|
Welcome To My Website Kebajikan (De 德)......KEBAJIKAN ( De 德 ) Mengucapkan Xin Nian Kuai Le (新年快乐) 2571 / 2020...Xīnnián kuàilè, zhù nǐ jiànkāng chángshòu, zhù nǐ hǎo yùn..Mohon Maaf Blog ini masih dalam perbaikan....Dalam era kebebasan informasi sekarang, hendaknya kita dapat lebih bijak memilah, mencerna dan memilih informasi yang akurat. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan Etika dan Moral dalam kehidupan serta meningkatkan Cinta kasih tanpa pamrih pada sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia dan menyajikan keberagaman pandangan kehidupan demi meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan. Tanpa dukungan Anda kami bukan siapa-siapa, Terima Kasih atas kunjungan Anda

Senin, 30 Januari 2012

Kitab Berkeliling Ke Alam Neraka, Perjalanan Ke 7 Mengunjungi Pu Jing Suo

 

Perjalanan Ke 7 Mengunjungi Pu Jing Suo ( Penjara Neraka Kursus Membaca Kitab Suci ). Tanggal 2 Oktober 1976 ( "Lun Pe Gwee - Ce Kau" ).

Chi Kung Huo Fo : Marilah kita bersiap-siap untuk berangkat ke alam baka.Yang Sheng, kamu harus duduk dengan mantap di atas bunga teratai, tidak boleh merasa bimbang.


Yang Sheng : Baik, guru. Keadaan di alam baka sungguh menyedihkan. Saya benar-benar tidak tega melihatnya.
Chi Kung Huo Fo : Para roh dosa sudah sepantasnya menerima hukuman, kamu tidak usah merasa kasihan. Mari berangkat ! Kita sudah tiba, Yang Sheng, cepat turun.


Yang Sheng : Rumah ini mengapa begitu gelap ? Dan hanya terdengar suara rintihan dari dalam.

Chi Kung Huo Fo : Ini adalah penjara neraka "Kursus Membaca Kitab Suci". Mari kita masuk ke dalam untuk melihatnya.


Yang Sheng : Baik, guru. Oh, di atas pintu tertulis 3 kata " Pu Jing Suo ". Di depan kita telah datang dua orang Jenderal, mereka sedang berjalan menuju ke arah kita.


Chi Kung Huo Fo : Mereka adalah Jenderal Penjaga Pintu.


Jenderal : Selamat datang Buddha Chi Kung dan Yang Sheng.


Chi Kung Huo Fo Terima kasih, hari ini saya mengajak Yang Sheng yang mendapat Titah dari Penguasa Langit untuk meninjau " Pu Jing Suo ", saya harap Jenderal dapat mengantar kami untuk masuk ke dalam.


Pu Jing suo
Jenderal :  Baiklah, ikuti saya. Kalian boleh masuk ke dalam lewat pintu samping, karena pintu depan tidak dibuka kecuali hari besar. Kalau hari besar, para Bodhisatva dan Buddha dari surga Sukhavati beserta para Dewa dari alam Surga akan datang kemari untuk berceramah kepada para Pendeta, Imam, Hu Sung, Bhiksu dan lain-lain.



Yang Sheng : Apabila kita bisa masuk ke dalam sudahlah beruntung, lewat pintu manapun tidak menjadi masalah. Di dalam ruangan Pu Jing Suo kelihatannya sangat gelap, tidak ada lampu. Saya lihat disini tidak ada apa-apa, saya rasa kita tidak usah masuk ke dalam lagi.

Jenderal :  Tidak apa-apa, saya akan membawa kamu masuk ke dalam, tidak usah takut.

Yang Sheng : Baiklah. Ruangan ini terbuat dari kayu, kelihatannya seperti sudah lama tidak diperbaiki dan keadaanya agak rusak. Disekeliling ruangan terdapat banyak lubang-lubang kecil, di dalam ruangan itu terdapat ribuan orang yang berpakaian pendeta, imam dan bhiksu, termasuk Hu Sung yaitu orang yang mata pencahariannya membantu membacakan sutra atau doa untuk orang yang meninggal dunia. Dengan cahaya lampu minyak yang kecil, mereka membuka kitab suci dan berusaha untuk membacanya. Keadaan mereka sangatlah sengsara.

