri tidak duduk sejajar dengan ayahnya. Ini merupakan bentuk hormat ala Tiongkok(Kong Hu Cu) yang menjadi tradisi.
Dengan peristiwa diatas terlihat bahwa dalam mendidik, Kong Hu Cu sangat memperhatikan tata krama, coba menanamkan kepribadian ideal yang menjadi cita-cita dan gagasan-gagasannya. Tapi memang kenyataannya banyak dari murid-muridnya menjadi tokoh-tokoh terkenal dalam sejarah Tiongkok. Misalnya cucunya Zi Si子思, terus memperkembangkan ajaran Kong Hu Cu. Menzi 孟子dimana adalah cucu muridnya adalah tokoh paling terkenal dalam mengebangkan ajaran Kong Hu Cu. Sehingga perpaduan ajaran Kong Hu Cu dan Menzi sangat berpengaruh terhadap sikap dan tradisi orang Tionghoa hingga kini. Kemudian juga pada Dinasti Han ada tokoh keturunan Kong Hu Cu “Kong Han Guo孔汉国”. Pada zaman Peperangan Tiga Negara(San kok 三国) tokoh yang bernama Kong Rong 孔融, dan pada Dinasti Ching tokoh yang bernama Kong Sang Ren孔尚任, semua masih keturunan Kong Hu Cu.
Kong Hu Cu dalam mendidik telah memiliki metodologi sendiri, sehingga dijuluki “Guru Abadi Dunia” (天地君亲师万世师表。Tian di jun qing shi, wan shi shi biao). Bagaimanakah cara Kong Hu Cu dalam menerima murid ? Apakah beliau menarik uang sekolah berdasarkan kemampuan ekonomi muridnya? Ternyata sama sekali tidak, para calon murid cukup membawa 10 potong daging kering sebagai bentuk perkenalan, dan tidak ada perbedaan murid dari keluarga kaya dan miskin, atau pintar dan bodoh. Pada prinsipnya beliau menganggap melalui pendidikan murid-muridnya akan mencapai kesamaan derajat sosial, dan juga kepintarannya. Melalui pendidikan menjadikan yang tidak pintar menjadi pintar. Dalam menerima murid beliau berprinsip “Mendidik tanpa ada diskriminasi“ (有教无类 《论语 卫吴公》you jiao wu lei), maksudnya siapa saja yang datang untuk mendaftar sebagai murid akan diterima, tanpa ada perbedaan dari keluarga kaya atau miskin, yang cerdas dan yang kurang cerdas. Karena beliau percaya melalui pendidikan akan tidak ada perbedaan. Inilah yang menjadi harapan dan idee dari Kong Hu Cu, melalui pendidikan bisa dibentuk manusia yang berderajat sosial sama. Walaupun saat sebelum menjadi murid antara mereka terdapat perbedaan, tapi melalui pendidikan maka perbedaan-perbedaan tersebut tereliminir. Seorang murid yang datang kepadanya berarti mereka ini bersedia untuk mengikatkan diri untuk mengikuti dispilin pendidikannya, dan bersedia untuk diperbaiki tabiat yang kurang baik menjadi baik. (自行束修以上 吾未尝无诲焉 《论语 述而》zi xing su siu yi shang, wu wei chang wu hui yan)
Kemudian bagaimanakah pendidikan yang diberikan oleh Kong Hu Cu terhadap murid-muridnya? Tidak lain adalah masalah humaniora seperti yang telah diceritakan di Bab dimuka, yaitu Ilmu politik 政治学dan Ilmu Etika atau Prinsipal Moral 伦理学. Jadi dalam mendidik murid tujuan utamanya :
