|
Welcome To My Website Kebajikan (De 德)......KEBAJIKAN ( De 德 ) Mengucapkan Xin Nian Kuai Le (新年快乐) 2571 / 2020...Xīnnián kuàilè, zhù nǐ jiànkāng chángshòu, zhù nǐ hǎo yùn..Mohon Maaf Blog ini masih dalam perbaikan....Dalam era kebebasan informasi sekarang, hendaknya kita dapat lebih bijak memilah, mencerna dan memilih informasi yang akurat. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan Etika dan Moral dalam kehidupan serta meningkatkan Cinta kasih tanpa pamrih pada sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia dan menyajikan keberagaman pandangan kehidupan demi meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan. Tanpa dukungan Anda kami bukan siapa-siapa, Terima Kasih atas kunjungan Anda

Rabu, 17 September 2014

Yu wang shi ren sheng de yi bei ku jiu (欲望是人生的一杯苦 酒)

 


KEBAJIKAN ( De 德 )Suatu hari, seorang pak tua sedang mencari kayu bakar di tengah hutan. Saat ia mengayunkan kapaknya hendak menebang sebuah pohon, tiba-tiba dari atas dahan terbanglah seekor burung kecil berparuh emas.

Si burung kecil bertanya kepada pak tua,”Pak tua, mengapa anda hendak menebang pohon ini?”

“Karena di rumah tidak punya kayu bakar.”

“Jangan tebang pohon ini. Pulanglah anda, esok hari di rumah anda akan tersedia banyak kayu bakar.”

Pak tua, dengan tangan hampa kembali ke rumah. Ia berkata kepada sang istri, ”Istirahatlah, esok di rumah kita akan ada banyak kayu bakar.”

Esok hari, istri pak tua mendapati di halaman rumah mereka terdapat tumpukan kayu bakar dalam jumlah banyak. Ia berteriak memanggil-manggil pak tua,”Cepatlah datang kemari! Lihatlah! Siapakah gerangan yang menaruh tumpukan kayu bakar dalam jumlah banyak di halaman rumah kita?”

Pak tua menceritakan pertemuannya dengan si burung kecil berparuh emas kepada sang istri. Usai mendengarkan, sang istri berkata,”Kayu bakar memang telah tersedia, akan tetapi kita tidak memiliki sesuatu untuk dimakan. Carilah si burung kecil itu agar dia bisa memberi kita sedikit makanan.”

Pak tua pun segera kembali ke hutan, menuju ke sebuah pohon dimana ia kemarin bertemu dengan si burung kecil berparuh emas. Melihat pak tua datang, si burung kecil terbang menghampiri untuk menyambut. Si burung kecil berkata,”Ada perlu apa pak tua? Apakah ada yang bisa saya bantu?”

Pak tua menjawab,”Istri-ku menyuruh saya kemari untuk mengatakan jika di rumah kami tidak terdapat makanan.”

“Kembalilah, esok kalian akan mendapatkan banyak sekali makanan,”Usai berkata, si burung kecil terbang menghilang ke angkasa.

Sesampainya di rumah, pak tua berkata kepada sang istri,”Istirahatlah, esok kita akan mendapatkan banyak makanan.”

Esok hari, mereka mendapati di dalam rumah banyak sekali terdapat daging, ikan, manisan, buah-buahan, anggur dan aneka masakan lezat lainnya. Setelah mereka makan dengan kenyang, lagi-lagi sang istri berkata,”Segera temuilah si burung kecil. Mintalah kepadanya sebuah toko yang terdapat aneka macam barang kebutuhan sehari-hari (Kedai Runcit). Dengan demikian kita dapat hidup dengan enak.”

Pak tua pun kembali ke hutan menemui si burung kecil untuk ketiga kalinya. Si burung kecil bertanya kepada pak tua, ”Apa yang masih anda inginkan?”


“Istri saya menyuruh saya untuk meminta sebuah toko yang serba ada. Menurut istri saya, dengan memiliki toko yang serba ada barulah kita dapat hidup enak.”

“Pulanglah, esok kalian akan memiliki sebuah toko yang serba ada.”


Sepulang ke rumah, pak tua menceritakan kepada istrinya hasil pertemuan dengan si burung kecil.

Esok hari ketika mereka terbangun, mereka tidak dapat mempercayai apa yang dilihatnya. Seluruh rumah dipenuhi oleh aneka barang semisal: kain, kancing baju, cermin, panci, gunting kuku, makanan-minuman, dll...segalanya serba ada. 


Setelah mengamati semua barang, lagi-lagi sang istri meminta suaminya untuk menemui si burung kecil, ”Temuilah kembali si burung kecil, mintalah agar saya bisa menjadi seorang ratu dan kau menjadi seorang raja.”

Untuk kesekian kalinya pak tua kembali ke hutan. Setelah bertemu dengan si burung kecil, pak tua berkata, ”Istri saya menyuruh saya kemari untuk meminta agar dia bisa menjadi seorang ratu dan saya menjadi seorang raja.”

Untuk sejenak, si burung kecil tidak menghiraukan pak tua. Pada akhirnya, ia berkata, ”Kembalilah. Besok kau akan menjadi seorang raja dan istrimu menjadi seorang ratu.”

Setelah tiba di rumah, pak tua melaporkan hal tersebut kepada istrinya. Esok hari begitu terbangun, mereka mendapati dirinya telah berpakaian mewah, makan makanan yang lezat, disekelilingnya banyak sekali orang yang melayani.

Akan tetapi, sang istri tetap saja kurang dan tidak puas. Ia berkata kepada pak tua, ”Carilah si burung keci, mintalah agar kesaktiannya diberikan kepada saya. Selain itu, mintalah juga agar ia setiap hari datang ke istana untuk bernyanyi dan menari untuk saya.”

Mau tidak mau, suka tidak suka dengan terpaksa pak tua kembali ke dalam hutan untuk mencari si burung kecil. Setelah lama mencari, barulah ia dapat menemukan si burung kecil. 


Pak tua berkata kepada si burung kecil, ”Istri saya menginginkan kesaktian mu. Selain itu dia juga ingin agar anda setiap hari datang ke istana untuk menari dan bernyanyi untuknya.”

Dengan penuh amarah si burung kecil melotot ke arah pak tua, ia berkata, ”Pulang dan nantikanlah!”

Setelah kembali ke rumah, pak tua dan istrinya menantikan apa yang mereka inginkan dapat segera terwujud.

Esok hari, pak tua dan istrinya mendapati jika mereka telah berubah menjadi 2 orang kerdil yang kecil dan jelek. Akibat dari Keserakannya mereka ber-dua suami-istri malah hidup Sengsara dan menderita selama hidupnya…
 

Yu wang shi ren sheng de yi bei ku jiu (欲望是人生的一杯苦 酒) yang maknanya Keinginan bagaikan se-Cangkir Arak yang Pahit dalam kehidupan. Hati yang tamak senantiasa tidak dapat terpuaskan, pada saat kita tersadar, barulah mengetahui jika kita telah kehilangan segalanya. Salam kebajikan (Xie Zheng Ming)

Tidak ada komentar:
Write komentar