Hasil Perhitungan Cepat Pemilu Berdasarkan Cyrus Network dan CSIS : PDIP 18,90%, Golkar 14,30%,Gerindra 11,80%, Demokrat 9,70%, PKB 9,20%, PAN 7,50%, PPP 6,70%, PKS 6,90%, Nasdem 6,90%, Hanura 5,40%, PBB 1,60%, dan PKPI 1,10%....Terima Kasih atas kunjungan Anda Di Web Site Kebajikan ( De 德 )
|
Home » » Hati Yang Bersyukur

Hati Yang Bersyukur

Written By Kebajikan ( De 德 ) on Selasa, 23 Oktober 2012 | 15.13

Bersyukur, kata ini sangat indah yang mengandung perasaan umat manusia yang begitu dalam, namun sekarang ada berapa banyak orang yang bisa benar-benar menghayati kata ‘bersyukur’ ini?

Saya juga bertanya-tanya pada diri sendiri, membenahi pemikiran yang rumit, meraba-raba hati sendiri, melepaskan segala pikiran.

Membiarkan perasaan bersyukur ini menembus ke seluruh tubuh, terbenam dan menghayati dalam keharuan yang diberikan kehidupan kepada kita. Bersyukur, merupakan jalan Langit yang terkandung dalam alam semesta yang misterius. 

Berpikir sampai di sini, hati saya mendadak menjadi lapang, menerima alam semesta yang maha luas ke dalam dada. Alam semesta yang maha luas ini sangat misterius, ilmu pengetahuan modern juga tidak bisa mengungkap rahasia kemisteriusan alam semesta.

Saya bersyukur terhadap jalan Langit dalam badan langit alam semesta serta kekuatan misteri yang diberikan kepada umat manusia sebagai katalisator keselamatan keberadaan manusia. Perasaan bersyukur telah menyentuh saya menyelidiki arti sesungguhnya dari kehidupan ini.

Saya bersyukur kepada kampung halaman bersama umat manusia, yakni Bumi yang telah memberikan kita persediaan kehidupan. Bumi yang diatur memiliki atmosfir, ekosistem dan rantai makanan, kita umat manusia bisa hidup di sini. 


Lembah gunung dan sungai di bumi, melahirkan peradaban manusia. Segala kehidupan yang berada di atas bumi, dibesarkan dari generasi ke generasi, memakmurkan budaya, bersyukur kepada bumi yang telah memberi ruang kehidupan bagi kita. Dengan menggunakan hati bersyukur, kita baru bisa mendengarkan rintihan kesengsaraan bumi, baru bisa menyayangi kampung halaman bersama ini. 

Dengan kesadaran sendiri kita melakukan perlindungan atas bumi, menjadikan tugas dan tanggung jawab untuk menyayangi kampung halaman, baru bisa merealisasikan rasa kasih dan perawatan kita dalam tindakan. Hati yang bersyukur adalah seluk beluk dari tumbuhnya rasa tanggung jawab.

Bersyukur atas pemberian alam semesta yang mencakup segala vitalitas hidup, keharmonian semua kehidupan, memiliki keindahan dan makna kehidupan masing-masing, membawakan materi berlimpah dan kepuasan serta kenyamanan batin bagi umat manusia. 


Ketika sepenuh hati merasakan kesatuan antara langit dan manusia, jalan hukum alamiah, yang terhayati adalah makna mendalam dari keharmonisan hidup yang saling tergantung dari segala sesuatu di dunia fana ini.

Ketika kita mau tidak mau menghadapi realita masyarakat yang kian hari banyak merampas alam, suasana alam yang kita miliki kian hari kian sedikit, membuat kita lebih bersyukur kepada alam yang pernah memberikan kepada kita tanpa pamrih. Hati yang bersyukur kepada alam, membuat hati saya selalu terendam dalam kepuasan dan kegembiraan, sayangilah segala sesuatu dari alam dan hayatilah secara wajar, karenanya hidup kita akan lebih menarik.

Bersyukur kepada ayah dan ibu, yang telah membawakan hidup dan cinta sejati tanpa pamrih kepada kita. Pernah ada orang dengan gurau mengatakan, segala sesuatu dalam masyarakat ini adalah palsu, hanya hati pengorbanan seorang ibu terhadap anaknya yang bukan palsu. 