  1. Menjadikan orang ( bermoral )
  2. Menjadikan sebagai Pejabat / Abdi Negera.
Inilah batasan dari pendidikannya, tidak mendidik murid menjadi ahli dalam ekonomi, pembangunan, pertanian, kemiliteran dan lain-lain sejenisnya. Ada seorang murid Kong Hu Cu, Zi Xia memberi teka teki kepada gurunya : “Seorang gadis senyumnya berlesung pipi, matanya bolak, sangat sederhana tanpa bersolekpun terlihat sangat cantik, apakah itu? (巧笑倩兮 美目盼兮 素以为绚兮 何谓也 《论语 八佾》”hiao jiao qing xi, mei mu ban xi, su yi wei xun xi, he wei ye)
            Kong Hu Cu menjawab: “ Jika anda ingin menggambar, bentanglah kertas putih dahulu, barulah mulai meggambar, tapi harus dengan penghayatan. Kamu benar-benar pandai dan puitis, sekarang saya sudah bisa berbincang tentang puisi denganmu.” ( 绘事后素 礼后乎 启予者商也 始可与言诗已矣《论语 八佾》hui shi huo su, li huo hu, xi yi zhe shang ye, si ke yu yan shi yi yi). Jawaban dari Kong Hu Cu ini mengadung arti, melakukan sesuatu harus dengan “cinta kasih” benovulent (ren), jika kamu ingin menjadi seorang yang terpelajar, bijak dan bermoral, pertama harus memiliki rasa “ Cinta Kasih” dalam lubuk hatimu. Rasa cinta kasih dalam lubuk hati bak sehelai kertas putih. Bertitik tolak dari kepolosan ini kamu bisa mulai belajar tata krama, diatas kertas ini kamu bisa menggambar bunga dan corak lainnya. Inilah cara Kong Hu Cu mendidik para muridnya. Metode pendidikan Kong Hu Cu adalah : 1. Bertanya-jawab. Dan 2. Berdiskusi.
Dalam mendidik beliau seringkali memulai dengan pertanyaan yang sederhana, tapi terkandung arti filosofi yang yang sangat mendalam. Menurut pengamatan, hasil utama dari pendidikan gaya Kong Hu Cu adalah pada : Budi Pekerti ; Bahasa ; Politik dan Sastra . Dimana dikemukakan secara puitis, sehingga dapat dikategorikan sebagai karya sastra. Seperti yang dikemukan oleh muridnya Yuan Hui, cara pendidikan Kong Hu Cu dilakukan dengan kewajaran, dan lancar mengalir, sehingga sangat menarik bagi pendengarnya, sistimatis dan menarik. ( :夫子 循循然 善诱人 yua: fu zi, xun xun ran, san you ren) Dengan sistim berdialoque antar muridnya, kadang berdua dan kadang bergroup.
Bagaimanakah kira-kira diskusinya? Dibawa ini ada satu kisah, dimana ada 4 orang murid bersama Kong Hu Cu sedang duduk-duduk santai, 4 murid ini adalah Zi Lu子路, Zheng Zhe曾哲, Ran You冉有, Gong Xi Hua公西华. Seperti telah dimuka Zi Lu lebih muda 9 tahun dari Kong Hu Cu, murid tertua maka dia duduk didepan, Zheng Zhe lebih muda kira-kira 20 tahun dari Kong Hu Cu, duduk kedua didepan, Ran You lebih muda 29 tahun dari Kong Hu Cu duduk dibaris ketiga, Gong Xi Hua bernama Chi dia termuda duduk paling belakang, lebih muda dari Kong Hu Cu 42 tahun.  
 Kong Hu Cu membuka pembicaraan, dengan menyatakan walaupun saya lebih tua dari kalian, tapi harap kalian bisa santai-santai saja, hari ini kita akan berbincang-bincang. Saya tahu biasanya kalian sering uringan-uringan, “ngedumel” tidak ada yang mau mengerti saya….sekarang saya ada pertanyaan, jika umpamanya ada orang bisa mengerti kalian, dan bersedia menerima kalian untuk bekerja, apa yang akan kalian lakukan? (如或知尔 则何以哉 《论语 先进》ru hou zhi er, ze he yi zai). Zi Lu yang duduk terdepan, langsung berdiri dan berkata tanpa berpikir : “Jika saya ada dinegara yang mempunyai 1 Divisi tentara ( negara kecil), terjepit diantara negara besar. Negara tersebut harus menghadapi peperangan diluar, dan dalam negeri terjadi paceklik. Saya ditugaskan untuk mengatasi masalah tersebut, saya akan atasi masalah ini. Dalam tiga tahun saya akan rubah situasi ini menjadi lebih membaik, saya jamin rakyat negara ini akan menjadi pemberani, patuh aturan. Maka Kong Hu Cu tersenyum… (可使有勇 且之方也 夫子哂之 《论语 先进》ke shi you yong, qie shi fang ye, fu zi shen zhi).
