Selamat Atas Terpilihnya Ir.H.Joko Widodo dan H.M.Jusuf Kalla Sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI Periode 2014 - 2019 yang Ditetapkan oleh KPU...Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Di Bulan Suci Ramadhan 1435 H......Terima Kasih atas kunjungan Anda Di Web Site Kebajikan ( De 德 )
|
Home » » Berprilaku dan Berkata Jujur Dalam Hidup

Berprilaku dan Berkata Jujur Dalam Hidup

Written By Kebajikan ( De 德 ) on Rabu, 17 Oktober 2012 | 17.32

Di zaman sekarang ini, karena berbagai kesibukan, tekanan pekerjaan, persaingan bisnis dan tekanan kehidupan, manusia selalu membandingkan dirinya dengan sesama.

Apalagi sebagai orang timur, sifat kita yang lebih tertutup membuat kita ketika sedang gembira atau sedih tidak bisa kita utarakan dengan bebas. Oleh sebab itu banyak masalah dalam hidup yang sering kita pendam di dalam hati.
Memang sangat sulit untuk kita berbicara dengan jujur dan terbuka pada orang lain, apalagi untuk curhat kecuali orangnya sudah benar-benar kita kenal.

Berkata jujur memang terkadang dapat menimbulkan masalah. Ada juga yang takut berkata jujur, karena hnaya akan menyakiti hati orang lain. Sulit memang untuk selalu berkata jujur dan bicara apa adanya kepada orang lain. Namun, mungkin itu jalan yang terbaik untuk diri sendiri dan orang lain agar diri kita dan orang lain dapat berpikir dalam berbuat dan bertindak.

Akan tetapi jangan juga terlalu apa adanya karena takut ada orang lain yang tersinggung dengan ucapan kita, kita harus pandai menyikapi dalam berkata jujur. Sehingga orang hanya bisa berbicara kata-kata yang enak didengar saja. Tapi yakinlah berkata jujur itu dapat membuahkan hasil yang menajubkan di kemudian hari.

Karena suatu saat semua itu akan terbukti mana yang berkata jujur dan berkata bohong. Jadi mulai sekarang berkata jujurlah karena itu semua kunci dari kesuksesan. Berlaku jujur dalam kehidupan adalah tuntunan kebutuhan, yang selalu di junjung di masyarakat apapun, karena itu tidak ada kehidupan yang bahagia, aman, tentram, dan selamat, tanpa kejujuran.

Oleh sebab itu perkataan orang zaman sekarang banyak batasannya, tidak bisa terbuka dan bersifat jujur, sehingga membuat pertalian antara manusia dengan manusia semakin lama semakin jauh, rasa curiga dan kesalahpahaman juga semakin lama semakin besar.

Pada masa sekarang masih adakah yang mau berkata jujur? tidak perlu di jawab kalau akhirnya akan membawa kita kepada beban hidup yang sangat berat. Memang, berat! mengapa? karena kejujuran berarti meredam kebohongan dan dengan meredam kebohongan anda telah mencegah kemunafikan.
Jika kita semua dapat dengan jujur mengutarakan isi hati masing-masing, mungkin banyak kesalahpahaman yang dapat dihindari dan membuat hidup ini lebih berarti.

Sebenarnya berkata jujur itu tidak susah. Jika kita memperhatikan seorang anak kecil, maka akan kita lihat bahwa anak kecil itu sangat polos, perkataan mereka sangat terbuka yang terkadang bisa mengatakan perkataan yang bisa mendebarkan hati dan bisa menyebabkan orang dewasa menjadi malu dan sadar. Anak kecil tidak bermaksud jahat, mereka hanya mengatakan yang sejujurnya.

Berkata jujur itu sebenarnya adalah merupakan sifat dasar alami manusia. Tetapi karena di dalam kehidupan yang kita jalani ini semakin banyak tekanan, sehingga kita semakin dicemari oleh kebiasaan dan pergaulan dalam kehidupan masyarakat yang membuat kita kehilangan sifat dasar yang yang murni dan jujur.

Beberapa tahun yang lalu, saya berkenalan dengan seorang kakek tua. Pada saat itu dia sudah berumur 80 tahun lebih. Pengalamannya sudah sangat banyak. Oleh sebab itu ketika berdekatan dan mengobrol dengannya, dia kurang lebih tahu sifat dan isi hati orang yang berbicara dengannya.

Saya teringat pada suatu hari ketika saya bertamu ke rumah kakek tua ini dan mengobrol dengannya dia berkata kepada saya, ”Walaupun di dalam hatimu ada kesusahan, engkau akan selalu memendamnya di dalam hatimu dan tidak akan pernah anda utarakan kepada orang lain,” katanya.

Pada saat kakek itu berkata demikian, kebetulan di depan rumahnya ada orang yang sedang memasang petasan, kakek itu berkata lagi, ”Yach! Seperti petasan ini yang setelah meledak, maka tidak akan ada masalah lagi!”

Perkataannya ini benar-benar mengena dihati saya. Dulu saya memang seorang yang sangat pemalu, tidak berani mengutarakan isi hati, sehingga lama kelamaan menjadi seperti sampah yang menumpuk dan makin hari makin banyak, sangat sedih dan mempunyai rasa curiga yang besar pada orang lain sehingga membuat dada ini terasa sesak, suasana hari selalu kelabu.

Semoga dengan kejujuran yang tertanam pada diri manusia, apapun permasalahan hidup yang kita hadapi akan terasa ringan. Baik kehidupan rumah tangga dan dalam bermasyarakat.


Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, maka anda dipersilahkan untuk mencetak dan mengedarkan semua artikel yang dipublikasikan pada Blog Kebajikan ( De 德 ) ini. Mengutip atau mengcopy artikel di Blog ini harus mencantumkan Kebajikan ( De 德 ) sebagai sumber artikel.
Share this article :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2014. Kebajikan (De 德) - All Rights Reserved
Template Created by Kebajikan (De 德) Published by Kebajikan ( De 德 )
Proudly powered by Blogger