|
Welcome To My Website Kebajikan (De 德)......KEBAJIKAN ( De 德 ) Mengucapkan Xin Nian Kuai Le (新年快乐) 2571 / 2020...Xīnnián kuàilè, zhù nǐ jiànkāng chángshòu, zhù nǐ hǎo yùn..Mohon Maaf Blog ini masih dalam perbaikan....Dalam era kebebasan informasi sekarang, hendaknya kita dapat lebih bijak memilah, mencerna dan memilih informasi yang akurat. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan Etika dan Moral dalam kehidupan serta meningkatkan Cinta kasih tanpa pamrih pada sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia dan menyajikan keberagaman pandangan kehidupan demi meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan. Tanpa dukungan Anda kami bukan siapa-siapa, Terima Kasih atas kunjungan Anda

Senin, 23 Januari 2012

Sembahyang Cai Sen

 

Dewa Rejeki atau disebut Caishen dalam bahasa Mandarin adalah seorang dewa yang umumnya disembah oleh masyarakat Tionghoa. Bertepatan dengan Tahun Baru Imlek Tiongkok, setiap keluarga memasang gambar Dewa Rejeki dan mendoakan perlindungan dari Dewa Rejeki pada tahun mendatang. 


Tahun Baru Imlek adalah hari raya yang paling ramai di Tiongkok. Pada hari Chuxi atau malam menjelang Tahun Baru Imlek, anggota sekeluarga biasanya berkumpul dan makan pangsit. Setelah makan pangsit, orang tidak boleh tidur dan harus menunggu dan menyambut kedatangan Dewa Rejeki. 
Dewa Rejeki sebenarnya adalah gambar yang dicetak kasar di kertas merah, bagian tengahnya adalah gambar Dewa Rejeki yang dilukiskan dengan garis emas, di sebelah kiri dan kanannya tertulis kumplet dengan kata-kata mujur. Untuk " mengantar Dewa Rejeki ", biasanya orang-orang miskin atau tukang kaki lima akan memborong gambar Dewa Rejeki, kemudian dijual dari keluarga ke keluarga lainnya, sambil berteriak : "mengantar Dewa Rejeki loh..". 

Tuan rumah mutlak tidak boleh menolak, tapi dengan sopan mengatakan bahwa "merepotkan..silakan masuk ". Anda boleh membeli selembar gambar Dewa Rejeki dengan harga beberapa koin perunggu saja, bagi keluarga miskin, Anda boleh juga menukar selembar Dewa Rejeki dengan satu bakpao yang berisi kacang saja. Pada malam hari menjelang Tahun Baru Imlek, kadang-kadang sesuatu keluarga bisa menerima puluhan Dewa Rejeki, yang berarti "Dewa Rejeki masuk, kemakmuran datang ". 

Setelah menerima Dewa Rejeki, Anda harus mempersembahkannya. Pada Tahun Baru Imlek, cara sembahyangnya berbeda pula di daerah yang berbeda. Di daerah bagian utara Tiongkok, orang harus memajang gambar Dewa Rejeki, membakar dupa serta menyediakan sesajen, dan gambar Dewa Rejeki akan dibakar pada tanggal 2 bulan 2 kalender Imlek, upacaranya cukup meriah dan ramai. 

Namun di daerah bagian selatan Tiongkok, barang sesajen kepada Dewa Rejeki cukup banyak, biasanya terbagi di tiga meja. Meja pertama disediakan buah-buahan, khususnya jeruk, meja kedua disajikan dengan kue-kue dan meja ketiga yaitu meja utama disajikan kepala babi, ayam, bebek dan iklan yang lengkap. Pada upacara sembahyang, tuan rumah membakar dupa dan bertulut di depan Dewa Rejeki. 

Asal usulnya Dewa Rejeki kini sudah sulit ditelusuri, Dewa yang disembahyangkan sebagai Dewa Rejeki juga berbeda-beda. Dewa Rejeki, biasanya dianggap sebagai "Dewa Rejeki Utama", yakin Zhao Gongming, "Dewa Rejeki Sipil", Bi Gan dan "Dewa Rejeki Perwira" Guang Gong.

Zhao Gongming, Dewa Rejeki yang paling banyak disembahyangkan karena dianggap paling berpengaruh dan cukup hebat, dia bisa mengubah dirinya dalam berbagai bentuk dan mampu mengontrol hujan dan angin, menghapuskan epidemi dan menyelamatkan manusia dari bencana. Maka disebut juga sebagai "Marsekal Paling Berprestasi". 

Tidak ada komentar:
Write komentar