 Pada zaman “Perang Musim Semi& Gugur”/2500tahun yang lalu itu, 1 divisi tentara terdiri dari 1000 kereta perang, saat itu sistim berperangnya antara kereta tentara, belum ada tentara infantri dan tentara kavaleri. Raja memiliki 6 Divisi, Negara Besar memiliki 3 Divisi, Negara Sedang memiliki 2 Divisi, Negara Kecil memilki 1 Divisi. Jadi besar kecilnya negara ditentukan oleh kereta perang yang dimiliki negara tersebut. 1000 辆战车 = 一军 ; 天子 6 ; 大国 3 ; 中国 2 ; 小国 1
            Sikap tersenyum dari Kong Hu Cu ini oleh Zheng Zhe pernah ditanyakan, bagaimana pendapat guru tentang pernyataan mereka ini. Kong Hu Cu menjawab setiap orang mempunyai gagasan-gagasannya sendiri. Tapi mengapa guru tersenyum terhadap pernyataan Zi Lu? Kong Hu Cu mengatakan : “ Mengatasi masalah kenegaraan harus dengan tata krama, dengan tata krama berarti rendah hati. Lihatlah Zi Lu sama sekali tidak rendah hati, maka saya tersenyum menterawai dia.” Kong Hu Cu tidak memberi komentar. 
             Kemudian beliau bertanya kepada Ran You : “ Bagaimana dengan kamu?” . Ran You dengan rendah hati menjawab : “ Bagi saya… berilah saya satu wilayah 50 atau 60 li untuk mengurus wilayah ini, dalam tiga tahun saya akan mengatasi masalah sandang pangan, tapi untuk meningkatkan kecedasan rakyatnya akan saya undang cendikiawan unggul untuk menanganinya.” Kong Hu Cu tidak berkomentar. Lalu bertanya kepada Zheng Zhe : “ Bagaimana dengan kamu?”. Zheng Zhe berkomentar lebih rendah hati : “ Saya tidak berani menyatakan saya harus berbuat apa, saya hanya berani berpikir apa yang harus saya pelajari, apa yang saya ingin pelajari? Yaitu saat ada persembahan/sembayangan atau saat ada pertemuan, saya mengenakan topi upacara, berpakaian upacara, dan menjadi pemimpin ucapara ini.” Kong Hu Cu juga tidak berkomentar. 
             Lalu bertanya kepada murid termuda yang ada duduk dibelakang, Gong Xi Hua. Saat itu Gong Xi Hua sedang bermain kecapi, memang sudah menjadi kebiasaan pada kelas Kong Hu Cu, saat-saat jam pelajaran disertai dengan iringan musik, setiap murid akan mendapat giliran untuk mengiringi musik kecapi, demikain juga Zi Lu sipendekar juga kadang kena giliran, dapat dibayangkan bagaimana dia ini yang kasar saat bermusik…. sehingga pernah ditegur sang guru : “ hai.. kamu sedang memainkan musik apa …..” sambil ditertawai murid-murid yang lain. Gong Xi Hua mengakhiri musiknya dengan halus dan merdu…. ditaruhlah kecapinya dengan rapih, lalu berdiri dan menjawab : “Pemikiran saya, mungkin akan sangat berbeda dengan murid-murid yang lain…”. Kong Hu Cu berkomentar : “ Tidak apalah… bebaslah berbicara….”. Gong Xi Hua meneruskannya : “ Yang sangat saya idamkan dan inginkan adalah selama musim semi 3 bulan, berpakaian musim semi, bersama 5 atau 6 kawan-kawan muda saya, 7 atau 8 anak kecil keluar berpinik ketempat pemandangan yang indah di alam bebas, berpesiar, berhela-hela dirumput yang hijau, kemudian bermandi di sungai-sungai yang bersih, tiduran di pendopo atau tempat persembahan, menikmati sepoi-sepoi angin…. lalu sambil bernyanyi sepanjang jalan kembali pulang…..” ( inilah pikiran si seniman…..).  

Mendengar ini Kong Hu Cu sambil menarik nafas panjang pertanda puas dan berkomentar : “Kamu benar, pendapatmu bagus….pikiran kamu dengan saya sama. Saya mengharapkan kehidupan yang demikian juga, saya akan pergi bersamamu ” ( 喟然叹曰 长叹一声说 :吾与点也 wei ran han yue, chang ha yi shen shuo: wu yu dian ye ).

Tidak ada komentar:
Write komentar