Dahulu ada seorang yang bernama Qi Tianzong, karena memiliki sedikit bakat dia menjadi arogan, sombong dan tidak percaya kepada Tuhan. Qi Tianzong pernah tinggal di kuil belajar membaca, pada suatu hari turun hujan deras sehingga kayu bakar di kuil basah. Lalu dia menyuruh ‘kacungnya’ mengambil patung dewa yang terbuat dari kayu untuk dipergunakan sebagai kayu bakar untuk memasak nasi.
Pada malam itu dia bermimpi, seorang dewa yang berjanggut dan memegang cambuk dengan marah berkata kepadanya, “Karena pada kehidupan yang lalu, engkau seorang yang rajin belajar puisi dan sastra sehingga pada kehidupan ini engkau pintar dan berpendidikan. Jika engkau mengikut ujian pasti akan lulus, serta memiliki kehidupan material yang berlimpah dan umur yang panjang. Namun karena sekarang engkau sangat arogan dan sombong, menghujat para dewa, sekarang dosamu sangat besar, materi dan umurmu akan diperpendek setengah, jika kelak masih tidak berubah, maka saya yang akan datang menghukummu dengan hukuman cambuk,” kata Dewa itu.
Setelah bangun Qi Tianzong, tidak merasa bersalah bahkan dengan bangga berpamer kepada orang lain, “Para Dewa dan hantu saja takut kepada saya!” orang-orang di sekitarnya menertawakannya.
Ibu dari Qi Tianzong adalah seorang yang sangat taat beragama dan di rumahnya ibunya menyembah para dewa. Pada suatu hari ketika ibunya sedang tidur, Qi Tianzong mencuri patung dewa ibunya dan membakarnya, ibunya setelah mengetahui perbuatannya menangis dan sedih.
“Jika engkau masih tidak berubah, saya sudah tidak menaruh harapan padamu lagi, yang saya harap sekarang adalah engkau mempunyai keturunan yang dapat meneruskan generasi keluarga,” kata ibunya dengan sedih.
Ketika Qi Tianzong berumur 40 tahun, dia masih belum berubah, bahkan sekarang lebih parah lagi, dia malas bekerja, kerjanya hanya mabuk serta berfoya–foya dengan wanita. Pada suatu hari dia bermimpi, dia dibawa ke neraka, setelah berada di aula neraka, raja neraka membuka buku membacakan buku dosanya.
“Seharusnya engkau sewaktu berumur 29 tahun sudah lulus ujian dan menjabat sebagai pejabat, pada umur 30 menjadi pejabat tinggi, dan berumur panjang sampai 78 tahun. Tetapi karena masa mudamu terlalu sombong, selalu menghujat dan menghina para Dewa maka usiamu akan dikurangi. Hidupmu hanya mencapai usia 54 tahun dan tidak bisa menjadi pejabat lagi. Karena ketika engkau berumur 40 tahun sifatmu semakin jahat dan berbuat semena-mena, maka semua keberuntungan, nasib dan umurmu menjadi musnah, engkau akan masuk neraka dan menerima hukuman yang sepantasnya.”
Ketika Qi Tianzong terbangun dari mimpinya, dia menceritakan hal itu kepada keluarganya dan dengan sedih dia berteriak, “Menyesal sudah terlambat!” lalu dia pun muntah darah dan meninggal seketika.
Tidak ada komentar:
Write komentar