|
Welcome To My Website Kebajikan (De 德)......KEBAJIKAN ( De 德 ) Mengucapkan Xin Nian Kuai Le (新年快乐) 2571 / 2020...Xīnnián kuàilè, zhù nǐ jiànkāng chángshòu, zhù nǐ hǎo yùn..Mohon Maaf Blog ini masih dalam perbaikan....Dalam era kebebasan informasi sekarang, hendaknya kita dapat lebih bijak memilah, mencerna dan memilih informasi yang akurat. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan Etika dan Moral dalam kehidupan serta meningkatkan Cinta kasih tanpa pamrih pada sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia dan menyajikan keberagaman pandangan kehidupan demi meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan. Tanpa dukungan Anda kami bukan siapa-siapa, Terima Kasih atas kunjungan Anda

Kamis, 05 Maret 2015

10 Kebiasaan Bangsa Jepang yang Layak Diketahui

 


KEBAJIKAN (De 德) “Ketahui sebelum mendatangi,” sebuah saran yang sering terdengar diberikan kepada mereka sebelum melakukan perkalanan ke suatu negara. Akan lebih baik untuk memahami adat istiadat setempat agar tidak menyinggung perasaan dan berpotensi menyebabkan kesalahpahaman yang tidak perlu.

Berikut ini adalah 10 kebiasaan bangsa Jepang yang disajikan situs Business Insider untuk membantu kita mengenalinya.

1. Memberikan uang tip dianggap tidak sopan bahkan penghinaan kepada yang bersangkutan

 
Bila Anda memberikan uang tip kepada orang Jepang, mungkin saja menimbulkan kesalahpahaman sehingga banyak orang akan mengejar dan memaksa Anda menerima kembali uang tip tersebut. Oleh karena itu, gantikan uang tip dengan hadiah kecil lainnya bila Anda bermaksud untuk berterima kasih atas bantuan orang Jepang.

2. Menuang minuman arak ke dalam gelas sendiri dianggap tidak sopan

 
Di negara-negara lain, menuangkan minuman arak ke dalam gelas sendiri setelah Anda menuangkan ke gelas para tamu adalah suatu tingkah laku yang normal. Tetapi di Jepang lain. Jangan sekali kali Anda menuangkan minuman arak ke dalam gelas sendiri. Biasanya setelah Anda menuangkan minuman arak ke dalam gelas orang lain, orang lain akan menuangkan minuman ke dalam gelas Anda. Tetapi jangan diminum sebelum ada orang yang menyerukan “cheers”.

3. Mengesang ingus di muka umum adalah tindakan tidak sopan dan menjijikkan

Orang Jepang akan menghisap terlebih dahulu ingus yang ada dalam hidungnya sampai menemukan tempat yang sepi atau tersembunyi untuk mengesangkannya. Mengesang adalah membuang ingus dengan memencet hidung.

4. Makan sambil berjalan tidak pantas

Meskipun negara-negara Barat dapat menerima kebiasaan orang yang makan sambil berjalan, tetapi orang Jepang menganggap itu adalah tingkah laku orang-orang lamban dan loyo. Kebanyakan orang juga berpendapat bahwa makan dan minum di tempat-tempat umum atau di dalam kereta api menunjukkan sikap yang kurang sopan. Tetapi ada pengecualian bila makan es krim walau sambil berjalan di jalanan.

5. Mengeluarkan suara ketika makan mie tidak dianggap kurang sopan

 
Mengeluarkan suara ketika seseorang makan mie, minum kuahnya dianggap kurang sesuai dengan etika Barat, tetapi tidak demikian dengan orang-orang Jepang. Mereka lebih menganggap bahwa suara itu adalah suara kenikmatan yang ditunjukkan oleh orang yang sedang makan mie. Bahkan bila suara yang keluar kurang besar, orang akan mengira Anda kurang senang dengan masakan mie itu. Tetapi orang Jepang akan menganggap orang yang mengeluarkan suara cegukan di depan meja makan adalah tindakan yang kurang sopan. Ini yang berbeda dengan negara Asia lainnya.

6. Ada petugas stasiun KA yang khusus mendorong penumpang masuk ke dalam gerbong KA

 
Pada saat jam sibuk pergi-pulang kantor, akan terlihat beberapa petugas stasiun KA yang berpakaian seragam, memakai bertopi dan bersarung tangan untuk mendorong masuk penumpang ke dalam gerbong yang sudah penuh sesak oleh penumpang lainnya. Mereka itu yang disebut Oshiya akan memastikan pintu KA tertutup dengan benar dan menjamin tidak ada penumpang yang terjepit pintu.

7. Menukar alas kaki sebelum masuk ke dalam kamar kecil
Memasuki rumah, restoran tradisional orang Jepang maupun kuil-kuil biasanya diminta untuk menggantikan alas kaki pengunjung. Kadang kala juga demikian ketika Anda mengunjungi gedung-gedung museum, pusat kebudayaan bangsa Jepang. Sedangkan di rumah juga memiliki alas kaki untuk toilet. Ketika Anda akan menggunakan kamar kecil sebaiknya menukarkan alas kaki yang sudah disediakan di depan pintu.

8. Membawa oleh-oleh ketika Anda ingin berkunjung ke rumah orang Jepang

 
Di Jepang, mendapat undangan untuk mengunjungi rumah seseorang adalah hal yang sangat terhormat dan Anda seyogyanya membawa serta oleh-oleh untuk diberikan kepada mereka. Dan oleh-oleh atau hadiah itu harus rapi terkemas. Sebaliknya, bila seseorang memberikan hadiah kepada Anda, sebaiknya tidak Anda tolak. Namun Anda patut sedikit berbasa basi dengan mengucapkan rasa terima kasih sebagai sopan santun.

9. Bisa mentolerir orang lain menyandarkan kepala di bahunya karena tertidur

Akibat jam kerja yang panjang dan melelahkan sehingga mungkin saja sesama penumpang KA di samping tertidur dan menyandarkan kepala di bahu mereka. Umumnya mereka bisa mentolerir.

10. Menghindari penggunaan angka 4

Orang-orang di negara Barat biasanya akan menghindari penggunaan angka 13 karena dianggap angka sial atau tidak beruntung. Tetapi orang Jepang, begitu juga orang-orang Tiongkok akan menghindari penggunaan angka 4 yang dilafalkan shi, sama dengan huruf yang berarti kematian. Salam kebajikan

Tidak ada komentar:
Write komentar