|
Welcome To My Website Kebajikan (De 德)......KEBAJIKAN ( De 德 ) Mengucapkan Xin Nian Kuai Le (新年快乐) 2571 / 2020...Xīnnián kuàilè, zhù nǐ jiànkāng chángshòu, zhù nǐ hǎo yùn..Mohon Maaf Blog ini masih dalam perbaikan....Dalam era kebebasan informasi sekarang, hendaknya kita dapat lebih bijak memilah, mencerna dan memilih informasi yang akurat. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan Etika dan Moral dalam kehidupan serta meningkatkan Cinta kasih tanpa pamrih pada sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia dan menyajikan keberagaman pandangan kehidupan demi meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan. Tanpa dukungan Anda kami bukan siapa-siapa, Terima Kasih atas kunjungan Anda

Kamis, 25 Oktober 2012

Reinkarnasi Kebaikan dan Kejahatan

 

Pada masa dinasti Qin, di kota Shunyi ada seorang pedagang kaya bermarga Xue, dia memiliki seorang putra bernama Xue Qingyu. Pembantu keluarga ini juga memiliki seorang putra bernama Li Fu. Atas permintaan Li kepada majikannya maka anaknya Li Fu dan Xue Qingyu bersama-sama pergi ke sekolah dan selalu bermain bersama. 

Ketika Li Fu berusia 14 tahun, pada suatu malam dia bermimpi, pintu surga terbuka, ada 2 orang dewa yang turun ke bumi,  salah seorang Dewa sambil menunjuk ke arah Xue Qingyu bertanya kepada Dewa yang lain, “Bagaimana dengan dia?”

Dewa yang ditanya menjawab, “Dia seorang yang mempunyai pahala dan berkah besar, pada usia 17 tahun dia akan menjadi sarjana, pada usia 19 tahun menjadi pejabat tinggi, seumur hidup dia akan hidup dengan mewah.” Lalu dia menunjuk ke arah Li Fu dan bertanya. Dewa yang ditanya menjawab “Dia adalah seorang yang bernasib susah,  seumur hidup akan hidup susah dan tidak akan menjadi pejabat.”

Setelah selesai berkata kedua dewa tersebut terbang kembali ke langit, pintu surga segera tertutup. Li Fu setelah bangun merasa sangat gelisah, dan menceritakan mimpinya kepada kedua orang tua serta temannya.
Setelah beberapa tahun kemudian, benar saja Xue Qingyu diusia 17 tahun menjadi sarjana, sedangkan Li Fu pada saat itu sudah tidak sekolah lagi, dia mulai menjadi petani. Tetapi Xue Qingyu orangnya licik dan brutal, melakukan berbagai  macam kejahatan, setelah menjadi sarjana kemudian menjadi pejabat yang berpangkat tinggi, kelakuannya semakin kejam dan tamak selalu menyakiti rakyat.

Li Fu berpikir Xue Qingyu yang melakukan segala kejahatan pasti akan segera mendapat  balasan, tetapi kenyataannya Xue Qingyu hidup sampai 70 tahun, harta kekayaannya melimpah, keturunannya juga sangat banyak, sedangkan dirinya sendiri seumur hidup susah, belum punya istri dan akan segera meninggal.

Banyak orang karena berbuat berbagai macam kejahatan tidak segera mendapat balasan, sehingga banyak orang meragukan apakah benar berbuat jahat akan mendapat karma, berbuat baik akan mendapat pahala?” Li Fu adalah salah seorang yang meragukan hal ini, hatinya merasa sangat tidak adil, dia ingin pergi ke akhirat melihat kejadian yang sebenarnya.  

Pada hari kematian Xue QIngyu, Li Fu juga meninggal, dia datang ke akhirat. Dia melihat Xue Qingyu di akhirat masih mendapat pelayanan khusus dan dihormati, sehingga dia semakin merasa tidak adil lalu bertanya kepada raja akhirat, raja akhirat membuka sebuah buku yang tebal, di dalamnya mencatat segala kebaikan dan kejahatan Xue Qinyu.  

Raja akhirat berkata, “Di kehidupan yang lampau dia telah mengumpulkan banyak pahala, pada kehidupan sekali ini dia telah berbuat banyak kejahatan sehingga menghabiskan banyak pahala, tetapi masih bersisa banyak, di kehidupan yang akan datang dia masih bisa menikmati hidup yang senang dan kaya, tetapi tidak sebesar kekayaan dan kesenangan seperti  di kehidupan yang lalu. Sedangkan perbuatan jahatnya, masih belum saatnya mendapat balasan.”

Raja akhirat juga menggatakan kepada Li Fu "Pada kehidupan yang lalu engkau tidak pernah berbuat kebaikan dan mengumpulkan pahala, sehingga di kehidupan ini engkau seharusnya miskin dan menderita, tetapi karena pada kehidupan ini engkau selalu berbuat baik, sehingga engkau bisa hidup berkecukupan, sudah cukup lumayan, di kehidupan yang akan datang engkau akan menikmati kekayaan dan makmur.”
Raja akhirat sengaja membiarkan Li Fu dan Xue Qingyu bersama-sama reinkarnasi, Xue Qingyu reinkarnasi pada sebuah keluarga kaya, sedangkan Li Fu reinkarnasi pada sebuah keluarga menengah.

Xue Qingyu setelah dewasa menjadi walikota yang selalu menganiaya dan menekan rakyat, tamak, koruptor serta  pada suatu kasus dia menghukum seorang tahanan dengan mengorek kedua matanya, dan pada kasus lain memotong kaki seorang tahanan. Pada usia 70 tahun dia meninggal karena penyakit.

Sedangkan Li Fu pada kehidupan sekali ini selalu membantu orang dan berbuat berbagai kebaikan, dan mulai rajin berkultivasi, pada saat Xue Qingyu meninggal, kultivasinya sudah mencapai tingkat tinggi, arwahnya sudah bisa meninggalkan raga, ketika dia pergi ke akhirat melihat kejadian yang terjadi.  Dia melihat Xue Qingyu yang disiksa di akhirat, di buku tercatat pahala yang dilakukan Xue Qingyu telah dinikmati sampai habis, ketika menjadi pejabat mengorek mata orang, dan memotong kaki orang.

Perbuatan Xue Qingyu tersebut telah mengumpulkan karma jahat yang tak terhingga, sehingga sekarang dia dihukum dan disiksa di akhirat untuk membayar semua karma-karmanya. Serta dijatuhkan hukuman pada kehidupan yang akan datang menjadi orang yang sangat miskin, kedua belah mata buta, tidak mempunyai kaki, setiap hari mengemis di jalanan, hidupnya akan sangat menderita.

Li Fu melihat 3 kali reinkarnasi dari Xue Qingyu,  sehingga dia semakin gigih untuk berkultivasi, berharap dia akan terlepas dari kehidupan reinkarnasi yang susah dan menderita. (Mingxin.)



Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, maka anda dipersilahkan untuk mencetak dan mengedarkan semua artikel yang dipublikasikan pada Blog Kebajikan ( De 德 ) ini. Mengutip atau mengcopy artikel di Blog ini harus mencantumkan Kebajikan ( De 德 ) sebagai sumber artikel. 

Tidak ada komentar:
Write komentar