|
Welcome To My Website Kebajikan (De 德)......KEBAJIKAN ( De 德 ) Mengucapkan Xin Nian Kuai Le (新年快乐) 2571 / 2020...Xīnnián kuàilè, zhù nǐ jiànkāng chángshòu, zhù nǐ hǎo yùn..Mohon Maaf Blog ini masih dalam perbaikan....Dalam era kebebasan informasi sekarang, hendaknya kita dapat lebih bijak memilah, mencerna dan memilih informasi yang akurat. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan Etika dan Moral dalam kehidupan serta meningkatkan Cinta kasih tanpa pamrih pada sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia dan menyajikan keberagaman pandangan kehidupan demi meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan. Tanpa dukungan Anda kami bukan siapa-siapa, Terima Kasih atas kunjungan Anda

Jumat, 22 Agustus 2014

5 Hal yang Dilakukan Seorang Bos yang Baik

 


KEBAJIKAN (De 德) -  Simpel saja! Bos terbaik itu memang mustahil. Yang nggak mustahil adalah menjadi bos yang baik. Memang susah. Di satu sisi, Anda harus bisa membuat bawahan taat dan mau menuruti perintah, disisi lain harus juga membuat bawahan menyukai Anda dan nggak merasa tertekan. 

Untuk itu, dengan kedudukan yang baru berarti ada beberapa hal yang perlu Anda perbarui juga. Untuk itu, mari cermati lima hal berikut ini agar Anda bisa jadi bos yang baik (Ingat, bukan jadi Bos Terbaik) semuanya berjalan dengan lancar.

1. Mengenal Bawahan


Mengetahui nama-nama bawahan Anda tentu jadi kewajiban mutlak. Tapi, 'mengenal' disini tak cukup hanya mengetahui nama, mengetahui karakter dan kemampuan masing-masing bawahan pun harus dilakukan. Dengan mengetahui karakter dan kemampuan anak buah, Anda baru bisa mendelegasikan tugas-tugas pada orang yang tepat sesuai dengan kemampuan yang dimiliki!

2. Tetap Belajar

Jadi atasan baru nggak berarti kini Anda bisa bebas karena semua tugas bisa diberikan ke bawahan. Menjadi atasan berarti tanggung jawab Anda lebih besar. Kesalahan bawahan mutlak jadi tanggung jawab Anda. Ini berarti Anda harus memastikan apa yang dikerjakan bawahan Anda sudah benar. Supervisi! Nggak hanya menanyakan 'Sudah selesai belum?' atau 'Kapan selesainya?' saja, tapi Anda dengan sabar mengarahkan perkembangan tugas yang dituntut Anda pada bawahan.

3. Ciptakan Keakraban

 
Akan lebih baik jika Anda mau berbaur dengan bawahan dalam batas yang wajar. Memang harus ada sikap yang membuat atasan Anda merespek Anda, tapi nggak berarti harus benar-benar terpisah dari mereka. Sikap yang otoriter bisa bikin bawahan merasa kesal dan membuat Anda 'kehilangan' mereka. Salah satu hal yang bisa dilakukan agar tercipta keakraban, misalnya dengan makan siang bareng atau pergi santai bareng pas hari libur.

4. Menerima Masukan

 
Masukan dari bawahan jangan dianggap sebagai serangan untuk mengalahkan Anda. Stay positive thinking. Coba dengarkan masukan mereka. Mungkin ada benarnya apa yang disampaikan. Saran-saran ini jika dipikirkan baik-baik tentu akan membuat diri Anda menjadi pribadi yang lebih baik. Selain itu, dengan melihat sifat open kritikan, bisa meningkatkan rasa respek mereka pada Anda pribadi.

5. Perbaiki Penampilan

Sebagai atasan, Anda juga harus memberi teladan pada bawahan, termasuk dalam hal penampilan. Anda tentu nggak merasa senang jika penampilan Anda berantakan, jadi dengan memberi teladan akan mudah saat Anda memberikan saran tentang hal ini pada orang yang tepat. Penampilan bersih, rapi dan wangi bisa membuat mereka menghormati Anda dan mencegah pembicaraan yang nggak mengenakkan tentang penampilan Anda.

Patut diingat, respek dari bawahan justru bisa diraup murni saat seorang atasan menyadari dirinya nggak sempurna dan sama-sama mau mengisi kekurangan dirinya dan tim yang dipimpinnya. Dari situ hasil kerja yang diharapkan pasti akan muncul dengan memuaskan! Salam kebajikan (Sumber/Lia)

Tidak ada komentar:
Write komentar