|
Welcome To My Website Kebajikan (De 德)......KEBAJIKAN ( De 德 ) Mengucapkan Xin Nian Kuai Le (新年快乐) 2571 / 2020...Xīnnián kuàilè, zhù nǐ jiànkāng chángshòu, zhù nǐ hǎo yùn..Mohon Maaf Blog ini masih dalam perbaikan....Dalam era kebebasan informasi sekarang, hendaknya kita dapat lebih bijak memilah, mencerna dan memilih informasi yang akurat. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan Etika dan Moral dalam kehidupan serta meningkatkan Cinta kasih tanpa pamrih pada sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia dan menyajikan keberagaman pandangan kehidupan demi meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan. Tanpa dukungan Anda kami bukan siapa-siapa, Terima Kasih atas kunjungan Anda

Jumat, 27 Mei 2011

Kebenaran Dan Kesadaran Sejati

 

Kejahatan bukanlah suatu sifat daripada jiwa. Tidak semua manusia yang lahir sudah jahat atau selama hidupnya setiap saat ia jahat. Kejahatan adalah kebodohan atau penyelewengan daripada kesadaran hati nurani oleh keadaan yang terdorong oleh nafsu-nafsu keduniawian.

Anggapan bahwa orang yang sekarang dianggap jahat akan menjadi jahat selamanya, dan anggapan bahwa orang yang sekarang dianggap baik akan menjadi baik selamanya, adalah anggapan yang sempit.
Apa yang disebut jahat maupun baik hanyalah akibat daripada kesadaran si orang itu pada saat itu, apabila dia lupa dan lemah, bodoh menghambakan diri pada hawa nafsu, maka dia melakukan perbuatan yang dianggap jahat.
Sebaliknya apabila pada saat itu ia sadar dan kuat menghadapi godaan nafsu, ia akan ingat dan menjauhi perbuatan yang dianggap jahat. Jadi hanyalah akibat sementara saja daripada kesadaran. Tidak akan selamanya begitu. Yang sadar mungkin lain waktu akan lupa, sebaliknya yang sekarang lupa tentu saja mungkin sekali lain waktu akan sadar.

Pada hakekatnya apakah itu yang disebut baik dan jahat? Dari manakah timbulnya sebutan ini? Banyak sekali yang menyalahtafsirkan istilah baik dan jahat ini, bahkan banyak yang menyeleweng daripada kebenaran dan keadilan dalam menentukan tentang orang baik dan orang jahat. Yang dimaksud penyelewengan dalam penilaian seseorang terhadap orang lain yang dianggap baik dan jahat, adalah karena sebagian besar manusia menilai orang lain berdasarkan nafsu kokati (egoisme).

Nafsu kokati adalah nafsu mementingkan diri pribadi, demi kesenangan sendiri, demi keuntungan sendiri, demi kepentingan sendiri tanpa menghiraukan orang lain. Orang menilai orang lain sebagai orang baik kalau orang lain itu mendatangkan keuntungan atau kesenangan kepadanya. Dan orang menilai orang lain sebagai orang jahat kalau orang lain itu mendatangkan kerugian atau kesusahan kepadanya. Apakah hal ini wajar? Wajar bagi penilaian yang berdasarkan kokati. Memang ini menjadi kesalahan atau penyelewengan yang tak terasa lagi oleh manusia yang dalam setiap geraknya dikendalikan oleh nafsu kokati. Akan tetapi sebetulnya tidak wajar bagi orang yang mengabdi kepada kebenaran dan keadilan!

Banyak terjadi di dunia ini perebutan kebenaran. Kebenaran yang diperebutkan itu adalah kebenaran palsu, kebenaran diri sendiri yang bukan lain hanyalah penyamaran daripada nafsu kokati juga. Kebenaran sejati tidak diperebutkan orang, karena sesungguhnyalah bahwa siapa yang merasa diri tidak benar, dialah yang paling dekat kepada kebenaran sejati! Perasaan bahwa diri sendiri tidak benar ini menghilangkan atau setidaknya mengurangi nafsu yang amat buruk, yaitu nafsu membenci orang lain. Tentu saja orang lain dibenci karena dianggap jahat. Kalau kita merasa bahwa diri kita sendiri pun tidak benar, maka tidak mudah menilai orang lain jahat dan karenanya pun berkuranglah rasa benci. Hapuskan rasa benci dari dalam lubuk hati, dan kita akan mudah menerima cahaya kasih, yaitu kasih sayang kepada sesama manusia, dan ini merupakan jembatan yang akan membawa kita kepada kebenaran sejati.

Tidak ada komentar:
Write komentar