Memang benar, kasih sayang ibu dipuji sebagai kasih yang tanpa pamrih dari umat manusia, yang dimanifestasikan oleh kasih ini adalah keindahan sifat alamiah manusia yang terbawa sejak lahir, makna yang terkandung di dalamnya adalah perilaku manusia tanpa perlu diucapkan dalam kata-kata dan merupakan perilaku pengorbanan tanpa menuntut balasan.

Sejak kecil hingga dewasa ayah dan ibu mendidik dan memelihara kita. Dalam dunia hewan, kambing berlutut untuk menyusui, burung gagak tahu memberikan makanan untuk membalas budi, kita manusia bagaimana bisa mengabaikan hati bersyukur kita kepada orang tua! 


Namun dalam kenyataan hidup sekarang ini, anak tidak lagi menghidupi orang tua. Fenomena masyarakat dari yang tua sudah seharusnya melayani yang muda berasal dari konsep metaformosa seperti ini sudah umum di dalam masyarakat Tiongkok sekarang ini. Apakah masyarakat sekarang sudah melupakan ajaran tradisional dari para leluhur kita yakni ‘Setia, Berbakti, Iman, Keadilan’.

Bersyukur terhadap orang tua, yang tersiratkan adalah sirkulasi dari hukum alam, yang diteladani adalah menanam kebaikan hasilnya juga baik, memprakarsai kelurusan hati dalam dunia, berpegang pada kebajikan tradisional Tiongkok. Bukankah hati bersyukur ini adalah watak hakiki yang seharusnya dimiliki oleh manusia?

Bersyukur kepada guru teladan dan teman bermanfaat dalam kehidupan ini, memberikan petunjuk kepada kita di saat bimbang, membantu berbagi penderitaan di saat kita dalam kesulitan, ini juga merupakan hasil berharga dalam kehidupan kita. 


Seseorang bisa memiliki, kesejatian, kebaikan, dan hubungan antara manusia yang teguh sungguh tidaklah mudah. Bersyukur kepada guru teladan dan teman bermanfaat yang saya jumpai dalam kehidupan ini, hanya dengan ketulusan sejati dan kejujuran, baru bisa melegakan hati ini.

Penyebab dari bersyukur adalah jodoh pertemuan, mengikuti jodoh pertemuan berkumpul atau berpisah dalam pengalaman hidup. Saya percaya dengan jodoh, jika berjodoh ribuan km pun akan berjumpa, sayangilah orang yang berjodoh dengan kita. 


Saat berkumpul, berpesanlah pada diri sendiri untuk mempertahankan dengan sebuah hati yang damai, jodoh dalam kehidupan ini harus dilewati dengan sikap tanpa keluhan dan dendam. Juga menghibur diri sendiri, untuk mempertahankan sebuah hati yang hambar, dengan tanpa penyesalan menyudahi jodoh yang duka dan luka dalam percintaan. 

Karena percaya, maka menyayangi, gunakanlah hati bersyukur ini, untuk menginterpretasikan jodoh berkumpul dan berpisah yang menyenangkan serta keleluasaan memandang keuntungan dan kerugian dalam kehidupan ini.

Bersyukur dan menyayangi keberuntungan adalah sekawanan yang lahir bersamaan, manusia yang mengerti bersyukur, akan merasa berbahagia dan menyayangi segala sesuatu yang dia miliki. 


Manusia yang mengerti untuk menyayangi keberuntungan, dengan sendirinya akan mengerti bersyukur terhadap langit, bumi dan alam, penuh rasa takut dan hormat serta kepuasan terhadap kehidupan ini, dengan demikian di dalam kehidupan ini dia senang beramal dan berkorban dengan senang hati.

Betapa berharganya hati yang bersyukur ini. Membiarkan hati ini bisa berbagi kebersyukuran, haru terhadap keterharuan yang dibawakan oleh rahmat dari segala yang kita miliki, menghayati keindahan hidup dan perlu kita pikirkan bersama-sama dengan serius, membuka, mengumumkan dan dimiliki.  ( Zheng Xin Ran )




Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, maka anda dipersilahkan untuk mencetak dan mengedarkan semua artikel yang dipublikasikan pada Blog Kebajikan ( De 德 ) ini. Mengutip atau mengcopy artikel di Blog ini harus mencantumkan Kebajikan ( De 德 ) sebagai sumber artikel
Share this article :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2014. Kebajikan (De 德) - All Rights Reserved
Template Created by Kebajikan (De 德) Published by Kebajikan ( De 德 )
Proudly powered by Blogger