Membaca Kitab Suci
Chi Kung Huo Fo Mereka adalah para pendeta, Hu Sung dan bhiksu. Sewaktu masih hidup di dunia,mata pencaharian mereka adalah membaca sutra atau doa untuk orang yang tertimpa kesusahan atau kematian, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh membacakan sutra atau doa tersebut, mereka hanya sekedar mencari uang, ada yang sewaktu membaca Sutra kata-katanya dikurangi atau salah membacanya, maka setelah meninggal dunia, mereka harus dikirim ke Pu Jing Suo untuk ikut kursus membaca sutra atau doa lagi dan sekaligus belajar membaca bahasa dari doa-doa atau sutra-sutra dengan hanya menggunakan sinar lampu minyak yang kecil, sekecil sinar kunang-kunang untuk membaca kitab-kitab suci. Jika ketinggalan membaca satu huruf saja, maka mereka akan dihukum untuk ulang membacanya sampai ratusan kali. Setelah lulus membaca semua kitab-kitab suci dan sutra-sutra ajaran Sang Buddha, mereka akan diserahkan kembali ke pengadilan yang lain untuk disidang dan dihukum lagi.

Yang Sheng : Kalau begitu, kitab-kitab suci atau sutra suci di Vihara kami siapa yang berani membacanya ? Apabila seseorang dengan sungguh-sungguh membaca sutra suci itu, namun bahasanya atau pengucapannya tidak tepat, apakah akan dihukum di penjara neraka ini juga ?.

Kursus membaca Sutra
Jenderal : Bukan begitu, yang dihukum di penjara neraka ini adalah orang-orang yang sewaktu masih hidup di dunia mata pencahariannya menerima uang orang dan berjanji membantu membacakan Sutra ( Keng ) atau doa untuk orang yang tertimpa kesusahan atau untuk orang yang meninggal dunia. Mereka diminta untuk membacakan sutra atau doa dengan maksud untuk menghilangkan musibah atau sebagai pelimpahan jasa kebajikan kepada si almarhum, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh melaksanakan tugas membacakan Sutra atau doa itu secara lengkap, mereka membacanya dengan pengucapan yang salah dan lompat-lompat, maka itu mereka di hukum di penjara neraka ini. Apabila para umat manusia membaca kitab suci atau Sutra dengan tujuan untuk memahami Dharma ajaran Sang Buddha dan bukan untuk mencari uang, walaupun ada kesalahan dalam membacanya masih dapat dimaafkan oleh Yang maha Kuasa.

Yang Sheng : Sinar lampu yang sekecil kunang-kunang itu seakan-akan akan padam bila ditiup oleh angin alam baka, sedangkan para pendeta, bhiksu dan Hu Sung itu kelihatannya sudah tua, mata mereka pun sudah kabur seperti tidak dapat melihat lagi, tetapi mereka masih dipaksa untuk melihat dan membaca satu persatu huruf-huruf dari Sutra atau doa yang tulisannya kecil-kecil, sungguh kasihan keadaan mereka. Kelihatannya mereka sangat letih dan sengsara.

Jenderal : Ini namanya satu uang satu barang, artinya apabila sudah menerima uang orang namun melakukan pekerjaan secara sembarangan maka harus dihukum sedemikian rupa.

Membaca Sutra
Chi Kung Huo Fo : Ini adalah nasehat untuk para pendeta, imam, bhiksu dan Hu Sung di dunia. Sebenarnya membaca doa atau Sutra dapat menambah jasa dan pahala, yang mana sangat baik untuk orang lain dan untuk diri sendiri, karena Sutra itu berisi ajaran Dharma yang dikhotbahkan oleh para Buddha, namun apabila dijadikan sebagai mata pencaharian, maka haruslah hati-hati dan haruslah membacanya dengan sungguh-sungguh, tidak boleh sembarangan sewaktu membacanya dan tidak boleh mengurangi kata-kata dari doa atau Sutra. Kalau tidak dibaca dengan baik, maka tidak dapat berbuat jasa untuk orang lain dan diri sendiri pun akan mendapat hukuman yaitu setelah meninggal dunia akan dihukum di penjara neraka untuk mengikuti latihan membaca Sutra sampai beribu-ribu kali.

Para Buddha, Guru Tao, Imam dan Pendeta
Jenderal :  Setiap Ce It dan Cap Go ( tanggal 1 dan 15 menurut kalender lunar ), para Buddha dan guru Tao ( Ajaran Kebenaran ) akan mengajak para muridnya datang kemari untuk meninjau dan mengajari mereka cara membaca bahasa dari Sutra secara benar, supaya para roh dari pendeta, bhiksu dan Hu Sung dapat membaca dengan tepat. Para umat manusia yang berbuat kesalahan seperti ini telah merepotkan para Dewa dan para Buddha untuk turun ke penjara neraka untuk membantu mereka melepaskan penderitaan. Sungguh mulia hati dari para Dewa dan para Buddha, maka itu, umat manusia di dunia harus menyadari bahwa setitik atau setetespun perbuatan jahat tidak dapat terhindar dari hukuman di alam baka.


Yang Sheng : Kini saya sudah mengerti. Saya mengucapkan banyak terima kasih atas petunjuk yang telah diberikan oleh Jenderal.

Chi Kung Huo Fo : Yang Sheng, kamu boleh bertanya kepada pendeta ini, mengapa dia sampai dihukum di penjara neraka ini ?

Yang Sheng : Baiklah. Bolehkah saya bertanya kepada pendeta, mengapa anda sampai dihukum disini ?


Roh Pendeta : Anda jangan panggil saya pendeta. Sewaktu masih hidup di dunia, saya hanyalah seorang pendeta yang memakai topi merah. Pekerjaanku sehari-hari adalah memimpin upacara pembacaan doa atau membacakan Sutra suci untuk keluarga yang tertimpa kesusahan atau orang yang tertimpa kemalangan, contohnya seperti membacakan Sutra untuk mengantar roh dari orang yang telah meninggal ke alam baka, tetapi karena saya kurang mendapat pendidikan di sekolah, ada tulisan di dalam Sutra yang saya sendiri pun tidak tahu cara membacanya, maka itu saya hanya mengikuti suara lonceng dan gendang, membaca dengan suara dengung, seperti ngi-ngi-ngo-ngo. Orang lain tidak tahu apa yang saya bacakan. Kadang-kadang kalau mau mengejar waktu, maka pembacaan dari Sutra atau Doa saya kurangi bacaannya. 
Yang penting saya tampil dalam upacara itu dan mendapat imbalan uang, saya tidak peduli apakah roh dari orang-orang yang meninggal itu bisa pergi ke surga atau tidak, maka itu setelah saya meninggal dunia, saya dikawal ke Pengadilan Alam Baka Tingkat Pertama dan kemudian di hukum disini. Sudah satu tahun dua bulan saya dihukum disini. Karena sewaktu hidup di dunia, saya sudah banyak mengurangi bacaan di dalam sutra pada saat pembacaan Sutra atau pun doa maka saya harus menderita sengsara disini. Saya sudah capek membaca Sutra-sutra tetapi saya belum juga lulus membaca semuanya, sekarang mata saya sudah menjadi merah dan sangat sakit. 

Setelah lulus membaca Sutra disini, mungkin saya akan dibawa ke Pengadilan Alam Baka Tingkat Kedua untuk menerima hukuman yang lain. Karena sewaktu hidup di dunia, saya juga pernah berbuat jahat terhadap orang lain, walaupun sekarang saya sudah menyesal, tetapi semuanya sudah terlambat, saya harap kamu dapat memberitahu kepada para pendeta, imam, bhiksu dan Hu Sung di dunia, apabila mereka diundang oleh para umat untuk membacakan Sutra suci, haruslah benar-benar membacanya dengan baik, jangan seperti saya yang dihukum di penjara neraka ini. Sekarang saya hanya bisa meminta bantuan orang lain untuk membacakan doa untuk saya.

Yang Sheng : Pendeta ini keadaannya sungguh kasihan, apakah guru bisa menolong dia ?

Chi Kung Huo Fo : Dosa yang diperbuat olehnya harus ditanggungnya sendiri. Sewaktu masih hidup di dunia, dia sudah cukup senang menerima uang orang, sekarang biar dia menderita untuk menebus dosanya. kamu jangan banyak mencampuri urusan orang lain. Kita datang kemari karena mendapat Titah untuk berkeliling ke alam neraka, bukan untuk mengurus urusan orang lain. Urusan orang lain jangan kita ikut campur, karena ini adalah hukum dari alam baka. Waktu kita sudah habis, mari bersiaplah untuk pulang.

Yang Sheng : Terima kasih Jenderal, Para Pendeta, bhiksu dan Hu Sung baik-baiklah belajar membaca Sutra serta berdoa kepada para Buddha agar karma buruk ini segera berakhir !.

Chi Kung Huo Fo :  Disini saya ingin memberitahu para umat manusia bahwa : Pelaku kejahatan akan bersedih hati di alam dunia ini, ia juga akan bersedih hati di alam berikutnya. Ia akan bersedih hati dan meratap sewaktu melihat akibat dari poerbuatannya sendiri yang tidak bersih. Yang Sheng, cepat naik keatas bunga teratai. Sekarang kita sudah tiba di Vihara Sheng Sien. ( Yang Sheng turun dari bunga teratai, kemudian rohnya masuk kembali ke badannya ).


Bersambung Ke : Perjalanan Ke 8, Meninjau Ke Wang She Cheng

Tidak ada komentar:
Write komentar